
Bajingan! Aku akan membunuh mereka! Aku menyebarkan benang kematian dengan hati terbakar. Kemarahan menyelimuti seluruh tubuhku.
「Apa yang manusia itu katakan?! Jelas manusia lah yang menjijikkan!」Uriel mengomel dengan nada tak menyenangkan di kepalaku. Tapi berkatnya aku dapat kembali tenang. Aku tidak boleh gegabah, aku masih belum tahu siapa musuh yang akan aku hadapi nanti.
Akhirnya aku menarik kembali benang kematian ku, namun begitu aku mengangkat kepalaku. Aku melihat Meriel menyipitkan matanya padaku. Aku membalas tatapan itu dengan senyuman, dan akhirnya Meriel memalingkan mukanya.
Aku harus berhati-hati lain kali.
...----------------...
Kami berangkat menggunakan kereta-kereta yang di tarik oleh kuda ke hutan Fancy Lagoon Covert. Aku melihat bahwa mereka terlihat tenang, bahkan bersemangat. Begitu percaya diri.
Aku memperhatikan jalan yang di lalui oleh kereta dengan tenang, menghiraukan kebisingan di sekitarku. Sebenarnya aku bingung apa yang sedang aku lakukan. Sejauh ini aku hanya bertindak sesuka hatiku, tanpa memikirkan resiko apapun yang akan aku dapatkan.
Hahhh
Aku menghela nafas dengan berat. Seharusnya aku tidak membangkitkan iblis-iblis itu dan bisa hidup dengan damai bersama Uriel. Tapi sesuatu yang telah terjadi tidak akan bisa di ulang kembali. Aku tahu jelas tentang hal itu.
"Kita sampai!" Dengan teriakan itu, semua orang juga berteriak dengan bersemangat. Kami semua turun dari kereta dan berjejer rapi sesuai party masing-masing.
"Kita akan melakukan pemburuan Centipede. Kita memang hanya menemukan telur sebelumnya. Tapi jika ada telur tersebut, maka induknya pasti tidak akan jauh dari sana" Seorang pria terlihat memimpin party-party yang tergabung dalam pemburuan ini.
Sebelum aku memasuki hutan, aku mengirim pesan kepada Belphegor dengan cara telepati yang telah aku pelajari dari Uriel.
'Buat replika tubuh Centipede betina dewasa, dan kirimkan itu ke hutan Fancy Lagoon Covert' Aku memberinya pesan singkat.
'Dimengerti my lord' setelah beberapa saat Belphegor langsung menjawab.
'Oh ya, jangan beri tahu Astaroth tentang ini' Setelah mengirim itu aku tidak menerima pesan apapun lagi dan kami akhirnya memasuki hutan Fancy Lagoon Covert.
"Di sana tempat telur itu berada" Jeanne menunjukkan jalan menuju gua tempat telur Centipede di temukan. Aku memperhatikannya dari samping dan tidak bicara apapun.
Kemudian pemimpin party-party sebelumnya mengintip isi gua tersebut kemudian berteriak dengan panik.
"Centipede itu telah menetas! Menyebar dan bunuh semua Centipede yang ada" Dengan perintah itu semua party menyebar dengan cepat.
__ADS_1
Aku terus mengikuti instruksi Jeanne dan mengikuti kemana dia melangkah.
"Cari dengan hati-hati dan selalu waspada" Jeanne berkata sambil memegang pedangnya dengan erat.
Chhhhh
Aku mendengar suara yang akrab dan akhirnya membuka mulutku, "Mereka datang"
Benar saja, setelah peringatan ku, selusin Centipede kecil berwarna hitam dan putih muncul dari balik-balik pohon. Mereka merayap dan menimbulkan suara yang membuat telinga tak nyaman.
"Frank! Lindungi garis depan! Yang lain lakukan serangan!" Jeanne dan memberikan perintah dan kami kemudian membentuk formasi. Jeanne sudah maju ke depan dan mencoba menebas Centipede itu, namun dia kalah cepat. Nan juga sudah terus melontarkan anak panah, sementara aku dan Meriel melafalkan mantra.
"Dengar Uriel, lakukan selemah mungkin" Aku memperingati Uriel yang membantuku untuk menyesuaikan kekuatan yang ku gunakan.
「D-dimengerti!」Aku mendengar nada gugupnya yang membuatku lebih khawatir.
Bang!
Sihir angin di lontarkan dan aku berhasil menghempaskan salah satu Centipede. Melihat kekuatan ini, aku puas.
「Baik master!」
Sebenarnya Centipede-Centipede itu tak seharusnya menetas. Namun aku memberikan sedikit kekuatanku agar Centipede itu bisa menetas. Karena itulah, meskipun baru menetas mereka lebih kuat daripada monster lainnya.
Meskipun cukup kesulitan, party kami berhasil membunuh beberapa Centipede. Namun karena itu mereka menjadi lebih percaya diri dan sangat agresif untuk membunuh Centipede-Centipede itu. Aku tidak begitu peduli tentang apa yang rasakan dan hanya sesekali menyerang dengan sihir.
'Saya telah mengirimkannya' akhirnya aku mendapatkan balasan yang aku tunggu dari Belphegor. Sudut bibirku mulai naik namun aku kembali memasang wajah normal.
BANG!
Sinyal bahaya berwarna merah di tembak kan ke langit.
Aku melihat wajah para anggota party yang terkejut melihat sinyal bahaya tersebut. Bagaimana pun mereka berpikir Centipede-Centipede ini dapat mudah di tangani dengan perlahan, jadi mereka bingung ketika melihat sinyal itu.
"Pergi ke arah sinyal bahaya!" Dengan perintahnya kita langsung berlari dengan cepat tanpa menyia-nyiakan waktu sedikitpun dan pergi ke tempat sinyal bahaya itu luncurkan.
__ADS_1
Begitu kami sampai, kami melihat seekor Centipede raksasa dengan kakinya yang merayap terus membuat suara gesekan. Centipede ini jauh berbeda dari yang kuharapkan, aku berpikir Belphegor akan mengirimkan Centipede yang mirip dengan Nevs namun yang dia kirimkan adalah murni monster dengan tubuh yang menjijikkan.
"M-monster apa itu?" Aku berakting ketakutan dan menatap monster yang di kirimkan oleh Belphegor dengan mata tak percaya.
Frank merangkul ku dengan sok akrab seperti biasanya "Sangat menyeramkan bukan? Karena itu kita harus membunuhnya", dia memberikan senyum yang menunjukkan giginya dan kemudian menatap monster itu dengan tajam.
Party lain mulai berdatangan ke titik ini juga, dan mereka mulai menyerang Centipede besar itu dengan membabi buta.
Aku memberikan alasan untuk pergi menjauh dari party itu dan hanya mengamati punggung mereka yang kokoh dari belakang.
Ini seperti menonton pertunjukan yang mengasikkan. Aku tidak tahu seberapa kuat monster yang di kirimkan oleh Belphegor itu dan aku duduk bersantai di dahan pohon menunggu mereka menumbangkan monster itu.
Kikkkk
Centipede memekik dan meludahkan cairan hijau menjijikan ke arah orang yang menyerang dia. Cairan itu mengenai kulit beberapa orang dan kemudian kulit mereka melepuh.
"AHHHH SAKIT SAKIT" Jeritan kesakitan mulai muncul di antara mereka. Party yang lain juga mulai khawatir dan kali ini menyerang dengan hati-hati.
"Monster sialan! Berani-beraninya kau monster menjijikan!" Aku melihat pria yang sebelumnya telah menjelek-jelekkan iblis berlari ke arah monster Centipede dan mengangkat senjatanya.
Namun, Byurrrr Centipede itu kembali meludahkan cairannya dan kali ini bukan hanya melepuh, tetapi tubuh pria itu meleleh.
Setelah melihat pemandangan mengerikan itu, party-party lain mulai menjerit ketakutan dan berhamburan berlarian. Mereka begitu takut akan kematian, sehingga tak memikirkan apapun lagi selain melarikan diri.
Bodoh
Sangat bodoh
Aku menatap manusia yang berlarian di bawah seperti seekor semut yang kehilangan tujuannya dan saling bertabrakan. Sangat menyedihkan, dimana kepercayaan diri yang selalu mereka banggakan?
Kita lihat sekarang siapa yang sebenarnya melakukan pemburuan.
...tbc...
—mtchagrl
__ADS_1