
"Namaku adalah Nevs, dan dia adalah saudara ku sekaligus pasanganku Sven" Centipede betina itu menjelaskan.
Astaroth duduk bersila di batu, menutup matanya sambil mendengarkan.
"Lanjutkan" Ucapnya dengan nada tak bersahabat.
"Ras kami hampir punah saat ini, di hutan ini hanya ada kami yang tersisa. Kami mencoba untuk terus membuat keturunan agar ras kami tetap hidup, namun telur yang ku hasilkan melemah seiring berjalannya waktu dan tidak bisa menetas. Para manusia itu juga mencoba memburu kami, tidak ada yang bisa kami lakukan. Jadi tolong bantu kami" Nevs bercerita dengan berlinang air mata. Sven di sampingnya hanya menunduk, sama-sama putus asa.
Astaroth tidak suka orang yang lemah, dia hanya bisa menggertakkan giginya menahan dirinya untuk tidak membunuh kedua Centipede ini. Namun mereka berdua memiliki informasi, dan mereka juga telah meminta tolong padanya.
"Jadi apa yang kalian ingin aku lakukan?" Astaroth membuka matanya dan memandang kedua Centipede itu dengan tajam.
Sven menelan ludahnya dengan gugup "Jika kau tidak bisa menyelamatkan kami, tolong selamatkan anak-anak kami" Suaranya terdengar serak dan putus asa.
"Menyelamatkan anak-anak mu akan beresiko dan tidak menguntungkan ku, bukankah telur-telur mu telah di ketahui keberadaannya oleh para manusia?" mendengar pertanyaan Astaroth, Sven dan Nevs semakin putus asa. Mereka hanya bisa memandangi tanah dan tidak dapat berbicara.
Setelah beberapa saat, Astaroth kembali berbicara "Tinggalkan telur-telur mu dan aku akan menyelamatkan kalian berdua"
Kedua Centipede kembar itu saling memandang, ini keputusan yang sulit bagi mereka. Astaroth juga mengerti akan hal itu, jadi dia memberikan mereka waktu untuk memikirkannya.
"Bisakah kau memberi kami sedikit waktu untuk mendiskusikannya?" Nevs bertanya, sedikit takut.
"Ya tidak masalah untuk ku, aku akan kembali setelah kalian memutuskannya. Beritahu saja ular-ular itu" Astaroth menjawab kemudian menghilang di udara tipis.
"Ini sangat sulit" Sven memulai pembicaraan.
"Aku rasa aku tidak bisa meninggalkan anak-anak kita" Nevs menundukkan kepalanya dengan sedih.
"Ya tapi ini satu-satunya jalan bagi ras kita untuk tetap hidup"
"Aku- aku tidak tahu Sven, aku benar-benar bingung" mata Centipede betina itu berkaca-kaca, tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
"Nevs, kau tahu kita tidak boleh seperti ini" Sven memegang tangan Nevs dengan erat.
"Kita harus tetap hidup, ras kita juga harus tetap hidup" Sven masih mencoba membujuk saudara kembarnya.
Hutan ini seketika hening.
"Baiklah, mari kita lakukan" Nevs memandang salah satu ular yang terus berkeliaran di sekitar mereka.
"Kami sudah mengambil keputusan" setelah dia mengatakan itu, Astaroth kembali muncul di hadapan mereka.
"Keputusan yang bijak" Astaroth berkata dengan puas.
__ADS_1
"Ikutlah denganku ke dunia bawah, kalian harus bersumpah setia pada my lord" lanjutnya lagi. Kedua Centipede itu mengangguk dan Astaroth kemudian melafalkan mantra teleportasi bersama.
Paat!
Mereka menghilang di udara tipis.
Ketika Sven dan Nevs menyadari, mereka telah berada si sebuah istana interior design mewah dan luas.
Astaroth mengetuk pintu kamar tuannya.
Tok Tok Tok
"Masuklah" suara seseorang kemudian muncul dari balik pintu. Suaranya terdengar lembut namun entah kenapa terdengar menakutkan secara bersamaan.
Kedua Centipede itu seketika merinding, mereka merasakan kekuatan yang tak bisa di jelaskan dari balik pintu ini.
Astaroth membuka pintu dan seorang iblis pria dengan rambut silver dan mata merah menawan sedang bersantai sambil membaca buku di tengah lampu yang redup.
Sven dan Nevs tertegun melihat pemandangan itu dan membuka mata mereka dengan lebar tanpa sadar.
"My lord, saya kembali" Astaroth kemudian berbicara dengan lembut dan bersemangat. Membuat kedua Centipede itu bertanya-tanya, apakah sosok dingin yang berbicara untuk meninggalkan anak mereka adalah sosok yang sama.
"Kau lebih cepat dari yang ku kira, kerja bagus" Iblis itu memuji sambil tersenyum tipis, membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh hati padanya.
"Tentu saja!" Astaroth menjawab dengan mata yang menyipit tersenyum.
...----------------...
"Tentu saja!" Entah dari mana bayangan itu tapi aku seperti melihat seekor anjing yang mengibaskan ekornya dengan semangat.
"Ngomong-ngomong siapa mereka?" Aku mengalihkan pandanganku pada dua Centipede setengah manusia yang berada di belakang Astaroth. Centipede wanita berwarna putih dan Centipede pria berwarna hitam, sangat kontras namun wajah mereka terlihat begitu mirip.
"Perkenalkan diri kalian" Astaroth memandang kedua Centipede itu dengan tak senang. Sangat berbeda dari cara dia memandangku. Dan kenyataan itu membuatku semakin ingin menjauh darinya.
"Namaku adalah Sven, dan dia adalah saudara ku dan pasanganku Nevs. Kami tinggal di hutan Fancy Lagoon Covert"
Tunggu,
Saudara?
Pasangan?
Apakah mereka incest?! Apakah hal ini hal yang wajar di dunia isekai? Aku sedikit merinding. Meskipun begitu, aku mencoba terlihat tenang.
__ADS_1
Aku mengangguk samar pada perkenalan mereka, "Aku membawa mereka untuk membuat mereka bersumpah setia padamu. Meskipun aku tidak tahu apakah mereka akan berguna atau tidak" Astaroth kemudian menjelaskan tujuannya. Aku kembali memandang kedua Centipede yang memucat begitu mendengar perkataan jujur Astaroth. Sepertinya mereka khawatir.
"Ya, aku tidak terlalu memikirkan hal itu" Aku menjawab dengan santai, lebih banyak bawahan lebih baik. Mereka pasti akan berguna suatu saat nanti. Ketika aku memikirkan itu, aku mengaktifkan mata iblis pada mereka.
Name: Sven
Male/4000 y.o
Ras: Centipede
Level: 1.382
Name: Nevs
Female/4000 y.o
Ras: Centipede
Level: 1.380
Aku mengangkat sudut bibirku dengan puas, mereka cukup kuat dan akan menjadi lebih kuat jika dilatih dengan benar. Aku merasakan sebuah potensi dari mereka berdua.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Aku menopang daguku dengan malas. Aku mulai mengantuk sekarang.
Astaroth memandang kedua Centipede itu, kemudian berkata "Berikan inti kehidupan kalian kepada my lord, anggap saja itu sebagai sumpah kesetiaan kalian"
Apa?! Apa dia bercanda?! Aku menatap ngeri pada iblis itu, sungguh aku ingin menyingkirkan dia dari sisiku.
Centipede itu saling memandang dan mereka menyatukan kedua tangan mereka. Cahaya menyilaukan keluar dari tangan mereka dan sebuah bola dengan setengah putih dan setengah hitam terbentuk.
"Kami bersumpah setiap padamu" Kedua Centipede itu kemudian menundukkan kepalanya dengan hormat dan menaruh tangan mereka di dada dengan tulus.
Astaroth memberikan inti kehidupan mereka padaku. Apakah ini tidak berlebihan? Ini sama saja dengan aku memiliki hak atas kehidupan mereka di atas tanganku.
"Ya bekerja keraslah" Setelah memberikan kata-kata itu, mereka akhirnya pergi dari ruangan ku. Aku memandangi inti kehidupan di tanganku, apa yang harus aku lakukan dengan ini?
...tbc...
—mtchagrl
...----------------...
...ILUSTRASI VISUAL...
__ADS_1
...SVEN - NEVS...