
「skill 'mata iblis' di aktifkan」
Name: Astaroth
Male/120.000 y.o
Ras: iblis
Level: 736.100
"Kau terlihat hebat. Pangeran bermahkota dari neraka, Astaroth." Semua orang kembali terkejut karena aku mengetahui identitas pria yang terbaring di dalam peti mati ini.
"Mari kita lakukan ini sistem"
「Yes master! (≧▽≦)」
Aku menjulurkan tanganku ke tubuh Astaroth yang terbaring, sebuah cahaya hitam keluar dari tanganku dan membungkus tubuh Astaroth. Semua orang memiliki wajah tercengang.
Cahaya yang keluar dari tanganku terserap ke dalam tubuh Astaroth kemudian menghilang. Lalu cahaya itu kembali keluar dan membentuk gumpalan bola kecil.
itu adalah inti kehidupan.
Gumpalan bola kecil itu ke arahku.
Aku mengangkat inti kehidupan yang berada di tanganku.
"Bangkitlah, Astaroth!"
Bang!
Tubuh Astaroth melayang di udara dan mengeluarkan cahaya.
Aku tersenyum puas.
Mata Astaroth perlahan mulai terbuka. Dia bangkit lalu turun ke hadapanku dan berlutut.
"My lord, saya kembali"
"Selamat datang kembali, Astaroth" senyumanku semakin melebar. Dan wajah orang-orang di sekitarku melongo seperti orang bodoh.
Aku berbalik dan menatap pria yang sempat meragukanku. Astaroth kembali berdiri, dan diam di belakangku menjadi pengikut yang baik.
"Saya sudah tak memiliki keraguan, wahai leluhur kami" semua orang kecuali Astaroth serempak berlutut dihadapanku. Aku tersenyum dengan puas.
"Lalu apakah aku bisa beristirahat sekarang?"
"Akan segera kami siapkan!" Mereka menjawab dengan semangat.
Aku berbalik ke arah Astaroth yang memiliki senyum lebih puas dariku. "Apa ada sesuatu yang kamu inginkan Astaroth?"
"Tidak ada my lord, satu-satunya keinginanku hanya melayani mu" Astaroth membungkuk hormat.
Mendengar nada hormat itu, aku sedikit merinding. sebenarnya itu menyeramkan.
"Ekhem baiklah, aku akan beristirahat dahulu. sebaiknya kau juga beristirahat"
"Dimengerti, my lord"
Aku mengangguk dan mengikuti salah satu ksatria yang akan menunjukkan kamarku.
°°°
Aku membaringkan tubuhku di ranjang yang empuk. Rasanya rasa letih ku menghilang begitu saja.
energi ku hari ini telah aku habiskan untuk berbicara dengan banyak orang. Terus berakting tenang selama itu benar-benar terlalu melelahkan! Bagaimana orang-orang bisa bertahan untuk berada di sekitar orang lain begitu lama?
Dan aku juga tidak menyangka bahwa aku dapat membuat inti kehidupan semudah itu, meskipun aku masih menggunakan bantuan sistem. Kekuatan dewa begitu mengerikan.
Secara iseng, aku membuka jendela statusku.
Nama: Lucifer
Male/200.000 y.o
Ras: iblis (arcangel)
Level: ???
Magic: ∞
Tittle:
〔Penguasa dunia bawah〕
Skill:
[Mata iblis]
[Hell gate]
[Kabut kegelapan]
〔 Sang kematian〕
Skill:
[Benang kematian]
__ADS_1
[Lagu kematian]
[Jiwa yang kesepian]
〔Pembunuh dewa〕
Skill:
[Sistem dunia]
[Kontrol ruang dan waktu]
[Taklukan]
〔Fallen angel〕
Skill:
[Error]
[Error]
[Error]
"Oh ya sistem kenapa status levelku berisi tanda tanya ini?"
aku mengetuk-ngetuk levelku dengan jari, tapi tidak ada perubahan apapun.
「itu karena level master tidak dapat diakumulasikan. master terlalu kuat! ✧◝(⁰▿⁰)◜✧」
"Benarkah?" aku cukup tersanjung dengan pujian itu, sehingga suasana hatiku menjadi lebih baik.
"Lalu kenapa skill dari tittle 'fallen angel' ku tidak ada yang muncul"
「Ah sepertinya itu merupakan skill yang master terima langsung dari dewa sebelumnya. karena dewa sebelumnya telah mati, skill-skill itu menjadi error dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Tenang saja master, bahkan tanpa skill-skill itu, master masih menjadi yang tak terkalahkan di dunia ini! <( ̄︶ ̄)>」
itu sedikit mengecewakanku karena aku penasaran skill apa yang akan di terima dari tittle ini.
Aku memandangi langit-langit kamar dengan terlentang, kemudian aku memikirkan sesuatu.
Haruskah aku membangkitkan bawahan Lucifer yang lain? Dalam rekaman dunia yang aku terima, sepertinya Lucifer memiliki banyak bawahan. kurasa aku harus melakukannya, lebih banyak bawahan lebih baik haha!
°°°
keesokan paginya aku terbangun dengan ketukan pintu
Tok tok!
"My lord, ini saya" aku menguap dan segera mempersilahkan Astaroth untuk masuk.
"Masuklah" Astaroth membuka pintu tanpa suara.
"Apa kau beristirahat dengan baik?" Aku berbasa-basi.
"Ya saya beristirahat dengan baik my lord! Kekuatanku juga sudah mulai pulih"
"Begitu, baguslah"
"Ngomong-ngomong ada sesuatu yang ingin ku bicarakan" ucapku. Astaroth diam menungguku bicara.
"Kurasa kita harus segera membangkitkan teman kita yang lain bukan? bagaimana menurutmu?"
"Tentu saja tidak masalah, keinginanmu adalah keinginanku juga. Tapi sebelum itu my lord, apakah saya yang pertama di bangkitkan?" Astaroth bertanya sambil mengisi cangkir teh ku yang sudah kosong.
"Ya" aku menjawab dengan acuh tak acuh.
"Sungguh?" Senyum Astaroth mengembang, telinganya yang runcing bergerak-gerak. Apa-apaan reaksinya ini?
Astaroth perlahan berlutut sambil menaruh tangan kirinya di dada.
"Saya merasa terhormat untuk menjadi yang pertama kali di bangkitkan oleh tangan my lord sendiri. Saya yakin yang lain akan merasa iri begitu mendengar ini" Ular yang melilit tangan kiri Astaroth mendesis begitu mendengar ini, seolah-olah menyetujui perkataannya.
Apa-apaan?
「Mereka benar-benar bawahan yang mengesankan master! Aku akan mencontohnya! (◍•ᴗ•◍)」
Kamu tidak perlu ikut-ikutan!
Satu saja sudah membuatku merinding.
"untuk sekarang carilah informasi tentang lokasi tubuh yang lain, aku rasa Elvis dapat di andalkan untuk hal ini. Kita akan tinggal di sini untuk sementara sampai menemukan informasi yang berguna" perintahku.
"Dimengerti"
"mm kau bisa pergi"
setelah kepergian Astaroth, aku meregangkan tubuhku dan berjalan ke arah balkon. Aku memperhatikan para prajurit dan ksatria yang tengah berlatih pedang.
「skill 'mata iblis' di aktifkan」
Level mereka rata-rata terdapat di angka seribu, kurasa itu cukup lemah?
yah aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu, sekarang saatnya untuk mencari informasi.
"sistem mari kita mencari informasi"
°°°
__ADS_1
Beberapa hari ini aku menghabiskan waktu di perpustakaan bersama sistem untuk mencari lebih banyak informasi. Astaroth terkadang menemaniku.
「Aku menemukannya! \(°o°)/」
"Katakan" Perintahku tak sabar.
「Dalam pemantauan ku, aku menemukan sesuatu seperti peti di tengah pegunungan berapi. aku yakin itu pasti salah satu tubuh bawahan mu master! (☆▽☆)」
"apa kau yakin?"
「sangat yakin <( ̄︶ ̄)>」
Dengan info dari sistem aku memberitahukan Astaroth untuk mengecek keadaan di sekitar pegunungan berapi. Astaroth akhirnya mengirim beberapa ularnya ke sana.
dan akhirnya kita memutuskan untuk pergi setelah seminggu lagi.
°°°
"Begitu damai. Ini bagus" aku bergumam ketika bersantai di teras balkon sambil menyesap teh.
"Ya my lord. Ini yang anda dambakan sejak dahulu" Astaroth tersenyum menanggapi ku.
seperti biasanya, aku memperhatikan ksatria yang tengah berlatih pedang dari balkon.
"Hei Astaroth bukankah mereka terlalu lemah? Bahkan raja mereka juga jauh lebih lemah darimu" Astaroth melihat ke arah pandanganku sebelum berbicara
"Memang benar mereka begitu lemah. Bahkan mereka tidak pantas menjadi pengikut mu my lord"
Tidak, bukan itu yang aku bahas.
"Apa kamu ingin melatih mereka?" Astaroth sedikit terkejut atas pertanyaan ku.
"Tapi aku harus menjaga my lord di sini"
Sampai kapan dia akan terus menjagaku?! Pergilah ke mana saja! Aku akan gila jika kamu terus bersamaku!
"Aku bukan orang yang membutuhkan perlindungan. Lagipula aku tidak yakin akan ada orang yang berani menyentuhku" aku kembali menyesap teh.
「Benar! Master sangat kuat! (≧▽≦)」
"My lord benar...tapi setidaknya biarkan aku berada di sisimu my lord! Aku akan berusaha keras agar bisa berguna untukmu my lord!"
Dia benar-benar keras kepala.
"Aku tidak melarang mu untuk berada di sisiku. Hanya saja sesekali latihlah mereka agar mereka bisa berguna untukku di masa depan"
"Yes my lord!" Kali ini dia menjawab dengan tegas.
Hari berikutnya setelah memberikan aku sarapan, Astaroth langsung pergi melatih para ksatria. Aku memperhatikan mereka dari balkon. Sepertinya mereka bekerja keras.
"My lord!" Astaroth melambaikan tangannya padaku setelah menyadari keberadaan ku. Aku tersenyum kecil padanya.
"Oh leluhur!" Para ksatria juga memperhatikanku.
"Berlatihlah dengan keras! My lord sedang melihat kalian! Jangan mengecewakannya!" Astaroth berteriak pada para ksatria.
"Ya!" Para ksatria menjawab dengan semangat.
「Aku juga ingin mengayunkan pedang seperti itu! (✷‿✷)」
Aku mengabaikan sistem dan memakan beberapa buah.
Tanpa terasa waktu keberangkatan pun tiba.
°°°
(flashback Astaroth)
Astaroth memandangi wajah tuannya yang tengah tertidur setelah menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan di sekitar istana. Dia kemudian tersenyum.
"saya senang dapat melayani mu lagi my lord"
100.000 tahun yang lalu, tuannya menghilang setelah menyelesaikan perang besar-besaran melawan dewa. Meskipun mereka menang tidak ada yang merayakannya.
Semua orang berpisah untuk mencari tuannya di seluruh penjuru negeri. Namun tidak ada satupun petunjuk. Satu persatu mereka kehilangan kontak, Pada saat itu Astaroth tidak dapat menghubungi siapapun.
Itu mengingatkannya saat sebelum ia bertemu dengan tuannya. Tubuhnya kurus kering, dia kelaparan. Banyak desa iblis yang di musnahkan, ia hanya iblis yang lemah yang melarikan diri dari desa ketika seluruh penduduk desanya di bantai oleh para manusia yang mengklaim bahwa mereka mendapatkan wahyu dari dewa.
Dia bersembunyi di dalam hutan dan meringkuk ketakutan. Lalu seseorang menghampirinya. Seseorang dengan sayap perak besar yang indah dan sebuah tanduk di kepalanya.
"Apa kamu baik-baik saja?" Dia bertanya dengan lembut. Pada saat itu Astaroth hanya bisa menggigit bibirnya ketakutan.
"Kamu tidak perlu takut. Aku juga sama sepertimu. Lihat" dia menunjukkan tanduknya. Namun Astaroth diam tak menjawab.
"Apa kamu mau ikut bersamaku? Aku akan melindungi mu dari dewa kejam itu dan membunuhnya untukmu" Astaroth hanya diam mendengarkan.
"Aku akan menjadikanmu lebih kuat sehingga kamu bahkan bisa membuat orang tunduk dengan tatapan mu. Jadi jangan hanya bersembunyi dan melarikan diri. Karena mulai sekarang kamu akan menjadi seorang pangeran dari negeri iblis yang besar" orang itu menempatkan sebuah mahkota di atas kepala Astaroth dan tersenyum. Astaroth mengangkat kepalanya, tangan yang memegang kepalanya begitu hangat. Dia menumpahkan air mata, sudah lama dia tidak merasakan kehangatan. Setiap harinya dia hanya meringkuk ketakutan sambil menahan rasa lapar.
Sejak saat itu, Lucifer menjadi tuannya. Seorang iblis dan juga seorang malaikat. Seseorang yang kejam dan juga memiliki hati yang lembut. Seseorang yang memberinya harapan. Seseorang yang memberinya kekuatan. Seseorang yang menginginkan perdamaian lebih dari siapapun. Seseorang yang melindungi bawahannya. Seseorang yang rela mengorbankan seluruh jiwanya.
Meskipun ras lain memandang bahwa dia hanya Malaikat yang jatuh karena menentang dewa. Dia adalah seseorang yang melepaskan belenggu diskriminasi untuk makhluk-makhluk yang di cap sebagai makhluk jahat oleh dewa. Dia melakukannya untuk keadilan, tapi dia di salahkan dan di cap sebagai makhluk paling berdosa di dunia. Tak seorangpun menghormati niat baiknya. Tapi dia tetap berdiri di medan perang. Memandang dewa dengan keberanian dan berhasil membunuhnya.
Astaroth yang hanya bisa memandangi punggung tuannya pada saat itu. Lalu dia menyadari bahwa tuannya telah menepati janjinya. Dia telah berhasil membunuh dewa untuknya.
"My lord tolong jangan pergi lagi. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu meninggalkan kami lagi. Aku akan selalu melindungi mu apapun yang terjadi. Aku bersumpah atas namaku my lord"
...tbc...
__ADS_1
—mtchagrl