
"Selamat sore Freya,Tante juga sangat senang bisa bertemu denganmu.Mari kita masuk ke dalam,Tante akan tunjukkan kamar kamu sayang,mari." Ajak ibu armaan dengan ramah sembari merangkul pundak Freya.
"Maafkan saya jika kedatangan saya kemari tanpa sepengetahuan Tante terlebih dahulu,Freya jadi tidak enak sama Tante." ucap Freya
"Tidak perlu merasa sungkan nak Freya,tante senang kok kamu datang kemari.Karena Tante akhirnya bisa punya teman ngobrol.Kamu mau kan jadi teman Tante?" tanya ibu dokter Armaan dengan santai
"Pasti Tante,Freya mau sekali menjadi teman Tante disini." jawab Freya dengan riang.
Memperhatikan kedekatan yang terjalin diantara ibunya dengan Freya, membuat Armaan diam diam tersenyum saat mengikuti ibunya dari belakang untuk menunjukkan letak kamar Freya.Armaan tidak menyangka bahwa ibunya akan secepat itu dekat dengan orang luar yaitu Freya.
Armaan tahu betul bagaimana sifat ibunya itu,dia jarang sekali akrab dengan teman perempuan yang biasa diperkenalkan oleh Armaan padanya.
__ADS_1
Tapi sekarang Armaan menyadari bahwa ibunya itu sangat menyukai Freya dan juga kepribadian lembut wanita itu.
Setelah beberapa menit berjalan sembari berbincang bincang,ibu armaan pun berhenti di sebuah kamar tidur kosong tepat di sebelah kamar Armaan yang terletak di lantai dua.
"Nak Freya, mulai sekarang kamar ini akan menjadi tempat tinggalnya.Tante harap kamu akan betah tinggal disini." ucap ibu armaan sembari membuka pintu kamar tamu untuk Freya.
Setelah pintu kamar dibuka, Freya dibuat takjub dengan kamar tidur berukuran luas yang diisi dengan satu ranjang tidur bertiang yang disekelilingnya berhiaskan kelambu, lukisan kuno dari abad pertengahan Eropa, sebuah televisi LED , pendingin ruangan dan satu kamar mandi bersih yang lengkap dengan segala isinya.
"Kamarnya luas dan nyaman banget Tante, Freya beruntung bisa tinggal di kamar ini." ucap Freya yang membuat ibu armaan merasa senang.
"Oke Tante,terima kasih." jawab Freya patuh
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu Tante ke bawah dulu ya Freya, Armaan jangan lupa tolong kamu bantu nak Freya untuk memasukkan semua koper kopernya ke dalam kamar." perintah ibunya
"Siap ma." jawab Armaan
Setelah ditinggal oleh ibu armaan,Armaan pun segera mematuhi perintah ibunya dengan membantu Freya dalam memasukkan semua koper kopernya ke dalam kamar dan meletakkannya di dekat lemari agar mempermudah Freya dalam meletakkan semua pakaiannya ke dalam lemari.
"Nona Freya,anda pasti merasa capek setelah perjalanan kita tadi.Kondisi tubuh anda juga belum sepenuhnya pulih, lebih baik anda beristirahat sekarang.Saya akan membangunkan anda nanti ketika tiba waktu untuk makan malam." ucap Armaan
"Baik dokter, terima kasih untuk semuanya." ucap Freya
Setelah Armaan keluar dari dalam kamarnya,Freya segera mengunci pintu kamarnya untuk meluapkan perasaan kecewa serta sedihnya yang sedari tadi ia tahan dihadapan Armaan.Dalam kamar yang besar dan sunyi itu,terlihat Freya tengah menangis diam diam.
__ADS_1
Freya merasa sangat sedih karena ia tidak bisa melahirkan dan menjaga calon buah hatinya dengan selamat dan baik baik saja.Freya merasa sangat sedih karena ia hanya diberikan waktu yang sangat singkat untuk menjadi seorang ibu dari anak kandungnya sendiri.
Dan semua itu terjadi karena perbuatan zervano!dan untuk itu diam diam Freya berjanji untuk tidak akan pernah memaafkan zervano.