
Freya sadar bahwa selama ini ia sudah memiliki hutang Budi yang sangat besar kepada Armaan dan juga ibunya.Berkat pertolongan dan juga kebaikan Armaan,ia masih diberikan hidup setelah mengalami tabrak lari itu.Berkat pertolongan dan juga kebaikan Armaan pula,ia memiliki tempat untuk bernaung.
Mungkin jika ia mau berbesar hati untuk memenuhi permintaan ibu armaan dengan menerima perasaan putranya serta bertunangan dengannya,ia bisa membalas semua hutang Budi yang telah diberikan Armaan dan juga ibunya.
Lagipula sekarang,ia sudah bertekad untuk hidup tanpa bayang bayang zervano.Mungkin dengan bertunangan dengan Armaan,ia bisa melanjutkan kehidupannya kembali.
"Baiklah Tante,Freya akan menerima permintaan Tante untuk menerima perasaan dokter Armaan kepada Freya.Freya mau bertunangan dengan dokter Armaan,tante.freya mau menjadi pendamping hidupnya." ucap Freya setelah lama mempertimbangkan keputusannya dan membuat ibu armaan bersyukur bahagia.
"Alhamdulillah ya tuhan.Freya apakah kamu yakin dengan keputusan kamu nak?" tanya ibu armaan sekali lagi
__ADS_1
"Iya Tante Freya yakin." jawab Freya
"Baiklah kalau begitu,ibu akan segera memberitahu kabar bahagia ini kepada Armaan.Lalu ibu akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk pertunangan kamu dengan Armaan malam ini." ucap ibu armaan bahagia
"Iya Tante,tapi_sebelum Freya melanjutkan hubungan ini ke tahap pernikahan,Freya mohon ijin kepada Tante untuk mengurus perpisahan Freya dengan suami Freya.Freya tida ingin bayang bayang dari masa lalu Freya akan membawa masalah di masa depan nanti." ucap Freya
"Ibu mengijinkan kamu untuk mengurus perpisahan kamu dengan suami kamu nak Freya.Terima kasih karena kamu sudah mau menerima perasaan anak ibu, sayang." ucap ibu armaan berterima kasih
Sementara itu di turki,zervano dan adam menjalani kehidupan mereka dengan hampa tanpa ditemani oleh Freya.Semenjak di tinggal oleh Freya,zervano dan adam berubah menjadi pribadi yang pendiam dan pemurung.
__ADS_1
Mereka berdua jarang menghabiskan waktu dengan banyak orang dan lebih memilih untuk mengurung diri mereka di kamar masing masing sembari melihat dan menangisi foto Freya.
Sudah tiga tahun Freya tidak kembali ke rumah,dan itu membuat zervano dan juga adam sangat merindukan sosok Freya.Bahkan zervano telah menugaskan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Freya ke berbagai tempat,namun sampai saat ini juga,tidak ada satupun informasi yang bisa memberitahu zervano dimana keberadaan Freya saat ini.
Setelah di beritahu akan setujunya Freya untuk bertunangan dengannya dari ibunya, Armaan sengaja kembali ke rumah lebih cepat untuk bertemu dengan Freya untuk memastikan kembali keputusannya.
Armaan tidak ingin keputusan Freya yang setuju bertunangan dengannya terjadi karena terpaksa.Bagaimanapun juga bagi Armaan, kebahagiaan Freya adalah hal yang utama di atas kebahagiaannya.Dan ia rela melakukan apapun untuk membuat Freya bahagia meskipun ia harus merelakan kebahagiaan nya sendiri.
"Freya, bolehkah aku masuk dan berbicara sebentar denganmu?" tanya Armaan setelah mengetuk pintu kamar Freya yang sedari tadi terbuka.
__ADS_1
"Tentu dokter, silahkan masuk." ucap Freya mengijinkan dan membuat Armaan segera masuk menghampiri Freya di dalam kamarnya.
"Nona Freya aku dengar dari ibu kalau malam ini kita berdua akan melangsungkan pesta pertunangan.Pertanyaanku adalah apakah kau yakin ingin bertunangan denganku? apakah keputusan yang kau ambil ini benar benar berasal dari keinginan hatimu, nona Freya?" tanya Armaan