
Dua hari setelah dirawat intensif di rumah sakit,dokter akhirnya mengijinkan Adam untuk pulang ke rumah setelah ia memastikan bahwa kondisi anak itu sudah stabil.Adam yang merasa sangat senang karena dirinya diijinkan pulang ke rumah oleh dokter, seketika meminta Freya untuk ikut bersamanya pulang ke rumah.
Mendengar permintaan putranya itu benar benar membuat Freya merasa tidak nyaman mengingat bahwa ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak lagi menginjakkan kakinya ke rumah zervano,dan lagi ia sudah terlalu lama pergi meninggalkan dokter Armaan sendiri di rumah dinasnya.
Freya tidak tahu apa yang akan dokter Armaan pikirkan tentangnya jika ia kembali pulang ke rumah zervano.Namun di sisi lain Freya juga merasa sangat cemas dengan kondisi Adam yang baru pulih dari sakitnya.
Freya merasa cemas dengan kondisi Adam yang sewaktu waktu bisa menurun kembali jika keinginannya itu tidak bisa dipenuhi.Kecemasan yang terlihat jelas di wajah Freya,tanpa sadar diketahui oleh zervano.
Melihat kecemasan yang tengah dirasakan oleh Freya saat ini, membuat zervano mengerti dengan kebimbangan yang sedang Freya hadapi mengenai keinginan putranya yang ingin ia ikut bersamanya untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
Zervano sadar bahwa setelah ia meragukan kesetiaan Freya,gadis itu pasti menolak untuk kembali pulang ke rumah.Untuk itu sebisa mungkin,zervano berusaha menjelaskan kepada Adam agar tidak memaksa Freya untuk ikut pulang ke rumah bersama mereka.
"Sayang,Adam pulang ke rumah sama papa ya?Kasihan bunda, dia masih belum bisa istirahat yang cukup saat menjaga Adam disini.Bunda pasti merasa capek.Tolong biarkan bunda sendirian dulu ya sayang?" pinta zervano sembari berusaha untuk meminta pengertian dari putranya.
"Tidak mau,Adam mau bunda ikut pulang bersama kita papa.Adam mau bersama bunda." jawab Adam yang bersikukuh dengan keinginannya.
"Zervano,sudah!Tidak apa apa,aku akan ikut pulang bersama kalian ke rumah." Jawab Freya kemudian yang langsung membuat Adam melompat kegirangan karena bahagia.
"Sama sama sayang" jawab Freya
__ADS_1
Sebelum Freya benar benar pergi dari rumah sakit,ia terlebih dahulu menghubungi Armaan untuk memberitahunya bahwa ia akan mengantar putra sambungnya untuk kembali ke rumahnya.
Mendengar perkataan Freya yang ingin mengantar putra sambungnya kembali ke rumah,membuat Armaan tersenyum getir dengan situasi saat ini.
Armaan merasa sedih karena meskipun Freya berniat untuk tidak menginjakkan kakinya lagi ke rumah zervano ataupun kembali ke kehidupan zervano, namun takdir dan keadaan selalu membuat Freya terikat dan terlibat dengan kehidupan zervano.
Sementara itu di sepanjang perjalanan yang akan menuju ke rumahnya,zervano tidak henti hentinya mencuri curi pandang ke arah Freya di tengah tengah menyetir mobilnya.Jauh di dalam lubuk hatinya,ada rasa bahagia di hati zervano saat mengetahui wanita yang sangat ia cintai mau pulang ke rumah meskipun itu semua karena permintaan putranya.
Bagi zervano dengan pulangnya Freya ke rumah saat ini sudah sangat membuat rasa rindu akan kehadiran wanita itu di dalam rumahnya terobati,mengingat sudah tiga tahun lamanya Freya pergi meninggalkan rumahnya.
__ADS_1
Zervano yang tidak ingin kesempatan pulangnya Freya ke rumahnya sia sia,ia pun segera menghubungi nilufer untuk merapikan rumahnya dengan sebaik mungkin dalam menyambut kedatangan Freya.
Setelah berkendara selama tiga puluh menit di jalan,mobil yang dikendarai oleh zervano pun akhirnya tiba di halaman depan rumahnya.Ia pun segera bergegas keluar dari dalam mobil untuk membukakan pintu mobil bagi Freya dan juga Adam.