mentari senja

mentari senja
episode 1 #pertemuan


__ADS_3

Pernah terjadi didalam kehidupan yg namanya suka, duka, sedih, bahagia, putus asa, pasrah, hingga tak mudah untuk bangkit kembali. Namun itulah kehidupan yang tak pernah berjalan dengan satu rasa, yang tak pernah berputar dengan satu mode... Seperti pelangi yang takkan indah hanya dengan satu warna... Dan inilah pelangi hidupku


.......


Namaku Elisa lebih lengkapnya Elisa Natasya,umurku 17 tahun, aku tinggal di jakarta dan aku baru duduk di bangku kelas 2 SMA, orang bilang masa masa SMA adalah masa-masa yang paling menyenangkan namun beda halnya dengan diriku, menurutku masa 2 SMA adalah masa masa yang membosankan karena aku SENDIRIAN.......


Berjalan sendiri, kekantin sendiri, belajar sendiri, karena itulah SMA itu membosankan karena aku tidak mempunyai yg namanya teman.


....


Suatu ketika aku sedang berjalan menyusuri tepi sungai di senja hari(sendirian tentunya), aku berjalan sambil mendengarkan musik menikmati indah nya senja, angin sepoi-sepoi menghembus halus rambutku, daun-daun yang tak berhenti berjatuhan membuat suasana menjadi riang.


"haaa....sejuknya" ujarku dalam hati sambil memejamkan mata.


"indah ya" ujar seseorang.


Aku pun terkejut dan melihat ke samping kiri ku, ternyata dia adalah seorang laki laki, aku pun membalas ucapannya.


"iya indah..."

__ADS_1


Sambil melihat kearah matahari terbenam, kami pun diam sejenak, entah dia mulai merasa canggung dengan suasana itu,dia pun memulai percakapan dengan bertanya siapa namaku


"nama mu siapa?"


Aku pun melihat ke arahnya tapi tidak menjawab pertanyaannya,dan langsung memalingkan muka lalu pergi meninggalkan dia.


"hei hei hei"


Dia terus memanggilku namun dia tidak mengejarku,saat aku sudah mulai jauh darinya,dia pun berteriak


"DASAR SOMBONGGG"


Sambil menghela nafas aku mamasangkan earphone ditelingaku, hari itu pun berlalu, dan begitulah pertemuan pertama kami yg berlalu dengan terbenamnya matahari.


Pada hari senin, disaat aku sedang berjalan menuju kelas tiba tiba terasa perasaan familiar yang menggelegar dengan sekejap tubuh ku merinding dan berkeringat dingin, aku memandang ke sekitarku seperti orang gila, namun aku tidak melihat sesuatu pun yang aneh, dengan ketakutan yg telah menguasai diriku aku berlari secepat mungkin menuju kelas dan duduk dimeja, membayangkan sesuatu yg amat mengerikan, sesuatu yg sudah menghantuiku selama bertahun tahun.


Disaat diriku larut dalam ketakutan, bel pun berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai, semua murid memasuki kelasnya, keheningan pun pecah dengan kegaduhan murid-murid. Ada yg sedang bercanda, ada yg sedang curhatlah, dan ada pula cewek-cewek alay yg ribut akan cogan. Sedangkan aku hanya duduk diam seorang diri dibangku bagaikan maneuqin, begitulah suasana didalam kelas 2 ipa 1.


Selama menunggu kedatangan guru,tiba-tiba andy sang ketua kelas berseru

__ADS_1


"semuanya diam,pak hendri sudah datang"semuanya pun kembali ke tempat duduknya masing-masing.


(pak hendri adalah seorang guru yg berumur sekitar 29 th berkulit kuning langsat, hidung mancung, rambut hitam, dan lumayan tampan, beliau merupakan wali kelas 2 ipa 1) dan seperti kata andy, pak hendri pun memasuki kelas.


Sang ketua pun menyiapkan kelas


"perhatian semua!siaaap grak"semua berdiri


"beri salam"lanjut sang ketua, serempak siswa mengucap salam.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu"


"Waalaikumsalam wr......wb....."sahut pak hendri.


"tegak grak"tegas sang ketua.


Pak hendri pun memulai kelas dengan sebuah pemberitahuan.


"baiklah anak-anak kelas 2 ipa 1. Hari ini kalian kedatangan murid baru dia pindahan dari Aceh, karena dia sudah jauh-jauh kemari kalian semua jangan menyusahkan dia. Mengerti!"

__ADS_1


"mengerti pak" jawab anak kelas.


"baiklah,silahkan masuk" lanjut pak hendri yg menyuruh murid pindahan itu masuk.


__ADS_2