
Kring.. Kring..
Tanda pergantian pelajaran selesai.
"baiklah anak anak cukup sekian pelajaran kita hari ini, sampai jumpa di lain hari" ibuk ares mengakhiri pelajarannya.
"terimakasih buk" seru semua murid.
ibuk ares pun pergi meninggalkan kelas.
Seperti biasa aku membereskan mejaku seusai pelajaran.
"guys berita bagus, pak khanal tidak datang hari ini wuhuuuuuu" kata si fino yg barusaja dari kantor dewan guru.
"horeeeee..." semua murid kegirangan.
"yaudah karena kita bebas hari ini mari kita bermain...!" lanjut fino sambil berjalan keluar kelas.
semua siswa pun pergi meninggalkan kelas termasuk dito kecuali aku, aku hanya duduk dikelas sambil mendengarkan musik serta bersandar dikursiku dan memejamkan mata. Dito yg berjalan di luar kelas sempat melihatku lewat jendela namun dia tidak berkata apa apa dan pergi meninggalkan kelas.
Aku tak bergeming dari mejaku dan disela-sela mendengarkan musik aku yg hampir ketiduran tiba-tiba terkejut dengan rasa dingin dipipiku, ketika aku membuka mata ternyata itu adalah botol minuman yg ditempelkan dito dipipiku.
"hah.." kaget,
mataku terus melihat kearahnya.
"apaa..?" dia bertanya sambil tertawa dan duduk disebelahku.
Mendengarnya aku pun tersadar dan memalingkan wajahku.
"nih..buat lo" dia berkata sambil menyodorkan botol minuman yg dia tempelkan di pipiku tadi.
"ga usah "aku menolaknya.
__ADS_1
"udah ambil aja" dia mengambil tanganku dan menggenggamkan botol itu ditanganku.
aku mengerutkan kening dan melihat ke arahnya.
"udah..gc usah banyak tingkah"kata dito.
Aku pun berkata
"siapa juga yg...."
Tiba-tiba aku terdiam, teringat akan kejadian yg tadi
"yg tadi itu....maaf"aku berbicara dengan menundukkan kepalaku.
Dia pun bengong melihat ke arahkan. Aku yg menyadari itu langsung memalingkan wajahku karena malu.
"hahh..." dia pun terkekeh.
"apa? lo tadi bilang apa?" katanya sambil menahan tawanya.
"ppftt......hahahahah..gak nyangka gw orang kayak lo bisa minta maaf juga. Hahhahhahah".
Mendengarnya aku langsung menjawab
"kenapa juga aku ga bisa, aku kan juga manusia sifat manusiawi itu tertanam di diriku!aku bisa minta maaf, bisa berterimakasih, bisa bersimpati!" kataku tegas sambil melihat kearahnya.
dia pun berkata
"terus kenapa gc bisa senyum?"
sambil mengangkat sudut mulutku untuk membuatku seperti tersenyum :) dengan dua jari telunjuknya.
Aku pun terbelalak dan menepis tangannya.
__ADS_1
"emangnya kalo ga senyum bukan manusia?" ucapku sambil memalingkan wajah dan meminum minuman yg tadi dia berikan.
Dia membalas
"ya gc gitu juga sih, tapi senyumkan sedekah!" dia berbicara dengan menghadapkan wajahnya kedepan mukaku sambil cengar cengir.
Aku melihatnya dan berdesis
"cihh"
Lalu aku memasangkan earphone ditelingaku dan memejamkan mata.
"hah..." desusnya dengan memutar mata.lalu berkata
"ayolahh..." sambil menarik heandset ku.
"duhh...apaan sih" kataku jengkel.
Dia tak peduli dan memasangkan heandsetku di telinganya sambil menggoyang-goyangkan kepalanya seolah mengejekku.
Aku pun tercengang dan...
"bodo amat ah" ujarku.
Ditto terus mendengarkan musikku sambil memejamkan mata, sepertinya dia menikmatinya.
Tak lama kemudian bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,aku tersentak dan memalingkan wajahku kearah ponselku.
1 2 3....
'tring'
bunyi pesan masuk.
__ADS_1
"hah..." hela nafasku terasa berat.
Dengan tangan gemetaran aku mencoba mengambil ponselku dengan pelan-pelan. Ditto tidak menyadarinya dan bahkan dia tidak menyadari bahwa bel sudah berbunyi.