mentari senja

mentari senja
episode 3 #secercah perubahan


__ADS_3

Jantungku berdetak kencang keringat ku terus bercucuran, kaki ku lemas sehingga tak mampu berdiri sehingga aku terjatuh kelantai. Aku terus memegang dadaku yg terasa sesak, nafasku terengah-engah. Dito yg panik terus bertanya-tanya.


"apa? apa? kamu nggak papa? berdiri dulu berdiri dulu!"


Sambil terengah-engah aku menjawab.


"nggak!nggak papa!" aku juga menepis uluran tangannya.


"duh....! kenapa sih? siapa sih yang kirim pesan?"dito bertanya sambil berjalan kearah meja hendak melihat teleponku.


Aku yg panik pun refleks berdiri dan merangkul handphone ku. Dan berteriak kepadanya


"Bukan urusanmu"aku berteriak panik" urus saja urusan mu kenapa kamu terus menggangguku!"


Aku terus berteriak.


"aku bahkan nggak kenal sama kamuu kenapa kamu terus mengoceh disampingku" lanjutku.


"nggak itu aku..a.aku..." jawab dito tergagap-gagap.


Aku yg hampir menangis langsung berlari menuju toilet. Dito pun berkata


"eh tunggu tunggu...tunggu ELISAAA" sambil berteriak.


"ampun deh apasih salah gue?! Gw kan cuma khawatir!"dito keheranan.


Sementara aku terus berlari orang-orang melihatku namun aku tidak memperdulikannya aku terus berlari kearah toilet, untungnya tidak ada orang disana.


Aku masuk dan langsung mengunci pintu dan menangis tanpa suara sendirian, takut, bingung, putus asa, semuanya datang menghampiriku secara bersamaan.


Sebenarnya teror ini sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir, tapi tidak ada satu pun yg tau karena aku terus diam dan memendamnya sendiri, kejadian ini bermula seusai kecelakaan yg kualami saat duduk dibangku 3smp, dan kehilangan sebagian besar ingatanku.


Sementara itu dikelas.


Dito yg kebingungan terus diam dibangkunya. Tiba-tiba mika dan fitri memasuki kelas dan mereka terkejut saat melihat dito seorang diri, mereka langsung histeris.


"omg.....gimana nih gimanaa?" tanya mika yg kegirangan kepada fitri.


"nggakk tauu....." jawab fitrii yg ikut kegirangan.


"fit..fit lihat deh!udah oke belum gue?!"

__ADS_1


Mika kembali bertanya sambil membenarkan rambutnya,fitri mengangguk-ngangguk sambil mengangkat kedua jempolnya, mereka pun menghampiri dito.


"hayy ditt ngapain kok bengong?!" tanya mika


"iya nih,emangnya tadi gak kekantin?" fitri pun ikut nimbrung.


"ah uh ohhh....nggak kok nggak kenapa-kenapa!" jawab dito gagap karena terkejut.


"ihhh....gemezz deh" kata mika sambil mencubit pipinya dito.


"uh.."dito terkejut dengan perlakuannya si mika.


lalu tiba-tiba masuk lah segerombol anak cowok-cowok, mika yg kaget refleks melepaskan tangannya.


"wahh...kalian habis ngapain tu"kata si fino.


"nggak..kita nggak ngapa-ngapain kok,ya kan dit?"kata si mika panik.


Dia trauma dengan panggilan cewek centil, jadi dia takut itu terulang kembali saat reputasinya sudah membaik.


Dan dito pun menjawab


'kring kring' bel tanda masuk kelas pun berbunyi.


"haish....bel gila baru aja masuk udah bunyi aja"kata si poby yg geram akan bel.


"diam diam buk aresno udah jalan tuh, jadi harap duduk dimeja masing-masing"kata siandy yg baru masuk.


"hah.....kapan sih buk ares taubat dari ketertibannya?"kata si fino yg kesal.


Semua murid pun duduk ditempatnya masing masing.


Dito melihat kearah tempat duduk elisa dan melihat kearah pintu


"kemana sih kok belum balik?"


"selamat siang anak anak" salam buk ares yg sudah memasuki ruang kelas.


"siang buk" jawab murid murid serentak.


"baiklah"

__ADS_1


TAMM


ibuk ares meletakkan buku dimeja.


Murid-murid pun terkejut.


(ibuk ares terkenal dengan kesidiplinannya dia benci akan kelalaian)


"keluarkan semua buku kalian, kita mulai pelajarannya." lanjut buk ares.


kemudian


"assalamualaikum" salamku di depan pintu


"darimana saja kamu, kamu tau sekarang jam berapa?" tanya buk ares dengan nada marah.


"maaf buk,saya menyesal" kataku.


"hahhhhh"buk ares menghela nafas panjang.


"Baiklah karena ini keterlambatan pertamamu jadi ibuk maafkan" kata buk ares.


"terimakasih buk" jawabku.


"tapiiiiiiii kalau terlambat sekali lagi, heuhh kamu tau akibat nyaa" lanjut buk ares.


"baik buk, saya tak akan mengulanginya" jawab ku.


"duduk" ibuk ares menyuruhku duduk.


"terima kasih buk" sahutku.


Aku pun berjalan menuju tempat dudukku perasaan ku aneh karena semua melihat ke arahku mungkin karena aku tidak terbiasa, aku pun duduk dibangku ku. Namun dito tidak menghiraukanku bahkan tidak melihat kearahku, mungkin dia masih marah soal yg tadi. Aneh biasanya aku tidak peduli tapi entah kenapa aku tidak enak karena telah berteriak kepadanya, ya tapi terserahlah. Aku mengeluarkan buku dan menyimak pelajaran.


*haloo semua saya WR author novel ini


saya baru dalam hal menulis dan ini adalah novel pertama saya.saya masih duduk dibangku kelas dua SMA jadi harap dimaklumi jika cerita ini terlalu kaku


heehheheehe


terimakasih banyak***

__ADS_1


__ADS_2