mentari senja

mentari senja
episode 10 #kerja kelompok 2


__ADS_3

Meninggalkan masalah lukanya angga, kami larut dalam tugas yg di berikan buk siti. Mereka berdua terlihat cukup pintar, karena selama belajar mimik wajah mereka sangat serius.


Baju telah ku ganti dan sekarang aku kembali menuju dapur untuk mengambil minuman dan beberapa cemilan.


"minum dulu ni." meletakkan nampan di atas meja


"angga mau ganti? Bisa sama baju papa atau sama baju aku juga boleh, ada yg baju cowok kok"


"gak, gak usah" balasnya cuek


"emang nyaman?" tanyaku lagi


"nyaman"


"hmm....yaudah."


"ditto, makan nih" kataku sambil menjulurkan semangkok cemilan ke arahnya. Dia hanya 👌 tangannya.

__ADS_1


Sangat lama kami diam tanpa bicara dan hanya fokus pada tugas kami masing-masing. Sesekali kami berkompromi setelah itu sibuk sendiri lagi. Jam sudah menunjuk pukul enam sore, ditto dan angga pun sudah bersiap untuk pulang, tiba-tiba bel rumahku berbunyi. Kami bertiga serempak melihat kearah pintu kemudian saling pandang.


"siapa sa?" tanya ditto.


"mana ku tahu." jawab ku, dan berjalan menuju pintu di ikuti oleh angga dan ditto. Ketika membuka pintu alangkah kagetnya aku, ternyata itu adalah orang tuaku. "MAMA"


"sayang... Mama pul..." mamaku terdiam saat melihat ditto dan angga di belakangku.


"ah... Ini ditto dan angga ma. Teman sekelasku"


"sore. Tante" salam mereka bersamaan.


"ga usah tante, gak papa" ditto menolaknya dan angga mengangguk.


"iya ma, udah malam juga." sahutku


"ya kan mama ajaknya makan malam, ya iya lah waktu malam. Lagian mereka kan cowok ga papa lah pulang malam, kecuali kamu yg cewek." kata mama menowel hidungku.

__ADS_1


"benar kata mama mu. Papakan juga mau ngobrol banyak sama temanmu ini." gabung papa sambil memasang senyum misterius.


Ditto dan angga nampak menelan ludah.


"apaan sih pa. Mereka takut kan jadinya, liat senyum papa." tegurku pada papa, sedangkan meraka hanya senyum kaku.


Akhirnya mau tak mau mereka jadi ikut bergabung dalam makan malam keluarga ku. Aku membantu mama menyiapkan makanan di dapur, meninggalkan kedua temanku itu di ruang tamu bersama papa.


#Di dapur#


"katanya pulang malam ma, kenapa jadi sore?" tanyaku pada mama.


"papa khawatir sama kamu. Jadi setelah beramah tamah sebentar langsung pulang. Gak tahu kamu di sini bersenang-senang" senyum mama. "akhirnya kamu membuka diri lagi ya nak, mau senang kamu punya teman lagi."


Aku hanya membalas dengan senyum. Aku tahu mama selama ini khawatir melihatku yg terus mengurung diri dalam belenggu masa lalu sehingga tak pernah lagi menyinggung yg namanya teman setelah kecelakaan yg merenggut sebagian ingatan ku. Mama papa juga menjadi salah satu alasan aku kembali membuka diri. Aku ingin mereka bahagia menikmati masa pensiunnya tanpa harus mengkhawatirkan anak bermasalah mereka ini.


Bagai air hujan yg sudah jatuh kebumi yang tak mungkin lagi dapat di kembalikan ke langit. Begitu pula masa lalu yang tak akan pernah bisa di ulang lagi bahkan sampai kucing memiliki tanduk pun. Jadi alih-alih memikirkan masa lalu, lebih baik memikirkan masa depan. Jadi kan lah masa lalu mu sebagai panutan untuk menjadi lebih baik ke depannya.

__ADS_1


yap yap terima kasih buat yg udah baca walau hanya 1-3 aja :'(


__ADS_2