
Setelah menata makanan di atas meja, aku menuju ruang tamu memanggil papa, ditto, dan angga. Di meja, Mereka makan dengan canggungnya, tak lupa di bumbui dengan tatapan papa yg mengamati. Di saat kami sedang makan dalam diam tiba - tiba papa menanyakan suatu pertanyataan yg tak terduga.
"di antara kalian, siapa yg akan menjadi menantu saya?"
"uhuk uhuk uhuk"
Pertanyaan tiba-tiba papa membuat mereka tertohok. Aku pun sama kagetnya dengan mereka begitu juga mama, dengan sengaja aku memukul lengan papa sangat keras sampai papa merasa kesakitan dan mengelus-elus tempat di mana aku memukulnya.
"apaan sih pa? Pertanyaan aneh apa itu? Dasar! Maaf ya, papaku memang aneh ga usah ditanggapi" kataku sembari menjulurkan tisu ke hadapan mereka. Mereka hanya tertawa canggung.
"udah lanjut aja makannya, gausah dengerin om-om aneh itu." mama membantu memperbaiki suasana.
"lah siapa yg aneh. Papakan cuma memastikan, papa ga mau anak satu-satunya kita itu jadi korban di tengah jalan." bantah papa.
Mendengar perkataan papa, aku hanya
menarik nafas dalam sambil memutar mata.
"udah, Makan aja." ucapku tanpa suara pada dua bocah yg sedang bingung itu.
Mereka pun melanjutkan makannya walau berlangsung dengan hati tidak nyaman. Akhirnya makan malam selesai, mereka pun pulang. Setelah mengantar mereka sampai kedepan pintu, aku langsung menuju kamarku, duduk di meja belajar sambil memegang ponsel. Karena meja belajarku itu berada di depan jendela dan rumah kami yg hampir berdempetan dengan tetangga, jadi dengan mudahnya aku dapat melihat ke kamar sebelah rumahku itu. Namun, di saat aku melamun sambil menatap keluar, aku kaget ketika melihat lampu kamarnya menyala karena selama ini rumah itu tak berpenghuni.
__ADS_1
ada penghuni barukah?
Dan aku tambah kaget saat tetangga itu menyibak gordennya. Ternyata penghuni kamar itu adalah ANGGA WIJAYA.
Aku menatapnya penuh dengan kebingungan. Sementara dia hanya sedikit melambai dengan wajah datarnya cuma sedikit senyum kaku pada akhirnya setelah itu kembali menarik gordennya.
Aku yg sudah di penuhi penasaran langsung membuka laptop dan mengiriminya pesan :
Elisa : Kamu ngapain di sana?
Angga : tidur
Elisa : bukan itu maksudnya, maksudnya itu ngapain kamu di rumah itu.
"rinci sekali, padahal cukup bilang rumahnya."
Elisa : kenapa tadi gak bilang?
Angga : gak ada yg tanya
Elisa : ... Harus di tanyakah?
__ADS_1
Angga : iya.
Elisa : jangan lupa tugas. Bye
Angga : 👍
"hah... Apaan ini, sok cool banget." gerutuku kesal saat melihat balasan apa adanya angga.
Sementara #di rumah angga#
"dia gak tahu. Padahal ku kira dia penguntit saat turun taksi tadi karena tepat di rumahku, gak tahunya malah ke rumahnya yg ada di sebelah. Hah... Kegeeran." gumam angga sebelum larut dalam tidurnya.
#kamar elisa#
"Hah... Ternyata berubah itu gak gampang ya. Berat banget rasanya tatapan asing orang-orang itu, yah tapi mau gimana, aku harus mengakhiri masa membosankan ini, punya teman asik juga. Ditto orangnya ceria, sedangkan Angga anaknya kaku. Angga... Kalau dilihat dia mirip sifatku yg kemarin, tapi apa aku juga semenyebalkan dia?. Akh... Udahlah, apa sekali berubah itu aku jadi secerewet ini. (menatap langit kamar) selamat malam hari ini, sampai jumpa hari esok." setelah mengucap perpisahan pada hari ini, aku pun terlelap dalam mimpi.
ELISA NATASYA
__ADS_1
DITTO RAHMANA