mentari senja

mentari senja
episode 6 #preman


__ADS_3

Ngiiingggggggggggg BRUKKK


"hah..hah..hah.........


ternyata mimpii.


"hahhh"


Sekujur tubuhku penuh dengan keringat. Selintas teringat kembali di benakku akan mimpi yg tadi, begitu mengerikan begitu nyata seakan aku bisa merasakan sakitnya tapi lagi lagi hanya bayangan hitam yg muncul ketika aku berusaha mengingatnya. Suara apa? tabrakan apa? siapa? dimana? apakah itu pernah terjadi? aku gak tahu!


Pernah sekali aku menanyakan hal ini pada ibuku namun ibu tak pernah menjawab dan hanya mengelak dengan berkata


"sudahlah nak...ada beberapa hal dimasa lalu yg sebaiknya dilupakan untuk kebaikan dimasa depan!".


Setelah mendengar perkataan ibuku aku semakin yakin bahwa ada suatu kejadian penting yg aku lupakan tapi kenapa? kenapa aku lupa? Kadang aku merasa tidak adil, kenapa tuhan kenapa? Ini adalah ingatanku tapi kenapa hanya aku yg tak dapat mengingatnya kenapa orang lain lebih tahu lebih tahu dari pada pemiliknya.


Bukankah itu aneh? sudahlah aku lelah.


Tapi...gimana caranya aku pulang? seingatku tadi aku sedang duduk bersama dito lalu tiba-tiba kepalaku pusing dan...


Akhh aku lupa lagi sudahlah besok tanya dito saja, sudah jam 4:36 tidur aja bentar lagi.


Aku menarik selimut dan tidur.


Keesokan harinya, aku telah siap untuk berangkat ke sekolah. Aku turun kebawah dan sarapan setelah itu ketika aku sedang mengikat tali sepatu, ibuku berbicara kepadaku:

__ADS_1


"sayang...nanti mama sama papa mau ke bandung kerumahnya tante kiran mungkin pulangnya agak malam. Untuk makanannya sudah mama siapkan nanti kamu tinggal panaskan, gak papakan?"


"iyaa ma!"


"nanti kamu hati-hati dirumah, nyalakan tv gedein aja suaranya biar ga disangka ga ada orang kalau bisa ajak temen gih supaya gak sendirian bahaya loh gadis sendirian dirumah apalagi kamu cantik!"


"apaan sih ma! Aku berangkat ya. Dah mama dah papa, hati-hati dijalan nanti nya" ujarku sambil menyalami papa dan mamaku, aku pun berangkat.


"hati-hati sayang, awas penculikan" kata papaku.


aku pun berbalik melihat kearah papaku dan membalas:


"Ah elah paa aku udah 17 tahun kali!"


"ya tauk kan ada tuh om-om"


Papaku hanya tertawa, itulah papaku orangnya udah hampir 50an tapi tingkahnya masih aja kayak anak muda. Kata mama, dulu papa itu mantan anak gangster yg akhirnya taubat dan berubah profesi menjadi pilot dari situlah papa kenal mama yg dulunya adalah pramugari.


Itulah takdir yg tak kan bergeser meski sebesar butir pasir. Kini mereka berdua sudah pensiun, mereka menjalani keseharian mereka seperti orang kebanyakan, hidup bahagia.


(didalam bus)


Sekarang aku Elisa Natasya sedang berada disituasi yg tidak di sangka yaitu sedang duduk di sebelahku seseorang yg penampilannya mirip preman dengan tatto dimana-mana, umurnya kira-kira sekitar 20an tapi yg gawatnya preman ini *mesum


"adekkkk...mau sekolah ya?"dia bicara padaku.

__ADS_1


aku tak menjawab hanya menunjukkan sikap tak nyamanku. Namun dia tak menghiraukannya dan masih saja menggodaku, dia menyentuh dagu ku, akupun menampik tangannya sambil berkata


"apaan sih bang!! Lancang amat jadi orang!".


dia pun marah.


"berani loo ya sama gw,lo tau gw siapa?gw itu.."


"bg minggir dong"tiba-tiba seorang lelaki menyela omongan preman itu.


"apaa?"


kata preman itu bingung.


"minggir bang saya mau duduk"jawab lelaki itu santai.


"ini lagi bocah berani lo ya? Mau gw hajar"


"bang"


kata lelaki itu sambil memegang bahu preman itu.


"sebaiknya abg minggir aja deh atau gak abg mau di amuk warga?"


Dan ketika melihat ke sekeliling memang benar banyak warga disana sedang memperhatikan ke sini. Preman itu pun bangun dan berbisik ketelinga lelaki tadi

__ADS_1


"awas lo nanti.."


dia pun pergi dan lelaki itu pun duduk disampingku.aku melihatnya dia tidak bicara apapun aku pun begitu, karena sekolah masih jauh dan aku jenuh maka selama perjalanan aku membaca buku.


__ADS_2