
Lalu disaat aku hendak mengambil ponselku tiba-tiba murid lainnya masuk untuk mengambil tas mereka. Aku refleks menarik tangan ku dan menggenggamnya.
Ditto pun sadar
"oh udah bel.."katanya sambil melepaskan earphone.
"kenapa gc bilang?"dia bertanya padaku dan menyerahkan punyaku.
"oh..y..ya aku lupa,ma..maaf"jawabku tergagap-gagap.
dia tersenyum.
"apaan sih minta maaf segala,lalu ke...?"dia terdiam lalu melotot kearahku.
Aku pun berkata
"apaa?" Tapi dia tak berpaling dan tetap menatapku. Aku pun bigung
"apaan sih?"batinku.
setelah itu dia langsung dengan cepat mengambil ponselku
"hah!!!"aku terkejut.
"apa-apaan kamu...heyy..jangan!!" aku berusaha mengambil ponselku.
aku tidak menyadari bahwa masih ada murid di kelas dan mereka memandangi kami.
"ngapain mereka?"tanya poby ke fino.
"ga tau,gw juga heran"balas fino.
"dito kayaknya akrab deh sama si elis padahal kan mereka baru kenal, terus si elis yg biasanya kayak maneuqin itu bisa akrab gitu sama dito,itu baru sehari kenal lo...sedangkan sama kita yg udah bertahun-tahun. Jangankan akrab nyapa aja ga pernah ya kan?" tanya poby lagi ke fino.
"he euh.."jawab fino sambil mengangguk-menganggukkan kepala.
Terus kelain sisi,simika dan si fitri menatap dengan sinis saling berbisik.
"paan sih,patung kok gerak".
__ADS_1
"he euh"angguk fitri.
"udah ah jijik liatnya,mending pulang!"nada bicara mika naik lalu mengambil tas nya dengan kasar dan pergi meninggalkan kelas.
Semua murid pun sudah bubar hanya kami berdua yg tersisa.
Kembali ke alur...
Dito terus menatap dengan tatapan yg menusuk aku yg tadinya terus meronta ronta pun terdiam.
"udah??..."tanyanya.
"kalau udah sekarang diam ngerti".
Aku tak dapat berkata apa apa. Ketika dia hendak melihat pesannya akupun meraih tangannya sambil menatap seolah berkata
'jangan'.
Ditto menyadarinya sambil memindahkan tanganku dia berkata
"kamu tau penyebab banjir?"aku terbelalak heran.
"itu karena sampahnya tersumbat dan alasannya adalah tidak dibersihkan begitu pula masalah kalo tidak dicairkan nanti akan beku.jadi kamu(menepuk pundak elisa)kalo butuh teman berbagi aku siap!".
"nggak,aku gak butuh"jawabku.
"jadi kamu mau kena kanker?"kata dito.
Keningku mengerut
"kanker???"tanya ku heran.
"iya kanker,kan aku udah bilang kalo gc dicairkan nanti beku kan"dito tertawa.
"se bodo"kataku
"hahahhah"ditengah tawa dito tiba-tiba
'tring'
__ADS_1
Ponselku berbunyi. Ditto berhenti tertawa dan mengarahkan matanya ke ponsel dia pun melihat isi pesan tersebut.
tidak di kenal :
1)pulang sekolah aku anterin. Nanti kita main lagi kayak dulu naik ayunan, putar putar, tapi bedanya kita mainnya di tempatku. Jadi cepat cepat nyusul aku nanti aku tuntun. Aku baikkan tapi kok kamu tega sama aku.
2)tiap hari aku undang kamu, tapi kamu gak pernah datang padahal kamu yg kirim aku ke tempat ini. Dulu kamu bilang aku ini teman terbaikmu tapi sekarang kamu lupain aku. Kamu MONSTER yg kejam"
Dito melongo membacanya lalu menoleh ke arahku, aku menatapnya. Sambil berpaling aku berkata
"udah ga usah gitu juga,aku udah biasa kok" pertama kalinya aku merasa senang karena ada orang yg mau membaca pesan itu menggantikanku karena jujur aku mulai lelah dengan bunyi
'tring'
di ponsel.
Tapi momen itu hancur ketika dito berkata
"Kamu bunuh orang lis?"
Yg terlintas dipikiran ku adalah PISAU.
Dengan amarah aku berkata
"*******"
sambil memukulnya dengan sebuah kepalan.
"auw"
"ngaco lo, udah lah siniin hp gw"
Aku pun mengambil ponselku darinya.
"apa?"
Ketika melihat ponsel aku terkejut.
"pesan baru?" tanyaku dengan suara pelan.
__ADS_1
"hah?"
aku tak menghiraukannya dan membaca pesan barunya itu. Setelah membaca itu kepalaku terasa sakit.