mentari senja

mentari senja
episode 13 #pulpen


__ADS_3

Aku beralih ke Angga.


" kamu sudah siapkan? "


" sudah " jawabnya. Dia mengeluarkan beberapa lembaran kertas yang sudah disusun rapi.


" baguslah " Kataku.


Saat aku sudah berjalan beberapa langkah darinya, dia bertanya,


" mau kemana? "


" ke fotocopi, mau ngeprint punyanya si Ditto " jawabku.


" ohh... " Dia bangun dari duduknya, Lalu berjalan melewatiku menuju pintu.


" mau kemana? " tanyaku heran


" ke fotocopi " jawabnya


" ngapain? " dahiku berkerut


" emm.... Beli pulpen " jawabnya lagi.


" ooooo.... yaudah bareng aja " seruku padanya. Dia mengangguk. Akhirnya kami pergi bersama ke fotocopi.


Fitri yang sedari tadi memperhatikan, jengkel dibuatnya.


" itu ngapain sih si Elisa, malah sok-sokan akrab sama dua anak baru super tampan itu, I'm jealous" keluhnya pada Mika yang duduk disampingnya.

__ADS_1


" e e, aku juga kezell. Tapi ya mau gimana lagi, mereka aja maunya sama dia. Mau ga mau ya gitu " ujar Mika. " heran deh, kok bisa ya? Elisa berubahnya dadakan gitu, padahal dulu natap muka orang aja ga pernah. " lanjutnya.


" iya ya, selama inikan dia judes banget. " sahut Fitri.


" eh tapi aku pernah dengar gosip, katanya Elisa itu waktu SMP anaknya periang, populer juga. Gak ada orang yang gak kenal dia. "


" terus kenapa dia berubah? " benih gosip Mika mampu menarik rasa penasaran dari beberapa orang yang ada disekitar mereka.


" gak tahu juga. Yang pasti dia berubah setelah mengalami kecelakaan bersama temannya hingga amnesia. "


" Amnesia?!! " teriak beberapa cewek disana. Sampai menarik perhatian sekelas.


" sssttt.... Jangan keras-keras " tutur Mika.


" hahaha..... Sorry semua, gak ada apa-apa kok. " mereka mencoba untuk menetralkan lagi suasana yang tadinya sempat tegang.


" terus-terus? " mereka tetap tak mau lepas dari perihal Elisa itu.


" yahhhhhh..... Mika, asupannya setengah-setengah. " celetuk mereka rame-rame.


BRAAAK


Seisi kelas kembali kaget. Anita, cewek yang biasanya pendiam itu, tiba-tiba bangun sampai menjatuhkan kursinya. Dia berlari keluar kelas dengan terburu-buru. Hal itu memicu tandatanya pada semua yang menyaksikannya.


" eh... Si Nita itu agak aneh juga gak sih? "


Kata salah satu teman Fitri.


" iya, bener. Suram banget anaknya "

__ADS_1


" eh, tapi dia kenapa? kok tiba-tiba dobrak meja gitu. "


" Tau ah, eh kalian tahu gak katanya si A dari sekolah bla~bla~bla~ " gosip terus berlanjut sampai kemana-mana. Begitulah kalu anak cewek sudah berkumpul, bermula dari satu objek hingga bercabang kemana-mana, baik itu hal remeh maupun apapun tetap mejadi bahan gosip yang menyenangkan.


koridor


Aku dan Angga, kami sedang menuju ke tempat Fotokopi yang terletak tak jauh dari kelas kami. Dan saat berjalan bersamanya entah kenapa rasanya Deva Ju, benar! selama kami jalan bersama tak ada satupun percakapan yang terjadi, sama seperti perjalanan tadi pagi.


uh... kenapa canggung gini, kalau terus begini kapan hubungan kami akan berkembang. Baiklah, biar aku yang akan memulai percakapan.


" em... kamu mau beli pulpen yang kayak gimana? " seperti itulah aku bertanya yang sedetik kemudian langsung kesesali.


Ah... bodoh. kenapa aku tanya itu!? dari sekian banyak topik kenapa harus yang itu. bodoh bodoh bodoh!


aku tak henti-hentinya mengutuki diriku sendiri. Tapi hal yang berbeda dari perkiraanku terjadi. tadinya kukira dia akan mengejekku atau menertawaiku, tapi ternyata aku salah.


" Elisa " ucapnya.


" ya " karena malu aku menutup muka dengan kedua tanganku.


" apakah kamu tahu jenis-jenis pulpen yang dijual disana? "


" hah "


" karena kau bertanya seperti itu, sepertinya kau tahu banyak tentang pulpen, jadi aku meminta saranmu. Karena biasanya aku asal beli, tapi karena kamu sepertinya tahu banyak, aku akan mengikuti saranmu. apa kamu maniak pulpen? "


hah... dia mengejek atau apa, tapi wajahnya sangat serius, tidak mungkin dimengejek, tapi entah kenapa malah tambah kesal, maniak?!!


karena tak tahan aku mendaratkan jetos ke kepalanya,

__ADS_1


" kau yang maniak dasar oon, aku tidak mau canggung denganmu tapi kamu malah mengejek ku, Dasar!!! " teriakku sebelum lari meninggalkannya dibelakang.


" hah... apa aku salah bicara? " Kebingungan jadinya si Angga.


__ADS_2