Meraih Asa

Meraih Asa
kisah Akhir


__ADS_3

Azan subuh berkumandang, membangunkanku dari tidurku yang lelap, segera ku bangun dari pembaringan dan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. Setelah salat aku langsung bersiap membuat kue setelah beberapa hari libur karna kejadian itu.


“Mbak, Riris turut berduka cita,” ucap Riris


“terima kasih, Ris,” ucapku sambil tersenyum


Kami melanjutkan kegiatan kami membuat kue karna pelanggan sudah menunggu lama.


Bulan demi bulan kami lalui hingga sekarang kami sudah menjalankan bisnis ini setahun lebih. pelanggan semakin banyak hingga membuat kami kewalahan. Rumah pun sudah tak bisa di pakai untuk membuat kue-kue karna peralatan yang digunakan semakin banyak agar kue cepat di buat.


Hingga ku putuskan untuk menyewa ruko dan menambah 2 pegawai untuk membantu Riris, aku harus kembali mengocek tabunganku agar impianku tercapai.


Soal tante Vania, ia di penjara seumur hidup atas tuduhan pembunuhan berencana yang ia lakukan terhadap keluargaku. Dan kak Rosa ia pergi tanpa kabar semenjak tante Vania di Vonis hukuman tersebut.


“Mbak,” panggil Faris


“bisa gk ketuk pintu dulu?!,” ucapku kesal


“sudah diketuk sampai tangan Faris mau patah nih, tapi Mbak malah melamun, makanya Mbak fokus jangan mikirin pangeran berkuda putih terus,” tuturnya


“bawel kamu ya” aku melempar buku yang kupegang sedari tadi ke arahnya, tapi Faris berhasil menghindar membuatku semakin geram


“ck, Faris kesini masalah serius,” tuturnya


“masalah apa?,” jawabku


“Minggu depan kita sudah menempati ruko, Mbak gk ada niatan gitu buat namain rukonya, dan kue buatan Mbak?” tanyanya


Aku terdiam, tak pernah terpikir olehku, tapi apa yang dikatakan Faris benar juga.

__ADS_1


“biar orang lain lebih mudah mengenalnya, Mbak” tuturnya


“ kan keren kalo misal gini ‘ini Rara Cake nih, enak sekali, belinya di ujung jalan sana’” aku tertawa melihat Faris bicara, ia mengekspresikannya dengan hal yang lucu


“kamu tadi bilang apa? Rara Cake?” tanyaku setelah tersadar apa yang di ucapkannya


“iya, Faris mau mengajukan nama yang cocok untuk kue kita, eh bukan, kue Mbak maksudnya, kan Mbak yang buat hehe” tuturnya


“boleh juga, oke nama nya sekarang menjadi Rara Cake,” tuturku


“oke, masalah spanduk dan keperluan lainnya serahkan pada Faris,” tuturnya dengan percaya diri, Faris pergi setelah mengatakannya dan meninggalkanku seorang diri


“Mbak, nanti kita Rara mau bikin pabrik kue, biar kita bisa jadi kaya dan ibu tak perlu cape lagi kerja,” tutur Rara


“nanti kita bikin ya,sekarang kita belajar bikin kue dulu sama Ibu,” tuturku dan mengusap ujung kepala Rara pelan


Tanpa sadar aku menitikkan air mata. Kini aku tahu alasan Faris menamai ‘Rara Cake’ mungkin karna ia mengingat Rara. Dulu saat belajar membuat kue dengan Ibu, Raralah yang paling semangat karna ingin membuat pabrik kue sendiri.


-


-


Tiga tahun aku mendirikan “Rara Cake”. Jatuh bangun ku lalui dengan di bantu Faris dan pegawai-pegawaiku. Tak sia-sia memang usahaku selama ini, karna “Rara Cake” sudah mempunyai cabang di daerah Depok, sedangkan aku mengurusi yang di pusat yaitu di kota Jakarta.


Faris mengurusi ruko yang di Depok dan kuliah di sana agar lebih mudah memantau perkembangan ruko. Sedangkan aku? Aku fokus terhadap usahaku hingga aku memutuskan untuk tidak kuliah.


Kini aku percaya bahwa jika kita berusah dan tawakal in syaa Allah akan ada hasil yang di dapat. Tidak mudah memang, berbagai cacian dan cobaan ku lalui meski akhirnya aku harus kembali menangis


Cape? Jangan tanyakan itu padaku

__ADS_1


Jelas itu sudah pasti, sempat diri ini putus asa. Namun, aku kembali mengingat bagaimana diri ini berjuang hingga sampai pada di titik ini.


Andai saat itu aku menyerah dengan keadaan, mungkin aku tak akan sampai hingga di titik ini. Berbagai tekanan hidup membuatku ingin menyerah dan berhenti. Tapi rasa takut direndahkan membuatku kembali bangkit.


Seseorang pernah berkata padaku “impian akan menjadi angan jika kamu tak pernah mencapainya dan ia akan tetap menjadi angan jika kamu masih tetap diam dan menyerah”


“Tidak perlu banyak bicara, karna mereka tak perlu ucapan. Karna segala sesuatunya memang harus di buktikan terlebih dulu . kendala pasti ada bahkan tidak sedikit. Banyak yang meragukan kemampuanmu bahkan ketika kamu sukses pun masih ada yang meragukan kemampuanmu. Seperti ku bilang tadi, kamu tak perlu banyak bicara, cukup buktikan dengan kinerja yang baik dan hasil yang baik. In syaa Allah semua akan mudah. Karna ketika kamu melibatkan segala urusanmu dengan Allah, maka percayalah tak ada yang tidak mugkin untuk kau raih” begitu katanya


Hingga ucapan itu tertanam dalam hati dan membuatku untuk terus melangkah maju. Dan membuktikan pada dunia bahwa “Aku Bisa” meraih impianku dengan segala kekurangan yang ada pada diriku


-


-


-


-


-


-


TAMAT...


-


**Assalamualaikum sahabat...


terima kasih sudah mau membaca cerita dari penulis amatiran ini. maaf jika tidak sesuai dengan ekspetasi kalian. ini tulisan pertama saya, mohon kritik dan saran ya, saya sangat berterima kasih untuk itu...

__ADS_1


"izinkan aku memiliki mu" adalah saquel dari cerita ini, di tunggu terus ya kelanjutannya, terima kasih 🙏🙏😊😊**


__ADS_2