
2
Fakta & Pertemua Kedua
"Ha? Perkenalan seperti apa itu? Inn? Nama lo cuman Inn?" tanya seorang siswa yang diketahui namanya Jeno dengan tampang bodoh seraya menatap Inn yang diam seribu bahasa.
"Sudah-sudah, kamu silahkan duduk," pinta dosen killer menyuruh Inn untuk duduk.
Inn pun mulai berjalan untuk mencari tempat duduk yang pas. Sampai ia berhenti di tempat duduk Ara dan juga Riri. "Maaf, apa bisa saya duduk di sini?" tanyanya dengan suara datar walaupun pengucapannya dalam bahasa Indonesia masih sedikit kaku, tapi dia sudah paham.
"O-oh, iya, boleh," jawab Riri sedikit bingung, tapi tetap pindah dari tempatnya duduk.
Semua siswa menatap aneh ke arah Inn yang tidak digubris sama sekali olehnya. Inn hanya fokus pada penjelasan dosen killer di depan dan juga tidak menoleh untuk berkenalan dengan teman yang ada di sampingnya itu.
Ara juga tidak mengambil pusing kenapa pria di sampingnya memilih duduk di kursi Riri dan tidak mau repot-repot untuk menyapanya karena masih dalam keadaan jam mengajar dan dia tidak mau mengajak ngomong orang yang udah nabrak dia tampa minta maaf untung masih jam pelajaran kalau enggak udah Ara cakar tuh wajahnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang dan mata kuliah mereka pun telah berakhir.
"Baiklah, cukup untuk hari ini, sampai jumpa dihari berikutnya," tutur si dosen killer yang bernama pak Santoso mengakhiri kelasnya.
Sepeninggal pak Santoso seketika kelas ribut seperti pasar.
"Capek banget dah, Ri jadi 'kan kita ke Mall?" tanya Ara setelah mengumpulkan peralatan belajarnya.
"Jadi dong, lagi pula kita udah enggak ada jam kuliah, otw sekarang ya," jawab Riri bersemangat.
Karena posisi meja mereka paling pojok dan
dekat tembok dan Ara duduk di dekat tembok yang harus membuatnya melewati seorang pria dingin yang baru jadi siswa baru di kelasnya.
"Eum, permisi, lo bisa pindah enggak?" tanya Ara kepada pria di hadapannya yang bernama Inn. Tanpa menjawab Inn berdiri dan memeberi Ara akses untuk keluar.
"Terimahkasih," jawab Ara seadanya dia bukan orang jahat yang tidak ingin berterimahkasih.
Inn hanya menatap Ara datar. Tidak berminat untuk menjawab ungkapan terimakasih Ara.
Sepeninggal Ara, hanya ada Inn di kelas dan tiga orang siswa. Seketika tiga orang itu menghampirinya.
"Hei, bro apa kabar lo?" tanya salah satu pria dari mereka yang bername tag Willdan Mahendra seraya merangkul bahu Inn.
"Gue baik, kalian?" tanya balik Inn seraya tersenyum.
"Kita-kita baik, oh, iya balik kampus kita party yuk, kita rayain kedatangan Pangeran Inn, bagaimana?" usul pria berambut sedikit kriting yang bernama Andrew Adipta Putra.
"Yoi, baru sekarang dia mau ke negara kita, jadi kita harus rayain, dong," balas pria yang bernama Sean.
"Terserah kalian, gue ikut aja," jawab Inn seraya tersenyum.
__ADS_1
"Yoi, man, sekarang kita balik," sahut Willdam yang diangguki oleh ketiganya.
"Tapi, tunggu, kenapa lo berpenampilan gini?" tanya Andrew tiba-tiba yang menghentikan langkah mereka. Begitupun dengan keduanya mereka juga menunggu jawaban dari Inn.
"Lagi cari tahu sifat calon istri gue kayak gimana?" ungkap Inn dengan wajah datar.
"Ha? Lo mau nikah? Bukannya Mennie ada di Amerika sekarang? Kenapa lo malah ke Indonesia? Apakah karena perjodohan? Dan siapa calon lo?" Pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan oleh Andrew, memang di antara mereka berempat hanya Andrew tingkat kekepoannya sudah sangat akut.
"Berisik banget sih lo, nanti gue jelasin di
tempat party," jawah Inn sangat datar. Mereka bertiga hanya mengangguk mantap dan mereka semua keluar dari kelas.
Inn atau sekarang disebut pangeran Inn. Ya, Inn adalah seorang Pangeran dari Thailand yang bernama kerajaan Buthin. Di sana adalah tempat berbagai macam bunga yang indah tumbuh dan menjadi salah satu bahan untuk membuat makanan dan juga parfum mewah yang banyak diekspor ke berbagai negara tentangga bahkan ke luar Asia tenggara mereka mengespornya.
Alasan Inn pergi berkuliah di Indonesia adalah untuk menyelidiki calon putri mahkota atau bisa disebut calon istrinya. Inn ingin mencari tahu bagaimana sifat asli dari calon putri mahkota dari kerajaannya. Jadi, dia melakukan penyamaran seperti yang sudah kalian tahu.
Ayara Putri Priatmaja adalah gadis yang beruntung tersebut. Namun, dia belum mengetahuinya dari kedua orangtuanya. Dan bagaimana bisa perjanjian pernikahan antara keluarganya dengan keluarga kerajaan dia sendiri belum tahu. Namun, Inn bertekat untuk membatalkan pertunangan ini bagaimana pun carannya. Karena dia telah
memilih kekasih untuk dijadikan calon istri.
* * *
Saat ini di sebuah pusat perbelanjaan dua orang gadis sedang berada di tokoh yang khusus menjual barang-barang K-pop mata mereka berbinar sangking senangnya.
"Akhirnya, barang incaran gue keluar juga," pekik Riri senang. Begitupula dengan Ara jika menyangkut dengan barang K-pop pasti mereka sangat senang.
"Ri, cari makan yok, gue laper nih, tadi gue udah nelfon Bunda kalau mau jalan sama lo, jadi Bunda enggak akan khawatir, cari makan yok gue udah laper banget nih," ajak Ara merengek bak anak kecil. Ya, sifat asli Ara adalah dia sangat manja terhadap orang terdekatnya itu pun jika mereka sedang berdua saja.
"Yee, makanya buruan dong," ucap Ara lagi yang dihadiahi tatapan jengah oleh Riri.
Setelah Riri membayar barang yang ia beli mereka mencari restoran untuk mengisi perut mereka yang sudah goyang dumang minta ditampol eh diisi maksudnya.
Ketika mereka asik bercanda sembari berjalan ke salah satu resto di Mall itu. Lagi-lagi Ara tidak melihat ada seseorang yang berjalan berlawanan arah darinya. Jadilah kejadian yang sama terulang.
Bugh!
"Astaghfirullah, ya Allah ini pantat udah dua kali kejedot lantai udah tepos makin tepos dah, duhh kasian banget hidup gue ya lord," keluh Ara saat dia terjatuh ketika menabrak sesuatu yang seperti tembok.
Ara bangun dari posisi jatuhnya karena banyak pengunjung Mall yang menatapnya gelih. Karena Riri tidak membantunnya berdiri padahal ia sudah berteriak, tapi Riri tetap bergeming. Tidak mendapatkan sahutan Ara menggoyang tubuh Riri. "Woi, dugong malah bengong gue minta tolong juga, lo kesambet ya?" tanya Ara jengkel.
"Eh-eh, sembarangan aja lo, tuh liat gue liat cowok mirip artis Korea," sahut Riri kesal, tapi langsung berbinar saat mengatakan telah
melihat seorang mirip artis Korea.
Ara menatap ke depan seseorang berdiri kokoh dengan pandangan dingin. "Lo 'kan yang nabrak gue, kok enggak bantuin sih atau apalah minta maaf kek," ujar Ara kesel seraya menatap tajam pria yang menabraknya. Sudah dua kali ia terjatuh dan tidak pernah ada yang mau menolongnnya.
Pria itu adalah Inn dia juga sedang berada di Mall tersebut dengan sahabatnya, tapi dia tidak menyangka akan bertemu dengannya dengan keadaan yang sama seperti mereka pertama kali bertemu. 'Apa gadis ini tidak pernah tidak menabrak orang?' batinya.
__ADS_1
Melihat pria itu bungkam Ara hanya menghela nafas bersiap untuk memarahi Inn lagi. "Lo …." Ucapan Ara terhenti karena di sela oleh si penabrak.
"Maaf, gue enggak sengaja, kalau gitu gue deluan," kata Inn meminta maaf dan langsung berlalu dari hadapan kedua gadis itu yang hanya cengo dibuatnya.
"Tuh patung es berjalan yak, dinging banget, ihh," ujar Ara asal.
"Tapi, cakep tong," guman Riri berbinar ketika mengingat wajah Inn. "Duh, gue lupa lagi minta no hp-nya," lanjut Riri dengan wajah cemberut.
"Tong, lontong kali, jelek gitu dibilang cakep, cakepan juga Baekkie My Husband," tutur Ara bangga.
"Terserah lo deh, gue udah laper banget nih, yuk kita pergi." Tarik Riri dan membawa Ara untuk masuk ke sebuah restoran khas Indonesia.
"Dari mana aja lo, bro?" tanya Wildam saat melihat Inn telah sampai.
"Lama banget, perasaan toiletnya enggak jauh tuh," timpal Sean.
Mereka adalah Inn, Willdam, Sean, dan Andrew. Saat ini mereka berada di Mall yang sama dengan Ara.
"Tadi gue tabrak cewek aneh," jawab Inn seraya tersenyum kecil mengingat wajah lucu Ara saat terjatuh dan kata-kata legendnya yang sangat menggelikan.
'Menarik!' batinya.
"Cewek aneh?" tanya mereka berbarengan jelas kerutan di dahi mereka yang tampak sedang berfikir keras.
Namun, tidak mendapatkan sahutan apa pun dari empunya jadi mereka hanya diam dan tidak melanjutkan untuk bertanya dan di gantikan mereka mengobrol riah tentang Inn dan merayakan kedatangannya. Mereka memang saling bersahabat dari kecil karena orang tua mereka adalah orang-orang yang memiliki latar belakang yang tidak biasa, jadi mereka bisa berteman dengan keluarga kerajaan.
"Ouh, iya, lo janji 'kan mau cerita sama kita kenapa lo dateng ke Indonesia," ujar Andrew sembari menarik turunkan alisnya yang diangguki oleh Sean dan Willdam.
Huftttt! Inn menghela nafas sejenak. "Gue ke sini sebab gue mau selidikin gimana sifat calon istri gue yang dipilihin sama kerajaan, tapi mungkin dia belum tahu kalau kita dijodohin. Kalian pasti kenal dengan Ayara Putri Priatmaja 'kan?" tanya Inn mengakhiri penjelasan singkatnya.
"Iya, lo belum tahu kalau yang duduk di samping lo tuh yang disebut Ayara? Dia anaknya supel banget mana baik lagi dan enggak beda-bedain dalam berteman hanya orang tertentu yang tahu status Ara di
kampus kita," jelas Sean yang banyak mengetahui informasi tentang Ayara.
Inn terkejut. Jadi, dia? Dia sangat jauh dari fantasinya dia bukanlah gadis manja. "Kalian seriusan kalau yang duduk di dekat gue tuh yang namanya Ayara? Setahuku namanya Ara, karena sahabatnya memanggilnya Ara," ucap Inn tidak percaya.
"Iyalah, masa kita ini bohong sih, Ara itu nama yang diambil dari akhir namanya karena terlalu ribet mau manggil Ayara jadi panggil Ara aja," tutur Willdam menimpali.
"Nah, jadi Mennie gimana? Apa lo tetap mau lanjutin hubungan kalian?" tanya Andrew.
"Iya, gue bakalan ke Amerika buat tanya dia tentang masalah ini," ungkap Inn.
"Kalau gue sih lebih milih Ara ketimbang Mennie walaupun kita sahabatan, menurut gue Ara lebih cocok sama lo," ucap Willdam mengeluarkan pendapatnya.
Setelah percakan itu, mereka lebih memilih membahas hal lain.
__ADS_1
Prince Inn
Castnya Inn aku ambil dari karakter pria di Film Thailand Princess Hours kebetulan namanya sama, hhhh. Jangan lupa vote and coment.