
3
****Pernyataan Yang Mengejutkan****
"Assalamu'alaikum Bunda, Ara yang cantik mirip Jessica Jung came back, where are you? Bunda," ujar seorang gadis seraya berjalan memasuki rumah mewah dan berteriak sedikit kencang.
"Rumah ini ada orang kali Kak, enggak usah teriak-teriak kek toa masjid dekat rumah, bisa-bisa budeg nih kuping gue," sela sebuah suara dari ruang keluarga siapa lagi kalau bukan Reinan adik terlaknatnya.
"Biarin, emang gue pikirin," tutur Ara masa bodoh dengan adiknya. Reinan hanya memutar bola mata malas dan melanjutkan bermain game pada ponselnya. "Btw, Bunda mana, Dek?" tanya Ara pada Reinan karena tidak melihat sosok Bunda.
"Ada tuh di dalem," jawab Reinan tanpa melihat lawan bicaranya.
"Oh, thanks, ya," ucap Ara dan langsung ngancir ke dalam.
Grep!
Ara langsung memeluk tubuh sang bunda yang ternyata ada di taman belakang sedang menyiram bunga-bunganya.
Yasmin hanya tersenyum melihat sikap manja sang putri. Yasmin menaruh peralatan yang ia gunakan untuk merawat bunga serta alat untuk menyiramnya.
"Bunda, Ara kangen," guman Ara manja sembari melepas pelukannya. Dan menatap wanita setengah baya yang masih cantik walaupun usianya tidak muda lagi.
Yasmin tersenyum lalu menuntun putri kecilnya ke gazebo yang ada di taman belakang rumahnya.
"Ara udah sholat?" tanya Yasmin seraya mengusap puncuk kepala Ara yang terbungkus jilbab warna biru navy
"Udah Bun," jawab Ara yang masih bermanja di pelukan Yasmin.
"Ara tahun ini udah umur berapa?" tanya Yasmin lembut.
Ara kelihatan heran kenapa Bunda menanyakan usianya, tapi ia tetap menjawab. "20 Bunda," jawab Ara seraya mendongak menatap mata teduh bundanya.
"Udah tua, belum nikah juga, nikah lo sana enggak usah ngebucin terus." Bukan Yasmin yang berbicara, tapi seorang pemuda tampan yang juga menghampiri mereka di sebelahnya seorang pria paruh baya juga berdiri tegap memperhatikan kegiatan mereka yang penuh kasih siapa lagi jika bukan Aditya dan Reinan adiknya.
Ara mendelik tidak suka. "Serah gue dong, mau bucin enggak bucin itu hak gue, napa lo banyak omong kayak emak-emak rempong aja yang ada di pasar Senin," ujar Ara ketus.
"Huss, omongannya Ara dikontrol," ucap Yasmin memperingatkan sang putri agar sedikit lembut.
"Maaf Bunda, keceplosan," jawab Ara nyengir kuda.
"******, dimarahin 'kan lo, hhh," ledek Reinan.
"Rei, jangan ganggu Kakak kamu kasian dia," ujar Yasmin lembut seraya melerai pertikaian mereka yang jika tidak dihentikan tidak akan berhenti sampai singa beranak kuda sekali pun-Eh!.
"Iya, Rei, kamu itu harus jaga Kakak kamu 'kan kamu anak cowok jadi harus hargai perempuan," kali ini Aditya yang membuka suara dia tidak marah karena tingkah putra-putrinya yang sedikit err, bar-bar.
"Hhhh, asiap Ayah," jawab Reinan seraya terkekeh.
"Ara, boleh pindah dari pelukan Bunda, Ayah mau peluk Bunda kamu, Ayah rindu," pinta Aditya tanpa dosa dan langsung menarik Ara agar menyingkir dari pelukan Yasmin.
Ara dan Reinan hanya swetdrop riah melihat tingkah kekanak-kanakan sang Ayah sedangkan Yasmin hanya tersenyum maklum.
"Enggak usah mesrah-mesrahan deh Yah, udah tua juga," ketus Ara seraya mendelik ke arah Aditya karena ajang bermanja dengan ibundanya jadi terhenti.
"Iya tuh, kasian Kak Ara yang jomblo, Ayah sama Bunda harusnya menghargai hak asasi kejomlohan, Kak Ara," ujar Reinan tanpa dosa.
"Sembarangan nih bocah, hello Kakak lo nih yang cantik bak model papan atas jomblo? Oh no! Suami gue tuh ada di Korea ingat itu," jawab Ara tidak ingin mengakui bahwa dirinya seorang jones.
"Pffftt, hahaha, suami lo ada di Korea? Kapan lo nikah, enggak ada tuh sejarahnya lo nikah sama orang Korea," ejek Reinan tertawa laknat sedankan kedua orangtuanya hanya tertawa geli melihat perdebatan mereka.
__ADS_1
"Sembrangan nih kutil kuda, seharunya lo dukung dong Kakak lo, supaya cita-citanya tercapai bisa ketemu sama orkor," ujar Ara berbinar saat membayangkan dia bisa menikah dengan salah satu artis pujaannya.
"Woi, sadar Kak, lo pikir lo bisa nikah tuh sama si Baekie-baekie itu, jangan mimpi disiang bolong deh, dia non muslim sedangkan lo muslim mana bisa bersatu dan di dalam Al-Qur'an telah dijelaskan bahwa ...."
"Iya, gue tahu, tapi setidaknya gue bisa ketemu sama mereka itu udah cukup kok," sela Ara dengan raut wajah yang berubah muram. Dia sadar diri bahwa impiannya tidak akan bisa tercapai, tapi setidaknnya dia ingin melihat mereka walaupun sekali.
"Baik, liburan akhir semester Ara, Ayah ajak ke Korea mau?" tanya Aditya membuka suara.
"Seriusan Yah?" Aditya hanya tersenyum. "Mau yah, udah lama Ara mau pergi, tapi Ayah sibuk banget dan sekarang bisa yehh," girang Ara dengan penuh semangat kesedihannya yang tadi menyelimutinya entah hilang ke mana.
"Tapi, belum tentu lo bisa ketemu sama mereka, soalnya mereka tuh super sibuk," celetuk Reinan yang membuyarkan fantasi Ara dan menghancurkan segala sesuatu yang telah tersusun rapi di kepala cantiknya.
* * *
Setelah satu minggu lamanya Inn berada di Indonesia dan melihat semua tingkah Ara yang sangat berbeda dari kebanyakan gadis yang selalu menjaga image di depan semua orang membuat hati Inn goyah akan keputusan awal yang ingin dia ambil. Sikap Ara yang sangat wellcome terhadap siapa pun dan mudah berteman membuat Inn nyaman berada di sekitar gadis itu dan ingin melindunginnya.
Saat ini Inn telah dipanggil oleh kedua orangtuanya untuk kembali ke kerajaannya kembali. Entah apa yang ingin mereka bahas mungkin masalah perjodohan itu dan mereka tidak mengetahui jika putra mahkota telah pergi ke Indonesia untuk menyelidiki calon istrinya sendiri.
Di sebuah Istana megah tepatnya di ruangan pribadi sang pemimpin kerajaan Buthin yang tengah berdiskusi dengan Mentri kerajaan tentang pemilihan calon putri mahkota.
"Jadi bagaimana usulmu tentang pemilihan putri mahkota?" tanya sang raja meminta pendapat pada Mentri kerajaan.
"Menurut yang rendahan nih, lebih baik melanjutkan perjodohan dari Ibu suri dengan dokter yang telah menyelamatkan nyawanya," jawab Mentri itu.
"Apa itu yang terbaik?" tanyanya lagi.
"Menurut saya itu yang terbaik, menepati janji yang telah kita buat, tentu saja pihak kerajaan tidak akan melanggar janjinya bukan," jawab si Mentri. "Anda bisa melihat foto putri dokter itu dan latar belakang keluarganya juga tidak sederhana. Ayahnya adalah seorang CEO terkenal dunia." Mentri itu melanjutkan sembari memperlihatkan foto Ara yang sedang tersenyum manis dengan hijab soft pinknya yang dapat membawa perasaan tenang saat melihatnya.
Sang Raja melihat foto tersebut tersenyum dan mengangguk mantap. "Baiklah, silahkan kirim penasehat kerajaan dan bawa dekrit untuk Putri Mahkota, apakah Pangeran Inn telah sampai?" ucap plus tanya sang Raja.
"Baik yang mulia, belum Pangeran Inn masih dalam perjalanan," jawab penasehat kerajaan.
Inn telah sampai di kerajaannya. Inn disambut oleh para pelayan yang menjaga disetiap sudut Kerajaan.
Seorang pria paruh baya datang dan membungkuk ke arah Inn. "Pangeran, yang mulia telah menunggu ke datangan Anda," ucap pria paruh baya itu seraya tersenyum. Inn hanya mengangguk sebagai jawaban.
Di sinilah Inn sekarang, di ruang pribadi sang pemimpin yang mulia raja Thada. Interior ruangan itu sangat indah dengan berbagi rak buku berjejer rapi serta pernak-perniknya yang begitu indah tidak ada kesan kuno atau norak sedikitpun semua terkesan elegan dan mewah.
"Apa kau tahu kenapa Ayah memanggilmu ke sini?" tanya yang mulia serius.
"Inn tidak tahu," jawab Inn seadannya wajahnya tetap datar.
"Ayah ingin membahas masalah pernikahanmu, apakah kau menerimah perjodohan yang dibuat Ibu suri?" tanya yang mulia raja Thada serius.
"Maaf Inn belum bisa menjawabnya yang mulia," jawab Inn sembari menundukkan pandagannya dia masih ragu akan keputusan yang akan dia ambil.
"Baiklah, Ayah memberimu waktu untuk berpikir, tapi pernikahan ini akan tetap dilangsungkan," ujar Raja tegas sembari berdiri dan keluar dari ruangannya.
Sementara itu Inn hanya terdiam dan berdiri untuk keluar dari ruang pribadi sang Ayah.
Berita kedatangan Pangeran Inn ke Thailand kini ditanyangkan di tv setelah dia bersekolah di Amerika dan ada rumor yang beredar bahwa dia akan segerah melepas masa lajangnya. Berita itu juga ditanyangkan di tv Indonesia yang membuat banyak orang patah hati.
'Huwa, pangeranku, kenapa dia harus menikah.' Komentar netizen.
'Huu, pasti calonnya tidak cantik, lebih cantikan aku.' Komentar netizen yang lain.
'Tidak! Bagaimana mungkin pangeranku akan menikah? Patah hati Adek, Bang.' Komentar netizen membanjiri berita malam ini.
"Banyak yang patah hati mendegar berita tersebut seperti halnnya saya yang juga mengidolakan sosok tampan yang berstatus Pangeran of Buthin itu," ungkap si reporter wanita asal Thailand yang membawakan acara tersebut.
__ADS_1
"Iya, benar sekali, tapi kita belum tahu siapa wanita yang berhasil membuat wanita di seluruh dunia patah hati," timpal si reporter pria.
Kira-kira seperti itulah hot news yang akhir-akhir ini diperbincangkan.
Ara yang melihat tayangan itu sontak terkejut. Karena, pria yang ada di dalam tv itu adalah pria yang sama yang ia tabrak seminggu yang lalu. 'Oh, astaga Ara, lo akan mati, ternyata dia adalah keluarga kerajaan,' batin Ara menjerit frustasi.
"Kakak kenapa?" tanya Rei saat melihat gelagak anek dari sang Kakak.
Saat ini keluarga bahagia itu berada di ruang keluarga dan asik menonton tv dan saat itu pula berita itu muncul yang membuat Yasmin dan Aditya terdiam seribu bahasa.
"Pria yang di tv itu, Kakak pernah nabrak dia waktu Kakak di Mall, aduhh gimana ni, dia masih ingat atau enggak ya? Bisa jadi daging gepeng gue, kalau dia ingat," jawab Ara seraya misu-misu enggak jelas.
"What, you seriously?" tanya Reinan terkejut.
"Yes, of course," jawab Ara masih mendumel enggak jelas.
Yasmin yang mendengar pernyataan dari sang putri hanya menghela nafas dan menatap ke arah Aditya. Aditya hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ara sayang, Bunda sama Ayah ada hal yang ingin kami sampaikan," ujar Yasmin menyadarkannya dari pikirannya yang telah berkeliaran entah ke mana.
Yasmin memasang mimik wajah serius. Itu artinya sesuatu itu sangat penting dan membuat Ara harus meneguk ludah susah payah begitu juga dengan Reinan yang merasa ada yang janggal dari sikap kedua orang tuanya.
Huffft! Yasmin menghela nafas untuk yang sekian kalinya sebelum mengeluarkan kata-kata yang mungkin tidak dapat diterimah oleh putrinya.
"Sebenarnya, wanita yang akan menjadi istri Pangeran Inn dan akan menjadi Permaisuri masa depan of Buthin adalah dirimu, Sayang," ungkap Yasmin dalam satu tarikan nafas.
Krik ... krik ... krik ....
Tiba-tiba semuanya jadi sunyi yang terdengar hanyalah suara detik jam. Seakan pernyataan Yasmin adalah sesuatu yang tidak dapat diterimah oleh logika mereka. Sedangkan Ara dia hanya memasang wajah bodoh. Otaknya seketika ngeblank. Sampai Ara tersadar dari keterkejutannya.
"What?!" pekik Ara tidak percaya sampai Reinan harus menutup telinganya karena dia yang duduk paling dekat dengan Ara.
"Duh, budeg dah kuping gue, telat lo buat terkejut, dasar sableng," cerocos Rei sebal sambil menggosok telinganya.
Tanpa menghiraukan ucapan Reinan, Ara buru-buru bertanya jika pendegarannya tidak sedang bermasalah. "Bunda, enggak salah ngomong 'kan? Haha, mana mungkin Ara bisa jadi calon istri si rusa Kutub itu," sanggah Kyara berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
"Sayangnya, itu benar sayang." Kali ini Aditya yang membuka suara untuk membenarkan ucapan sang istri.
"Ah, bercandaan, Ayah sama Bunda enggak lucu, ini pasti prank, iya ini pasti cuman prank 'kan," ucap Ara masih berusaha meyakinkan dirinya. Bagaimana bisa dia menjadi istri Pangeran dingin itu. What the ****?.
'Bagaimana dengan suamiku yang ada di Korea, pasti dia akan cemburu. Oh, no Oppa Baekkie, Oppa Suho, your wife very sad, pliss help me,' batin Ara menjerit frustasi
"Bunda, kenapa Ara bisa berjodoh dengan dia, gimana ceritanya? Ini tuh bukan jamannya Siti Nurbaya main jodoh-jodohin. Hell no," tutur Ara ingin mengetahui kenapa dia bisa berjodoh dengan rusa Kutub itu agar dia dapat mendapat celah untuk membatalkan pertunangan ... pernikahan lebih tepatnya.
"Nanti Bunda ceritakan, beberapa hari dari sekarang seseorang akan datang kerumah ini," jawab Yasmin dengan tatapan lembut ke arah putrinya.
"Bunda, Ayah, boleh Ara menolak, soalnya Ara udah punya pacar," ucap Ara dengan wajah yang dibuat semanis mungkin.
Sontak saja mereka semua langsung terkejut atas penyataan Ara. Ternyata dia benar telah mempunyai kekasih. Tentu saja itu tidak benar Ara hanya mengarangnya untuk bisa menghindar dari pernikahan itu.
.
.
.
.
Selalu dukung author ya. vote jangan lupa. see you.
__ADS_1