Mimpi Jadi Kenyataan

Mimpi Jadi Kenyataan
*Pertemuan dengan calon mertua*


__ADS_3

"Iya sayang, makasih ya, kamu selalu ada buat aku."


"Benarkah kamu sangat mencintaiku?" tanya Alisya.


"Iya sayang, aku sangat mencintaimu, bahkan aku akan melakukan apa saja demi kamu," jawab Alex.


"Benarkah?" tanya Alisya.


"Iya sayang."


"Kalau gitu aku ingin kamu cabut keputusanmu tadi," biarkan, mereka bekerja lagi disini, lakukan demi aku. "Aku mohonnn sayang,"πŸ™πŸ™πŸ™ air mata Alisya menetes kepipinya yang imut.


Alex pun segera menghapusnya.


"Jangan menangis, air matamu terlalu berharga untuk dibuang. Aku akan mengabulkan permintaanmu."


"Aku keluar sebentar ya," kata Alex.


Eemm, Alisya mengangguk.


Alex pun keluar.


"Kumpul disini!" perintah Alex.


Semua pun berkumpul, termasuk yang sudah iya pecat tadi, mereka sedang membereskan barang-barang mereka.


Yang tadi bikin ulah, yang saya pecat, kalian beruntung masih bisa bekerja lagi disini.


"Benarkah bos?" tanya karyawan yang sudah dipecat.


"Iya," jawab Alex singkat.


"terima kasih bos, trimakasih sudah kasih kami kesempatan lagi bos."


"Jangan berterima kasih padaku, berteri kasihlah pada Alisya calon istriku, demi dia aku melakukannya." Aku tidak mau membuat dia menangis, apalagi hanya demi kalian, air matanya sangat berharga, kalau bukan karna dia, kalian tidak akan aku ampuni, tidak akan aku maafkan.


"yaampuuunnn, lihat lah calon istri bos kita dia sangat baik." bisik mereka.


Alek yang mendengarnya tersenyum.


"Boss," panggil salah satu kariyawan yang dipecat tadi.


"Iya ada apa?" jawab Alex.


"Bolehkah, kita bertemu dengan buk Alisya?"


"Boleh, dia ada diruang kerja saya."


"Tapi ingat, kalian jangan buat dia menangis lagi, sekali lagi kalian buat dia menangis, aku tidak akan ampuni kalian lagi."


"Baik Bosss."


Mereka pun masuk keruangannya Alex.


Took!


Took!


Took!


Suara ketukan pintu dari luar.


"Masuk," ucap Alisya.


Para kariyawan yang sudah dipecat tadi berlari memeluk Alisya.


Hikk, hhikk, mereka menangis, sambil memeluk Alisya.


"Maafkan kami Buk."


"Udah lupain saja," jawab Alisya.


Kalian mainlah kerumahku," ucap Alisya.

__ADS_1


"Benerkah Buk?"


"Iya," jawab Alisya.


Mereka pun, bubar bekerja seperti biasanya.


"Sayang," panggil Alex.


"Iya sayang," jawab Alisya.


"Ayo kita makan," ajak Alex, sambil menggandengkan tangan Alisya.


selesai makan, Alex dan Alisya pun pulang.


"Kita ke Mall dulu ya sayang," ujar Alex.


Alisya hanya nurut saja, kemanapun diajak.


Seperti biasa sampai dimall, Alisya tidak memilih apa-apa, Alex yang memilihnya.Alisya hanya menemani kemana pun Alex berjalan.


"Sudah sayang ini sudah sangat banyak, buang-buang duit saja," ucap Alisya.


Alex melotot,😳😳


"Eemmm, jangan gitu liatnya," manja Alisya. Iya-iya terserah kamu saja, Alisya hanya menuruti apa saja yang dibelikan Alex. Dia sangat mengenal Alex, dia tidak suka kalau diatur-atur.


Selesai memilih, "ayo kita pulang sayang," ajak Alex.


Mereka pun pulang tapi mampir kesalon.


Silahkan masuk Tuan, sapa karyawan salon. meraka sangat mengenal Alex, karna salon biasanya mama Alex kesitu.


Buat dia cantik, bahkan aku pun tidak bisa mengenalinya.


Baik Tuan.


Tuan silahkan duduk.


Sejam pun berlalu, "apakah masih lama?" tanya Alex.


"Hampir selsai Tuan, sebentar lagi."


Alisya pun keluar, Alisya berjalan didepan Alex.


Alex pun menoleh sebentar, dia tidak menghiraukannya.


"Sayanggg, eeemmm, malah dicuekin." πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”Alisya terlihat sedih. Alisya berpikir kalau dia tidak cantik, hingga Alex pun mencuekin Alisya tanpa menoleh kearahnya.


Alex merasa dipanggil, dia sangat kenal suara Alisya, dia pun menoleh kaget.


"Sayanggg," panggil Alisya lagi.


"Eehhh iyaaaa," Alex kaget melihat Alisya sangat cantik bahkan dia sendiri tidak mengenalnya.


Alex memegang bahu Alisya.


"Ini beran kamu sayang?" tanya Alex. Yaallah, sungguh sangat sempurna calon istriku ini batin Alex. dengan perasaannya yang sangat bahagia.


"Hheemm," Alisya mengangguk.


"Apa aku sangat jelek?" tanya Alisya sedihh.


"Tidak sayang, kamu sangat cantik, bahkan aku saja tidak mengenalimu." Dengan gaun yang indah, warnanya pas dikulitmu.


Cuupp, Alex mengecup kening Alisya.


"Iihhhhh, malu diliatin orang."


Alex tidak menghiraukannya.


"Ayo sayang kita pulang." Malam ini Alisya ingin bertemu dengan mamanya Alex makan malam.


Sesampai dirumah, Alisya langsung disambut sama mama, papa Alex yang sedari tadi menunggu kehadiran mereka.

__ADS_1


"Mama sudah lama menunggu kalian."


"Ini Alisya Ma, ujar Alex."


"Sayang, panggil Mama Alex. Mamanya Alex langsung memeluknya. "Kamu sangat cantik sayang," bisik mama Alex ketelinga Alisya.


Mama Alex, melepaskan pelukan, merangkul Alisya. "Ayo masuk sayang."


Eehh main tinggal aja, mentang-mentang sudah ada calon mantu, ucap Alex, sambil tersenyum bahagia liat mamanya bisa terima Alisya.


"Ayo sayang, kita langsung makan, kamu pasti sangat laparkan," ajak Mama Alex.


Yaallah, dari luar saja bak istana, apalagi didalam. Aku mimpi apa semalam, bisa masuk keistana seperti ini batin Alisya.


Rumahnya sangat mewah, dengan perabot yang tertata rapi. Para maid pun sudah berdiri disitu menunggu majikannya makan. Alisya termenung dengan pikirannya.


"Sayaaang, kamu kenapa?"


"Eehh tidak kenapa-kenapa tante," jawab Alisya.


"Jangan panggil tante, panggil saja Mama saja ya."


"Baik Maa," jawab Alisya.


"Kamu makan yang banyak," sambil menyendokkan nasi kepiring Alisya.


"Kamu mau Mama ambil apa."


"Apa saja boleh Maa," jawab Alisya.


Alex dan papanya hanya tersenyum bahagia.


Menu dipiring Alisya sudah penuh, Alisya melihat kearah Alex, memberi tanda kalau mama kasih menu yang sangat banyak kepiringnya. Alisya menaikkan alisnya kearah Alex. 😯😯


Alex, tau gimana kebiasaan Alisya makan hanya sedikit, langsung berkata.


"Maaa sudah Ma, kalau Mama kasih Kealisya terus, buat Alex mana?" Mentang-mentang calon mantu ada disini, Mama lupa sama Alex.


"Iya-iya," jawab Mama, yang gantian menyendokkan nasi dan menunya kepiring Alex.


"Kayaknya sekarangg Mama juga sudah lupa sama Papa." mereka pun jadi tertawa, para maid pun jadi ikut tertawa saat melihat kelakuan majikannya, salah tingkah saat bertemu calon mantu nya.


"Mau ditambah lagi sayang," tawarin Mama Alex. "Ini Mama sendiri yang masak loo, khusus buat calon mantu Mama."


"Udah Ma, eehh maksudnya saya sudah kenyang Maa," Alisya langsung menjawabnya.


Uhhuuuukkk! Alex tersedak, mendengar Mamanya, yaampuunn kasian Alisya, perutnya pasti merasa kenyang banget, batin Alex. Biasanya kalau dia makan pasti harus dibujuk-bujuk dulu baru dia makan banyak, itupun cuma dua sendok nasi, gimana juga malam ini dia makan penuh piring. Dia pasti merasa tidak enak sama Mama makannya dihabisin.


"Sudah Maa, Mama juga jangan gitu maksa Alisya makan segitu banyak," jawab Papa Alex, yang melihat kelakuan istrinya.


Yaallah, perutku sakit banget kekenyangan. Mamanya Alex kasih menu yang sangat banyak kepiringku, kalau tidak dimakan, nantinya mamanya Alex pasti sedih, hari ini dia sendiri yang masak khusus buatku, ucap Alisya dalam hati.


Selesai makan pun mereka berbincang bincang sambil ketawa-ketawa.


Alex menceritakan semua tentang Alisya, dia hanya gadis sederhana, dan yatim piatu, tinggal sendirian. da menceritakan pertemuannya dengan Alisya, saat dia dirumah sakit, bahkan saat Alisya melamar kerja, sambil tertawa.


Yaallah, badanku sangat tidak enak, batin Alisya. Tapi dia berusaha ikut tersenyum dan bahagia.


Alex yang menyadarinya, "yaudah Maa, aku anterin Alisya dulu, besok-besok lagi, kita tertawanya ya."


"Yaaahhh, baru sebentar," jawab Mama.


"Maa, ini sudah jam 11:00 malam looo, kasian Alisya," jawab Papanya Alex. Papanya Alex juga ngerti Alisya tidak enak badan gara-gara dipaksa makan terlalu banyak sama istrinya.


"Besok-besok main kesini ya sayang!"


"Iya Maa, Alex akan bawa Alisya lagi."


Saat diluar, Alisya merasa sangat lemes, dan dibantu oleh Alex.


"Sayang," panggil alex.


"kamu tidak apa-apa?"

__ADS_1


__ADS_2