
Seperti suara Alex, batin Alisya.
"Sad keluar kamu!" teriak Alex, dengan nada yang sangat keras.
"Kurang ajar, bagaimana dia bisa tau kalau Alisya disini," kesal Sadli.
Aaaahhhh, suara Sadli marah dan melemparkan barang-barang yang ada disitu. Sadli keluar dari kamar Alisya menuju arah suara Alex.
"Braaakkk, braakk," pintupun terbuka." Alex menendang pintunya.
Alex yang sangat marah langsung mencari keberadaan Sadli.
Alex yang melihat Sadli didepannya langsung.
"Kurang a*ar kamu ya!"
Buug!
satu tonjokan pun melayang dimuka Sadli.
Sadli yang merasa kesakitan memegang sudut bibirnya ternyata mengeluarkan cairan berwarna merah.
"Kurang a*ar!"
Buug!
Sadli membalas satu tonjokan kemuka Alex, tapi sasarannya meleset justru melayang kesamping.
Sedangkan sinta yang sangat takut, mencari keberadaan Alisya.
"Lisy," panggil Sinta.
Itu seperti suara Sinta memanggil namaku.
"Sinnn, aku disini," jawab Alisya.
Malam pun sudah larut, dimana bulan dilangit pun sudah mulai gelap.Tanpa cahaya bulan, dan bintang tanpa berkelap- kelip. Dirumah yang panik menunggu kepulangan Alisya, Alex dan Sinta belum pulang. Mereka sangat panik.
"Pa, dimana mereka sudah larut malam belum pulang." Mama Alex sangat khawatir dengan keringat yang bercucuran, takut terjadi apa-apa pada putra kesayangannya, calon menantu kesayangannya dan Sinta.
Praanggg!
Sadli melemparkan benda yang ada disitu kearah Alex.
Alex segera menggeserkan badannya kesamping, biar barang yang dilempar Sadli meleset, tidak kena badannya.
Alex langsung menyerang kaki Sadli, dia menendang kakinya biar Sadli jatuh.
Buug!
Badan Sadli terjatuh kelantai.
Sadli yang merasa kesal segera bangun membalas Alex.
Buug!
Melayangkan satu tonjokan kemuka Alex, kali ini tonjokan yang dilayangkan Sadli tidak meleset kena sasaran.
"Aku tidak akan membiarkan Alisya menikah denganmu, dia adalah milikku, hanya aku yang bisa menikahinya." Hahaa😂😂😂
Suara Sadli terdengar nyaring terbahak-bahak, mengejek.
Alex yang tak mau kalah, dan sangat marah mendengar perkataan dan ledekan Sadli.
Buug!
Buug!
Buug!
Alex melayangkan tangannya kemuka Sadli, dan Alex melayangkan kakinya menendang kaki Sadli.
__ADS_1
"Itu hukuman buatmu sudah berani menculik Alisya, disaat dua hari lagi aku akan menikah."
Sadli tersungkur kelantai.
Aww, meringis kesakitan, kakinya sangat sakit hingga membuat Sadli tidak bisa berdiri.
Disisi lain Sinta menemukan Alisya,
"Alisya," panggil Sinta.
Sinta berlari membuka ikatan yang melilit ditangan dan dikaki Alisya.
Alisya langsung memeluk Sinta dia sangat takut dengan wajah yang penuh dengan linangan air mata, yang memebasahi pipinya yang imut.
"Sinnn, aku sangat takut." Badan Alisya gemeteran ketakutan.
"Kamu tidak diapa-apain 'kan?" tanya Sinta. Kamu tidak terlukakan, sambil melihat dimana ada yang terluka.
"Tidak Sinn, aku tidak terluka," jawab Alisya.
"Sykurlah, kalau kamu tidak terluka," jawab Sinta. Ayo kita keluar ajak Sinta sambil merangkul badan Alisya yang ketakutan.
"Mana Alex tanya Alisya."
"Dia diluar sedang berkelahi dengan Sadli."
"Bangunnn!" teriak Alex sambil memegang kerah baju Sadli. Alex ingin melayangkan satu tonjokan lagi kemuka sadli.
Aaaaakkkk! teriak Alex sambil melayangkan tangannya.
"Jangannn Lex!" teriak Kevin.
Tangan Alex sudah melayang keudara ingin melayangkan satu pukulan lagi kemuka Sadli, tapi terhenti dengan teriakan Kevin.
"Jangan hentikan aku Kevin, ini hukuman buat dia dia telah berani berurusan denganku."
Buug!
Ha😂ha😂ha, Sadli masih saja tertawa😂 dengan suara yang terbahak-bahak. Walaupun dia sudah tidak berdaya, babak belur dibuat Alex, dia masih saja belum kapok.
"Dia milikku Alex!" teriak Sadli.
"Diamm!" teriak Alex yang sangat marah, ingin melayangkan pukulan lagi kemuka Sadli.
"Sudah cukup Lex!"
Tangan Alex terhenti.
"Biar aku saja yang mengurus dia, aku akan mengirimkannya kejeruji besi, biar dia membusuk disana." Itu hukuman yang pantas buat dia, karena sudah berani berurusan dengan Alexander.
"Bangguunn!" teriak kevinn, sambil memegang kerah baju Sadli dan membangunkannya.
"Sayangg," panggil Alisya yang berlari kepelukan Alex dan memeluknya.
"Kamu tidak apa-apa 'kan, sayang?" tanya Alex, membalas pelukan Alisya.
"Aku sangat ketakutan," hikkk,, hiikk, Air yang mengalir membasahi pipi Alisya.
"Iya sayang, Alex mempererat pelukannya."
"Jalan!" teriak Kevin. Kevin berusaha membangunkannya dan membawa Sadli kekantor polisi.
"Muka kamu sayang, berdarah." sambil mengelapnya dengan hijab Alisya.
"Aku tidak apa-apa sayang." jawab Alex.
"Kamu tidak diapa-apain Sadli 'kan?" sambil mengecup pipi Alisya.
"Tidak sayang," jawab Alisya.
"Pa, Alex sudah jam segini belum pulang, telpon polisi." Mamanya Alex yang sangat khawatir putranya belum pulang.
__ADS_1
"Biar Papa telpon sekali lagi ya. Siapa tau Alex mengangkatnya."
Drrtt!
Drrtt!
Ponsel Alex berdering.
"Iya pa,"
"Kamu kemana saja, Papa telpon tidak menjawabnya. Sudah jam segini kamu belum pulang. Mamamu sangat cemas."
"Iya pa, aku segera pulang," jawab Alex.
Panggilan dimatikan papanya Alex.
"Sayang ayo kita pulang." ajak Alex.
"Iya sayang," jawab Alisya, sambil merangkul Alex.
"Ayo Siinn," ajak Alisya.
Satpam melihat Alex banyak cairan yang berwarna merah dibadan Tuannya, dan badannya terluka kebingungan. Ingin bertanya tapi tidak berani.
"Itu suara mobil, Alex Pa," ucap Mamanya Alex.
Mamanya Alex segera keluar ingin melihat apa yang terjadi dengan putranya,jam segini dia baru pulang.
"Sayangg," panggil Mamanya Alex.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Mamanya Alex. Melihat putranya terluka dan banyak cairan berwarna merah dibajunya.
Alisya segera membawa Alex duduk.
Alex pun menceritakan semua kejadian.
Mamanya Alex mengeluarkan air mata kepipinya, dia sangat sedih mendengar cerita Alex. Calon menantunya diculik dan putra terluka.
Bibik yang melihat Tuannya terluka segera mengambilkan kompresan sama obat.
"Biar saya saja Bik, ucap Alisya.
Aww, Alex kesakitan saat dikompres.
"Maaf sayang, jawab Alisya.
"Hati-hati, pelan-lelan saja," jawab Alex.
Alisya mengangguk dan tangannya melanjutkan mengompres muka Alex.
Aww, Alex merasa kesakitan.
"Sedikit lagi ya, tahan ya," ucap Alisya.
Setelah dikompres, Alisya segera meraih obat yang dibawa bibik, dan mengambil segelas air. Menyuruh Alex meminumnya biar lukanya tidak nyeri.
"Sekarang Kamu istirahat ya sayang," sambil menemani Alex kekamarnya.
Cuuppp, "Sekarang tidur ya," ucap Alisya.
Brruk!
Alex menarik tubuh Alisya yang ramping kepelukannya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang yang penuh kerinduan. Dan senyuman nakal diwajah Alex.
"Kamu tidak boleh kemana-mana!" Temeninnnn, manja Alex.
"Sayang," Alisya melototi Alex.
"Malu, ada mama sama papa. Sabar ya satu hari lagi,"
Alisya mengecup bibir Alex. Dia segera keluar dan tidur dikamar masing-masing.Mereka pun menuju alam mimpi.
__ADS_1