Mimpi Jadi Kenyataan

Mimpi Jadi Kenyataan
*Alisya dipermalukan*


__ADS_3

Saat pagi, Alex seperti biasa berangkat kekantor pagi-pagi. Sebelum berangkat kekantor dia sarapan dulu. Saat sarapan.


"Maa," panggil Alex.


"Iya sayang, ada apa?"


"Mama ingin bertemuu calon mantu Mama 'kan."


"Kapan, Mama bisa bertemu dengan calon mantu Mama?" Mama udah tidak sabar ingin bertemu dengan calon mantu Mama.


"Iya Maa," nanti malam Alex bawa Alisya kesini makan malam.


"Beneran sayang," jawab Mamanya Alex.


"Iya," Alex mengangguk.


"Papa juga tidak sabar ingin bertemu calon mantu Papa."


"Iya Maa, Pa, nanti malam Mama dan Papa bertemu calon mantu Papa dan Mama."


"Mama antar mau masak makanan yang spesial buat calon mantu Mama, oa Lex, emang kesukaan Alisya apa?"


"Dia apa aja mau ma," jawab Alex.


terserah Mama mau masak apa.


"Iya Lex, nanti Mama masak makanan yang spesial."


Alex, yang sudah selsai makan langsung pamit keorang tuanya mau kekantor.


"Maa, Paa, aku pamit kekantor ya, sambil mencium telapak tangan mereka."


"Iya sayang, hati-hati dijalan," jawab mereka berdua.


"Iya Ma, Pa."


Alex pun segera meninggalkan pekarangan rumah dengan mobil mewahnya.


Aku jemput Alisya dulu kerumah.


Hhuuuffff, ahirnya selesai juga.


ngomong Alisya sendiri. Aku males banget makan, nanti ajalah waktu jam istirat dikantor aku makan.


Tokk!


Took!


Suara ketukan pintu.


"Assalamualaikum," Alex mengucapkan salam.


"sayang," panggil Alex.


"Iya sayang," sebentar! teriak Alisya yang langsung menghampiri pintu untuk membukanya.


"Kamu sudah siap?" tanya Alex yang melihat Alisya sudah siap dengan pakaian mau kekantor.


"Iya sayang, ayo berangkat sambil menutup pintu."


"Kamu sudah sarapan?" tanya Alex karna dia sangat tau kebiasaan kekasihnya males sarapan pagi.


Heheee,😊😊Alisya cengar cengir, takut diomelin Alex.


"Belum," jawab Alisya.


"Yasudah, kamu makan dulu, aku suapin."


"Ta...pi, elak Alisya, nanti kita terlambat."


"Tidak apa-apa kita tidak akan terlambat,ayo makan dulu."


Yasudah, pasrah Alisya, dia tidak mau berdebat dengan Alex, takut dia marah karna dia tidak suka dibantah.


Dimeja sudah ada makanan, karna tiap pagi Alisya tidak kerepotan untuk memasak, tiap pagi sudah ada kurir mengantarkan makanan, menu yang berbeda-beda tiap paginya. Alex tidak mau kejadian seperti kemarin itu terulang lagi, gara-gara Alisya kepasar masuk rumah sakit. Alex tidak bisa membayangakn kejadian yang kemarin terulang lagi.


Aakkk, Alex menyuapi Alisya makan. (sosuit bangett, jadi iri ni)


"Enak 'kan," tanya Alex.


"Iya sayang, kamu tidak sarapan, atau mau aku suapin."


"Aku sudah sarapan tadi dirumah," jawab Alex.


"Yasudah," jawab Alisya.


"Sayang," panggil Alex.

__ADS_1


Eemm, Alisya mengangguk sambil mengunyah makanan.


Alex tidak suka Alisya tidak sarapan pagi. Calon istrinya itu sangat malas makan pagi, kalau bukan Alex yang bujuk, dia tidak makan.


Kalau diingatin Alex, dia hanya mengiya-iyakan doang, dibelakang Alex dia malah tidak memakannya.


"Oa, nanti malam kita makan malam dirumahku."


"Kamu sudah siapkan, ketemu mama papaku?" tanya Alex


"Iya sayang. Tapiii, aaaku."


"Kenapa?" heehh,,


"Takuuutt," jawab Alisya singkat.


"Emaag mama, papaku hantu apa, harus ditakutin.


"Eeemmm bukan gitu," rengek Alisya manja. "Aku takut nanti orang tuamu tidak suka sama aku."


"Oohh, udah ga usah takut, aku akan selalu bersamamu apapun yang terjadi."


Alisya mengangguk.


Drrrtt!


Drrttt!


Ponsel Alisya berdering.


Alex yang menyadarinya.


"sini! perintah Alex.


Alex langsung menggeserkan tombol warna hijau.


"Haloo sayang," suara disebrang sana.


Deggg, Alex sangat marah mendengarnya.


"Kamu ngapain? sayang."


"Ngapain kamu nelpon-nelpon calon istriku, hehhhh," kesel Alex. Dia sangat kesal Sadli selalu mengganggu calon istrinya.


Degggg, jantung Alisya berdetak tak karuan. Siapa ya yang menelpon, batin Alisya, pasti sadli. Dia tidak ada kapok-kapoknya nelpon Alisya terus, padahal sudah beberapa nomor Sadli yang dia blokir. Sadli terus saja menelponnya pakai nomor yang baru.


"Baru calon 'kan, kalau sudah jadi istrimu pun tetap aku mengganggunya. Kenapa emangnya?" hhhhhh,πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚ suara terbahak-bahak disebrang sana.


"Aku peringatkan ya, jangan ganggu Alisya lagi dia calon istriku."


"Baru calon sudah bangga." πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚hhhh, suara ketawa disebrang sana.


Aleeex, Aleeex, kamu pikir aku takut denganmu, kamu salah. Aku tidak takut denganmu.


Alex tambah marah mendengarnya,


"kurang a*ar kamu ya!"


Alisya yang duduk berdekatan dengan Alex. Dia langsung memeluk tanggannya Alex, dan menggeleng gelengkan kepala,mengisyarahkan biar Alex lebih sabar menghadapi Sadli.


Amarah Alex pun meredam, melihat perlakuan manja Alisya.Tiap kali Alex ingin marah, melihat Alisya merengek manja, hati Alex langsung luluh.


Panggilan dimatikan disebrang sana.


Kurang a*ar tu cowok, kesel Alex.


Menghadapi seseorang itu, harus dengan kepala dingin. Harus lebih sabar, jangan dengan emosi. Alisya berusaha menenagkan Alex biar dia tidak marah.


"Hheemmm, seneng mantannya nelpon," ejek Alex.


"Udah ahhhh, jawab Alisya. Ayo kita brangkat," ajak Alisya.


"Iya ayo," jawab Alex.


Sesampai dikantor, Alex pun seperti biasa disambut oleh karyawannya.dengan penuh sapaan.


Pagi Pak!


Pagi Pak!


"Pagi juga," balas Alex sambil tersenyum.


Para karyawan pada bisik-bisik, karna mereka melihat Alex. Bos mereka menggandengkan tangan Alisya, sekertaris baru yang mereka tau. Mereka berlarut dengan pikiran kotor mereka. Mereka memikirkan hal-hal yang tidak pantas mereka pikirkan.


"Liat itu cewek, baru pertama masuk sudah nempel-nempel sama Bos."


"Memang itu cewek enggak punya malu."

__ADS_1


"Iya, suka godain Bos," sahut yang lainnya lagi.


Alex yang menyadari para karyawannya membicarakannya dengan Alisya, darahnya langsung naik darah, tidak sepantasnya mereka membicarakan bos mereka.😑😑


"Heeeiiiii! bentak Alex. Kalian saya gaji buat gosipin Bos kalian atau buat kerja,"


heehhh.


"Kalian sudah bosen kerja disini?


mau saya pecat ya!" bentak Alex.


Mereka pun terdiam ketakutan, karna selama ini belum pernah mereka melihat bosnya semarah itu, biasanya dia selalu ramah terhadap kariawannya. Hari ini bos mereka bak singa yang sedang mengaung, ingin memakan mangsanya.😑😑


Alisya pun berusaha menenangkan Alex,biar Alex lebih sabar menghadapi kariyawannya.


"Sudah sayang, jangan marah-marah." karna Alisya juga takut. Alex jarang marah, kalau sudah marah tidak bisa dikendalikan.


"Dia calon istri saya, saya tidak terima dengan perlakuan kalian mempermalukan calon istri saya."


"Siapa saja yang berani mempermalukannya atau menggosipinya, kalian tidak segan segan saya pecat."


"Kalian mengerti!" bentak Alex.


"Udah sayang, jangan hiraukan mereka, biarin aja ya."


"Kita keruangan ya!" Alisya menarik tangan Alex. Dan melangkahkan kaki pergi menjauh dari kariyawannya menuju kedalam ruangan kerjanya.


Alex langsung masuk keruangannya.


Para kariyawan pun, pada bubar ketakutan. Mereka sudah salah menilai.Orang yang mereka caci maki, ternyata calon istri bos mereka.


Kevin yang baru datang mendengar Alex marah-marah,


"ada apa ini? heehhh!" bentak Kevin.


Yang tadi mengoceh, sekarang semua terdiam hening tanpa suara.


"Danii," panggil Kevin.


Dani seorang kariyawan teladan, selama ini dia tidak pernah melawan selalu patuh, dan tidak pernah mengecewakan bosnya.


"Iiiyaaa pak," jawab Dani yang ketakutan.


"Ada apa ini?" bentak kevinn.


"Iiittuuuu pak."


"Apa? yang jelas."


Drrtt!


Drrtt!


Ponsel Kevin berdering.


"Pecat, semua kariyawan yang bikin ulah tadi!"


Panggilan dimatikan Alex.


Kevin pun memanggil Dani, untuk menanyakan siapa saja yang bikin ulah tadi.


Dani pun menghampiri atasannya.


"Tunjukkan siapa saja yang bikin ulah tadi."


"Kalian yang bikin ulah tadi saya pecat!" sambil menunjuk kearah kariyawan.


"Tapiii Pak," jawab mereka.


"Maafkan kami Pak," mereka menangis karna dipecat.


"Kami janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap mereka.


"Maafkan kami Pak," mereka memohon.πŸ™πŸ™πŸ™ tapi sayang sudah terlambat.


"Tidak ada tapi-tapian!" bentak Alex. Ini sudah keputusan Alex. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Kalian sudah berani membangunkan singa yang sedang tidur, kalian harus berani menerimanya.


Kevin langsung keruangannya.


"Sayanggg, maafin mereka ya."


Alex hanya diam.


"Aku mohonnn, πŸ™πŸ™πŸ™ maafin mereka ya, aku tidak mau gara-gara aku, kamu memecat mereka," plissss....πŸ™πŸ™Alisya memohon.


Baru hari pertama aku kekantor, sudah buat mereka dipecat. Alisya bersalah karna gara-gara dia mereka dipecat.

__ADS_1


Alex yang menyadarinya, langsung memeluk Alisya, dan berkata,


"I love you sayang." Aku tidak akan pernah terima siapapun yang mempermalukanmu sayang..


__ADS_2