Mimpi Jadi Kenyataan

Mimpi Jadi Kenyataan
*Alex dan Alisya sangat bahagia dirumah Abizar*


__ADS_3

Heemm, Alisya berdehem, melihat Alex dan Abizar sedang tertawa-tertawa.


Abizar dan Alex pun menoleh.


"Alisya," panggil mereka berdua serentak, karena kaget melihat Alisya sudah bangun.


"Kamu sudah baikan sayang," tanya Alex.


Alisya hanya mengangguk.


"Iyalah, belahan jiwanya sudah ada disini. Ya sembuhlahπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…," ucap Abizar sambil tertawa.


"Kamu ini ,πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… jawab Alex yang ikut tertawa.


Alisya pun duduk disamping mereka. "Kalian bicara apa sih? tertawa-tertawa," tanya Alisya yang penasaran.


"Ya ceritain kamulah," πŸ˜€πŸ˜€jawab Abizar.


Alex yang mendengarnya pun ikut tersenyum.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


"Oa walapun kita baru kenal, anggaplah aku sebagai keluargamu jangan sungkan," ucap Abizar.


"Iya Abizar, aku memang sudah menganggapmu sebagai keluargaku."


"Iya 'kan, sayang?" Alex yang mengiyakan sama Alisya.


"Iya sayang, aku seakan punya kakak," jawab Alisya.


"Oa Lex, kamu tau tidak, melihat Alisya menangis dia sangat lucuπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.Rasanya ingin tertawa melihat dia menangis kemarin, ucap Abizar yang berhasil membuat Alisya cemberut.


eemm, "Kakak ini,"πŸ˜’πŸ˜’


😜😜biarin..


"Iya bener Abizar, kalau Alisya menangis sangat lucu dan imut lagi," jawab Alex yang ikut-ikutan Abizar meledekin Alisya.


Iihh, "kalian ini, eemm 😞😞. Biarin πŸ˜¬πŸ˜¬πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Alisya kesal malah meledekin mereka berdua dan tertawa.


mereka pun melihat Alisya sangat lucu bagi mereka, malah tertawa bareng-barengπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

__ADS_1


"Tuan," panggil Bibik. Sarapan sudah siap, nanti keburu dingin.


"Baik Bik, makasih ya Bik," jawab Abizar.


"Oa, ayo kita makan dulu," ajak Abizar.


"krruuukk!


Abizar tersenyum mendengar perut Alex berbunyi, sudah dua hari dia tidak makan.


Alisya pun ikut tersenyum πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…."Sayang kamu lapar," tanya Alisya.


"Eemmm," Alex mengangguk.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚Alisya dan Abizar pun menertawakan Alex.


"Iihh kalian ini, malah menertawakanku."


kalau lama-lama nanti cacingnya keburu get outπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…, jawab Alex tak mau kalah, karena kelaparan.


Disaat mereka sedang makan.


"Tidak sebaiknya besok saja, kasiankan Alisya baru sembuh." Takut dia kecapean karena perjalanan jauh.


"Malam ini kalian nginep saja dulu disini, besok pagi kalian pulang," saran Abizar.


"Yasudah, kalau gitu besok saja kita pulang," jawab Alex.


"Aku pulang ingin langsung mempersiapkan pernikahan kita, aku tidak mau jauh dari Alisya," ucap Alex.


Uuhhhuukk, huukk.


Abizar tersendak mendengar mereka segera ingin menikah, baru sehari mencintai wanita sudah ada yang punya. Takdir kurang beruntung.


"Kamu tidak kenapa-kenapa kx?" tanya Alisya pada Abizar.


Abizar langsung menegukkan air yang ada didepannya.


"I,,yaa,, aku tidak apa-apa," jawab Abizar.

__ADS_1


"Kamu kenapa Abizar?" tanya Alex.


"Eehh, tidak apa-apa, hanya sedikit kecewa saja," heheeπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….


Alisya dan Alex malah ikut πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…, mendengar Abizar salah tingkah.


Kakak ini, mana boleh adik kakak patah hati.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


"Oa kx, aku punya temen namanya Sinta, nanti aku kenalin."


Drrtt!


Drrtt!


Ponsel Alisya berdering.


Alisya langsung melihat siapa yang menelpon.


"Panjang umur orang kita bicarakan video call."


"Iya Ssiinn."


"Alisya kamu kemana saja sih?" Ditelpon hanphonnya malah mati, tidak aktif. Kamu membuat semua orang khawatir,ngerocos Sinta.


Alisya pun membalikkan camera kearah Alex dan Abizar. Mata Sinta tertuju pada Abizar.


"Lisy, itu siapa ganteng bangeeeett," bisik Sinta, takut ketauan sama Abizar.


Abizar yang mendengarnya tersenyum dan berkata" boleh juga itu cewek😊😊😊.


"Nanti aku ceritakan."


Oa udah dulu ya, kita sedang makan.


Panggilan dimatikan Alisya.


Alex yang melihat Abizar tersenyum saat ditanya sama Sinta, dia pun berdehemm.


Heemmmm, "sepertinya ada naik daun ni," Alex menertawakan Abizar. πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


"Oa Lisy, boleh juga tu cewek," kata Abizar, sambil tersenyum.


__ADS_2