Mimpi Jadi Kenyataan

Mimpi Jadi Kenyataan
*Alisya ditemukan*


__ADS_3

Alisya pun melangkahkan kaki mengikuti Abizar, masuk kedalam rumah Abizar.


Rumahnya seperti istana, batin Alisya.Foto-foto yang bertata rapi, dengan perabot yang mewah. Dengan lukisan yang sangat bagus dan ruangan yang sangat luas, tak kalah jauh dengan rumah Alex.


"Malam Tuan," sapa para pembantu dirumah Abizar.


"Malam juga," jawab Abizar.


"Oa katamu, kamu tinggal sendiri ini bukan sendiri?" tanya Alisya.


"Maksudku, tidak ada keluarga," jawab Abizar lagi.


"Oohh," jawab Alisya.


"Bik," panggil Abizar.


"iya Tuan," jawab Bibik.


"Ada apa tuan?" tanya Bibik.


"Antarkn Alisya kekamar tamu dan siapkan apa saja yang dibutuhkan gadis itu."


"Baik tuan," jawab Bibik.


Abizar langsung kekamarnya.


Hhuuff, aku sangat capek hari ini. Apa yang terjadi dengan gadis itu.


Kenapa dia pergi?"


Abizar, penasaran sibuk dengan pikirannya sendiri, penuh dengan pertanyaan. Dia tidak bertanya pada Alisya karena tidak mau membuat gadis itu ingat lagi dan bersedih.


Abizar masih mengingat kejadian disaat gadis itu melambaikan tangan menyuruhnya berhenti, bahkan dia sangat nekat berdiri didepan mobil yang melaju, untung mobilnya melaju dengan kecepatan normal, hingga dia sempat mengeremnya.


Alisya yang lngsung naik kedalam mobil. Dia pun tidak bertanya apa-apa karena melihat gadis itu sedang menangis terisak-isak.


Abizar yang tersadar dari lamunannya mengambil ponselnya.


"hallo Tuan," ucap seseorang disebrang sana, yaitu Bodigart Abizar.


"Cari tau yang namanya Alisya, ada hubungan apa dengan perusahaan (SINAR JAYA GRUP)."


"Baik Tuan."


Panggilan dimatikan Abizar.


Disisi lain Alex yang dari siang menunggu kabar Alisya.


Sayang, aaaaaaaahhhh, Alex berteriak dia takut Alisya kenapa-kenapa. Kata satpam Alisya saat memberhentikan mobil itu dia nekat berada ditengah jalan.


"Apa yang kamu lakukan sayang? dan siapa? orang yang kamu tupangi itu. Kalau dia orang baik aku sangat senang, tapi gimana kalauuu... aaaahhhh. Alex melempar barang-barang yang ada diatas meja lagi.


Seisi rumah pun sangat sedih melihat kondisi Alex yang seperti itu.


"makasih ya Bik," ucap Alisya.


"Sama-sama Non," jawab Bibik.


"Oa Bik, pinjemin bajunya dong."


"Tapi Non, baju Bibik tidak pantas buat non."


"Bik, saya juga bukan orang kaya, saya orang miskin juga, sama seperti Bibik."


"Yasudah kalau Non memaksa."


Bibik segera mengambil pakaianya. Alisya yang masih menunggu ingin membersihkan badannya.


"Ini Non, bajunya cuma daster Non, tapi masih baru itu, Tuan yang mambelinya buat Bibik, belum Bibik pakek."


Hanya daster yang dibelikan Abizar karena bibik tidak suka memakai pakaian yang lain. *tapi bukan daster biasa melainkan daster yang bagus*


"Iya Bik tidak apa-apa," jawab Alisya.


"Yasudah saya keluar dulu ya Non."

__ADS_1


"Iya Bik, makasih ya Bik."


"Sama-sama Non, kalau perlu apa-apa panggilkan saya ya, Non."


Alisya segera membersihkan badannya,dengan air syower yang mengalir, terasa bebannya pun sedikit berkurang, dan air mata pun mengalir. Setelah dia selsai membersihkan badannya dan menggantikan pakaian daster yang dikasih bibik tadi. Walapun gadis itu memakai daster dia masih terlihat cantik.


Abizar yang selesai membersihkan diri sudah bepakaian oblong sama celena pendek bawah lutut.Tentunya bukan oblong biasa.


Abizar pun merebahkan badannya keking size yang empuk.


Abizar teringat pada gadis itu sedang apa dia saat ini. Dia berusaha memejamkan mata, tapi bayang-bayang Alisya terus saja terlintas dipikirannya,


Hhuuufff,,


Alex, kenapa kamu tega melakukan ini padaku, kenapa lex?


Alisya menangis karena kecewa dengan Alex. 😭😭😭


hiikk, hikk, pipi yang cantik dan imut gadis itu basah dengan tetesan air yang keluar dari matanya yang tak henti-hentinya.


Kamu bohong Alex, cintamu palsu. Kenapa kamu tega Alex.


Abizar yang lewat kamar Alisya ingin kedapur mengambil minum, tidak sengaja mendengar Alisya menangis.


Itu bukannya suara Alisya, apa dia menangis? batin Abizar.


Kreeekkk!


Suara kenop pintu terbuka, Alisya tidak menyadarinya karena dia sedang termenung dengan lamunannya.


"Alisya," panggil Abizar.


Alisya yang merasa dipanggil menoleh.


"Kamu baik-baik saja 'kan, ini sudah larut malam kenapa kamu belum tidur. Abizar mendekati gadis itu yang sedang menangis.


Alisya yang tidak kuat dengan apa yang Alex lakukan hari ini, dia replek langsung memeluk Abizar.


"Aku sudah tidak kuat lagi Abizar, hikk,hikk." 😭😭😭


"Menangislah biar kamu merasa lega," ucap Abizar sambil memeluk gadis itu.


"Malam sudah larut kamu tidur sekarang ya," ucap Abizar.


Alisya hanya mengangguk, dia berusaha memejamkan mata, ahirnya dia pun tertidur.😴😴😴😴


Abizar yang melihat gadis didepannya tertidur, dia pun kembali kekamarnya. Pria itu merebahkan badannya dan tertidur.😴😴


Disisi lain Alex, dia tidak bisa tidur, dia sangat merasa kehilangan, merasa bersalah, karena kesalahannya Alisya pergi darinya.


Sayang, kamu dimana? Aku sangat merindukanmu sayang.


Alex terus memikirkan Alisya, sampai dia pun terlelap.😴😴😴


Keesokan pagi,


Drrtt!


Drrtt!


Posel Abizar berdering.


"Tuan, saya sudah mencari tau semuanya. Nona Alisya adalah tunangan dari yang punya perusahaan (SINAR JAYA GRUP), yaitu Tuan Alexander yang dipanggil dengan nama Tuan Alex."


Kalau soal kenapa nona Alisya pergi saya tidak bisa mendapatkan informasi Tuan.


"Yasudah tidak apa-apa." cari tau semuanya."


"Baik Tuan."


Panggilan pun dimatikan Abizar. Alisya,apa yang terjadi denganmu? aku tidak bisa melihat kamu menangis terus. Aku tidak akan membiarkan kamu menangis.


Pria itu langsung turun kebawah, seperti biasa pagi-pagi dia sarapan. Dia pun duduk dimeja makan.


"Bik, panggil Abizar."

__ADS_1


"Iya Tuan, Ada apa?" tanya Bibik.


"Panggilkan Alisya makan."


"Baik Tuan."


Tok!


Tok!


Tok!


Suara ketukan pintu.


"Non," panggil Bibik.


Tidak ada sahutan, bibik pun membuka pintu.


"Tuann! Tuann!" bibik berteriak.


"Ada apa Bik?"


"Non Alisya Tuaaan! "


Abizar yang mendengar nama Alisya, langsung lari kekamar ingin melihat apa yang terjadi dengan gadis itu.


"Yaallah Alisya," Abizar sangat kaget melihat Alisya yang sudah pingsan tergeletak dilantai.


Abizar langsung memanggil dokter pribadi kerumahnya.


"Gimana kamu sudah menemukan kabar Alisya kevin?" tanya Alex.


"Maafkan aku, aku belum menemukan kabar dari Alisya," jawab kevin.


"Kevin aku sangat khawatir, aku takut terjadi apa-apa pada Alisya," ucap Alex.


"Kamu tenang ya, aku akan terus berusaha mencari keberadaan Alisya."


Alex, Alex, panggil Alisya yang belum sadar.


Kamu pasti merindukan tunanganmu 'kan? aku tidak bisa melihatmu seperti itu.


Abizar langsung menelpon nomor yang dikasih bodigartnya.


Drrtt!


Drrtt!


Suara ponsel Alex berdering. Alex langsung mengangkatnya.


"Hallo, apa kalian mendapatkan informasi tentang Alisya?"


"Iya, jawab Abizar. Dia ada dirumah ku."


Alex yang menyadari kalau yang menelpon bukan salah satu dari orangnya.


"Dimanaa dia? apa dia baik-baik saja? katakan!" ucap Alex sangat cemas.


"Tenangkan dirimu dulu," jawab Abizar.


"Iya," jawab Alex, sedikit lebih tenang karena ada kabar tentang Alisya.


"Alisya sekarang ada dirumahku,segeralah kesini! Sekarang dia belum sadar," ucap Abizar.


Deggg, jantung Alex berhenti berdetak,mendengar Alisya belum sadar.


"Apa yang sudah terjadi padanya," tanya Alex.


"Dari kemarin Alisya terus menangis, semalam dia sudah lebih tenang, aku meninggalkannya sendiri dikamar, seharusnya aku tidak meninggalkannya sendiri dikamar." Tadi pagi, pas bibik kekamar, dia sudah pingsan. Sudah aku panggilkan dokter tapi belum sampai.


"Kamu segeralah kesini! Alisya terus memanggil namamu, walaupun dia tidak sadar."


"Baik, jaga dia ya, aku akan segera kesana." Karena lokasipun sudah dikirim sama Abizar.


Panggilan dimatikan.

__ADS_1


Alex segera berangkat.


"Yaallah, moga Alisya tidak kenapa-kenapa," ucap Alex.


__ADS_2