Mimpi Jadi Kenyataan

Mimpi Jadi Kenyataan
*Alisya diculik*


__ADS_3

Alisya dan Sinta menoleh.


"Kaakakk," panggil Alisya dan berjalan menghampiri dan memeluk Abizar. Ternyata pria tampan adalah Abizar. Sinta pun ikut menghampirinya, dia bingung sejak kapan Alisya punya kakak. Selama ini yang dia tau sahabatnya itu tidak punya siapapun.


"Kakak aku senang banget kakak kesini," ucap Alisya sambil merangkul Abizar.😊😊😊


"Bik, panggil Alex.


"Iya Tuan," jawab Bibik. "Ada apa?" tanya Bibik.


"Bawakan minum!"


"Baik Tuan."


"Kakak perkenalkan ini Sinta, sahabatku semenjak kecil," temen yang sangat cerewet. Hehee,πŸ˜‰senyum jail sambil melihat wajah Sinta yang memerah. "Oohh tidak kak, aku hanya becanda," ucap Alisya lagi.


"Saya Abizar!" Abizar memperkenalkan dirinya, sambil mengulurkan tangannya kearah Sinta.


"Saya sinta!" Sinta pun mengulurkan tangannya.


"Ternyata ini Sinta," wajahnya terlihat cantik walaupun dengan pakaian sederhana membuat Sinta lebih menarik,batin Abizar


"Kak ini cewek yang ingin aku kenalin sama kakak kemarin itu," bisik Alisya.Abizar tersenyum mendengar bisikan Alisya.


"Silahkan duduk," Alex mempersilahkan Abizar. Alex, Sinta, Alisya dan Abizarpun duduk.


Bibikpun sudah membawakan minum."Silahkan minum kak!" Alisya menyuruh Abizar untuk minum.


"Oa langsung saja kita bahas masalah gedungnya ya." Kalian mau dekorasi seperti apa. Abizar memperlihatkan gambar yang sudah dia bawakan.


Kalau menurut aku terserah kamu saja Abizar, mana yang bagus," jawab Alex.


"Yasudah, kalau begitu nanti aku akan buat spesial buat kalian." Sebagai kado pernikahan kalian.


Mereka pun berbincang-bincang hingga cuacapun sudah mulai gelap.


Makan malam pun tiba, Abizar dan sinta belum pulang. Sinta memang selama sebelum acara pernikahan Alex dan Alisya dia menemani sahabatnya, sedangkan Abizar dia disuruh nginep sama Alex. Padahal Abizar ada apartemen dekat situ, jadi walaupun tidak pulang dia nginep diapartemen.


Merekapun istirahat dikamar masing-masing sedangkan Alisya sama Sinta, tidur satu kamar.


"Siiinn, sepertinya kakak menyukaimu."


"Sebenarnya Abizar itu siapa Sih?" sejak kapan kamu punya kakak, kok aku tidak tahu.


"Maaf aku belum sempat menceritakannya padamu. Kemarin waktu aku pergi, aku menyetop mobil Abizar, aku berdiri ditengah jalan."


"Yaampun Lisy, kamu nekat amet, gimana kalau kamu tertabrak," Abizar tidak sempat mengerem mobilnya.


"Tidak tahulah Siinnn," kemarin pikiranku tak karuan.Tidak bisa memikirkan apapun.


Kakakpun berhenti, aku langsung masuk. Kakak tidak menanyakan apapun padaku,sepatah kata pun. Sepanjang jalan aku menangis.


Setelah perjalanan agak jauh kakak bertanya, kamu mau kemana.


Akupun menjawab kemanapun kamu pergi.


"G*la kamu Lisy gimana kalau orang itu jahat, abislah." ucap Sinta


"Pikiranku saat itu tidak bisa memikir apapun, pikiranku hanya pergi yang sangat jauh."


Alisya menceritakan semua kejadian kemarin. Sinta yang berlarut dalam cerita Alisya dia pun mulai mengantuk.


Hhuuaakkk, Sinta menutup mulutnya dengan tangan. Dia sangat ngantuk.


"Besok-besok Lisy, kalau marah jangan pergi-pergi gitu, bikin khawatir tau." Kamu tau tidak Alex dua hari tidak makan sesuappun gara-gara memikirkanmu, dia khawatir kamu kenapa-kenapa. Dia sangat terpuruk. Dia itu sangat mencintaimu, jangan bertingkah seperti anak-anak.


"Iya-iya aku tidak akan begitu lagi." jawab Alisya yang menyesali perbuatannya. Mereka pun tertidur menuju alam mimpi.


Sedangkan Abizar tidak bisa tidur terus memikirkan wajah Sinta dan berlarut dengan pikirannya sendiri sampai dia pun menuju kealam mimpi.


*


*


Hari-haripun berlalu, semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, mempersiapkan acara pernikahan Alisya dan Alex.


keesokan pagi, Alex dan Alisya dan ditemani oleh Sinta pergi kebutik. Mereka ingin mencoba baju yang sudah dirancang oleh Keisya.


"Woww, bajunya bagus banget Lisy, kamu pasti cantik memakainya."


"Buruan coba, aku tidak sabar ingin melihatnya," Sinta tidak sabar ingin melihat Alisya memakai gaun pengantinnya.


Alex yang mendengarnya hanya tersenyum dan melihat tingkah laku kedua perempuan didepannya.


Alisya pun mencoba baju pengantinnya ditemenin sama Keisya.


Alex dan Sinta menunggu diluar.Menunggu Tuan putri yang sedang mencoba pakaian pengantin.

__ADS_1


"Gimana?" tanya Alisya yang sudah keluar dari ruang ganti, sambil memutarkan badannya, memperlihatkan pada Alex dan Sinta.


"Bagus banget lisy," jawab Sinta.


"Iya sayang bagus banget warnanya cocok sama kulit kamu," ucap Alex.


Alex dan Alisya pun sudah bergantian mencoba baju pengantin mereka. Alex baju berupa jas. Saat dia memakainya terlihat sangat menawan, aura mukanya terlihat sangat tampan. Mereka pun pulang.


"Culik gadis ini!" perintah seseorang sambil memperlihatkan foto.


"Baik boss."


"Ingat jangan sampai dia terluka sedikit pun."


"Siap Boss. "


Sampai ditengah jalan.


"Sayang berhenti ya." suruh Alisya, yang melihat ada yang jualan es dipinggir jalan.


"Kenapa?" tanya Alex.


"Aku ingin beli es itu,sepertinya enak." Alisya melihat yang beli es itu sangat ramai.🍧


Alex pun berhenti, dan ingin turun juga menemani Alisya.


"Tidak usah sayang, biar aku saja, tidak lama kok."


"Sinn kamu mau?"


"Enggak," jawab Sinta.


"Tumben?" tanya Alisya.


"Lagi sakit gigi."


"Pantesan." Biasanya Sinta pin sama seperti Alisya matanya melotot saat melihat es. Yaudah buat aku saja. Alisya pun turun membeli es. Dia menunggu lama karna pembelinya sangat ramai.


Hhuufff lama banget, "mas, cepetan dong, lama banget."


"Iya neng, sebentar lagi ya."


Alisya pun memilih duduk agak jauhan dikit karena disitu panas banget. Dengan cuaca yang panas seperti ini enak meminum es itu, Alisya yang berlarut dengan pikirannya sendiri.


Tiba-tiba... "Aaaaaa". Ada yang menutup mulut Alisya, entah siapa dia tidak melihatnya karena dari arah belakang.


Lex, Alisya lama banget ya, tidak balik-balik?" tanya Sinta.


"Mas liat perempuan cantik, pakek hijab, tinggi segini, kulit putih. Tadi dia mau beli es disini."


"Tadi ada, jawab masnya. Dia menunggu lama, esnya sudah selsai, tapi orangnya tidak ada, entah kemana saya tidak melihatnya lagi, jawab tukang es.


Alex pun merasa sangat cemas, dia menanyakan kesemua orang yang ada disitu tidak ada yang melihatnya.


"Kakak," panggil salah satu anak yang lagi beli es juga." Tadi saya melihatnya, kakak duduk disitu, terus ada yang tutup mulutnya dan dibawa," jawab salah satu anak yang berada disitu.


"Kamu tau kakak dibawa kearah mana?" tanya Alex.


"Iya kak, kearah sana pakek mobil, jawab anak itu.


"Maksih ya dek, "ucap Alex. Dia langsung berlari kembali kemobil.


Alex pun kembali kemobil, dan berkata "Alisya diculik Sinnn."


Degggg..


"Yaallah!" Sinta sangat kaget mendengarnya.


Alex melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, Sinta hanya bisa menyebut nama Allah dalam hati, jantungnya rasanya sudah mau copot.


Alex mengikuti semua mobil, mencari mobil mana yang menculik Alisya.


Aaaaaaa!


Aaaaaa!


Teriak Alisya yang mulutnya ditutup dan tangannya diikat.


"Diam!" teriak salah satu pria yang menculik Alisya.


Aaaaaa!


Aaaaa!


Teriak Alisya lagi.


"Diam!"

__ADS_1


Alex yang sedang mencari Alisya tidak menemukan mobil yang menculik Alisya.


Drrtt!


Drrtt!


Ponsel Alex berdering.


Alex mengangkatnya.


"Alex, Alex," hahahaha..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ ,suara tertawa disebrang sana. "Kamu pikir aku akan tinggal diam. Aku tidak akan membiarkanmu menikahi Alisya. Dia adalah milikku. Aku yang akan menikahinya bukan kamu


"Ku*ang a*ar kamu Sad! Kalau sampai kamu melukai Alisya kamu akan tau akibatnya, camkan itu."


Panggilan dimatikan Sadli.


"Siapa Lex," tanya Sinta.


"Sadli yang menculik Alisya."


Kali ini Sinta tidak ngerocos, dia tau Alex sedang marah, dia tidak mau membuat Alex tambah marah dengan ocehannya bisa-bisa dia diturunin ditengah jalan.


"Kirimkan nomor sadli Kekevin, suruh dia lacak nomornya."


Sinta langsung mengirim nomor Sadli Kekevin, menyuruhnya untuk melacak keberadaan Sadli.


"Apakah ada pesan dari Kevin? Dia sudah bisa melacak keberadaan Sadli," tanya Alex.


"Belum Lex," jawab Sinta.


Alex pun melajukan mobil, sambil melihat kekiri dan kekanan mobil yang lewat, siapa tau Alisya ada disalah satu mobil yang lewat itu. Haripun sudah mulai terasa tanpa cahaya, Sedangkan dirumah semua jadi panik Alex, Alisya dan Sinta belum pulang, mereka khawatir terjadi apa-apa pada mereka.


"Ini Lex, Kevin mengirimkan lokasinya.


Alex pun menuju lokasi yang dikirimkan Kevin. Lokasinya lumayan jauh.


"Kevin yang tau dari Sinta, Alisya diculik,langsung pergi kelokasi yang dia lacak, sama bodigartnya Alex.


Alisya membuka matanya dan melihat melihat kekiri dan kekanan dia tidak pernah melihat tempat itu.


Dimana aku?


Alisya berada disebuah kamar apartemen. Yaallah, tolong hamba Yaallah. Dua hari lagi acara pernikahan hamba.


Hiikk...hikk... 😭😭😭😭Alex pasti sangat khawatir, dia pasti sedang mencari keberadaanku. Alisya hanya bisa mengeluarkan air mata jatuh kepipinya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tangan dan kakinya diikat, mulutnya pun ditutup.


Ceklekk!


Kenop pintu terbuka.


Sadli! teriak Alisya dalam hati, karena mulutnya ditutup.


"Sayang, Aku sangat merindukanmu, ucap sadli sambil mengelus-elus pipinya Alisya.


Aaaaaa! teriak Alisya, sambil menggeserkan badannya karena dia tidak sudi dipegang-pegang.


Sadli pun membuka penutup mulut Alisya.


Alisya menangis, hiik, hiikk😭😭😭


"Kenapa kamu menculikku Sad, kamu sangat tega padaku."


"Dua hari lagi aku akan menikah."


"Justru itu, aku tidak mau kamu menikah dengan siapapun selain aku. Kamu adalah milikku. Hanya menikah denganku!" kesal Sadli.


"Sayang, tolongin aku. Aku sangat takut," berkata Alisya dalam hati. Air mata Alisya terus berderai kepipinya. 😒😒😒


"Kamu jangan menangis ya, besok kita akan menikah." Sambil menghapus air mata yang belinang kepipi Alisya yang imut.


"Tidak Sad, aku tidak mencintaimu lagi, aku akan menikah dengan Alex."


"Lepaskan aku Sad, aku mohon.😒😒😒


"Jangan harap aku akan melepaskanmu, kamu adalah milikku!" teriak sadli.


😭😭😭😭Alex, aku sangat takut.


Disisi lain Alex dan Sinta sudah hampir sampai.


Tunggu ya sayang, aku akan menyelamatkanmu dari sadli, bersabarlah, batin Alex.


Yaallah, lindungilah Alisya dua hari lagi dia akan menikah, berkata Sinta dalam hati.


Alex dan Sinta pun sampai.


Bruukk!

__ADS_1


Brruukk!


Alex mendobrak pintu. "Keluar kamu sad!" Alex berteriak.


__ADS_2