Mimpi Jadi Kenyataan

Mimpi Jadi Kenyataan
*Kesalah fahaman berahir*


__ADS_3

"Dok, gimana keadaan Alisya?" tanya Abizar.


"Dia tidak apa-apa, hanya sedikit terlalu kepikiran dengan masalahnya, makanya dia dia pingsan." Usahakan, dia jangan terlalu memikirkan masalahnya, buat dia bahagia, hanya itu saja saran saya.


"Baik dok," jawab Abizar.


"Terima kasih ya dok."


"Iya sama-sama," jawab Dokter. Sebentar lagi dia juga akan sadar.


Dokter pun segera keluar diantar sama Abizar.


Aleex, kenapa kamu tega padaku, hikk.. hiikk..


Alisya menangis lagi, tapi dalam kadaan belum sadar.


Alisya, aku tidak akan membiarkanmu seperti ini terus, sebentar lagi kamu akan bertemu Alex, orang yang sangat kamu cintai, ujar Abizar yang melihat kondisi Alisya belum sadar.


"Sayang, maafkan aku ya, karena aku kamu sakit, aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi. Air matamu terlalu berharga bagiku," ujar Alex yang masih didalam perjalanan.


Setelah empat jam, Alex sudah sampai.


Ting!


Tong!


Suara bel berbunyi.


"Tuan, didepan ada seorang laki-laki yang ingin bertemu dengan Tuan," kata Bibik.


"Suruh dia masuk, antarkan kesini ya Bik!"


karena Abizar tau itu adalah Alex.


"Anda disuruh masuk sama Tuan," kata Bibik ke Alex.


Alex pun, melangkahkan kakinya kedalam mengikuti bibik.


Alex yang melihat Alisya berbaring belum sadar. Langsung memeluknya dan berkata, "sayang maafkan aku ya, aku telah membuatmu kecewa, tapi apa yang kamu lihat itu hanya salah faham sayang."

__ADS_1


"Aku tau kamu kecewa padaku tapi seharusnya kamu tidak pergi, gimana kalau kamu kenapa-kenapa sayang," ujar Alex sambil memeluk tubuh Alisya.


Alisya pun sadar, Alisya membuka mata terlihat seorang laki-laki yang sangat tampan dengan hidung mancung dengan air mata yang berderai kewajah Alisya yang cantik, siapa lagi kalau bukan Alex. Orang yang dia cintai melebihi hidupnya sendiri.


"Sayang," panggil Alisya.


"Iya sayang," sambil memeluk calon istri yang sangat dia cintai. "Aku tidak akan membiarkanmu jauh dariku lagi sayang."


"Maafkan aku ya sayang," ucap Alex. dengan air mata yang berderai. Kamu salah faham, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu lihat.


Aku sangat mencintaimu sayang, melebihi hidupku, aku tidak akan melakukan hal yang bodoh sayang.


"Alex menangis, darimana dia tahu aku ada disini? Kesini sangat jauh, dia rela kesini." Mungkin iya aku cuma salah faham, batin Alisya.


Abizar yang melihat mereka langsung keluar dia tidak sanggup melihatnya. Jujur rasanya sakit melihat mereka bermesraan. Aku tidak mau Alisya terus-terusan menangis.


Hhuuuff apa yang terjadi dengan ku,gerutu Alex dalam hati.


"Sayang, maaf 'kan, aku ya, aku mohon." ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™Air mata Alex mengalir๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข. Dia tidak sanggup kehilangan gadis yang dicintainya.


"Iya sayang." Satu kata keluar dari mulut gadis didekatnya. Air matanya yang bening pun berjatuhan kepipinya yang imut dan cantik.


"Jangan menangis sayang," air matamu terlalu berharga bagiku."


"Aku sangat merindukanmu sayang,"jawab Alisya.


"Aku juga sayang."


Mmuuuaahh, ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜Alex mengecup Alisya.


Mereka pun saling melepaskan rindu๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜dua hari rasa setahun.


Alex pun menemani Alisya yang masih lemah.


Tok!


Tok!


Suara ketukan pintu.

__ADS_1


"Masuk," ujar Alex.


"Tuan, ini makanan buat Non Alisya," disuruh Tuan Abizar.


"Makasih ya Bik."


Alex pun menyuapi Alisya.


"Makan ya sayang," ujar Alex.


Alex pun menyuapinya.


"Satu suap lagi ya," minta Alex.


"Sudah," jawab Alisya.


Alex meletakkan piring keatas meja didekat ranjang Alisya tidur dan membersihkan sisa makanan yang ada disudut bibir gadis yang dia cintai.


" Mmuuaahh๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜, satu kecupan dikening Alisya, "jangan tinggalkan aku lagi ya sayang," ucap Alex.


"Eemm, salah kamu sendiri," jawab Alisya manja. Alisya yang merasa masih kesal sama Alex.


Muuaahh, ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜Alex mengecup bi*ir Alisya dan melu*atnya.


"Sayang, kamu memakai daster,"๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Alex menertawakan Alisya yang memakai daster mak-mak.


"Iiihhh, emmm," kesel Alisya. Mencubit Alex.


Iiihhh, "sakit sayang," sambil mengusap-usap tangannya yang dicubit Alisya.


"Biarin."๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…Alisya menertawakan Alex yang kesakitan.


Alex melihat Alisya yang tertawa sangat bahagia, dia sudah menemukan belahan hatinya yang hilang dua hari ini.


"Tapi walapun kamu memakai daster kamu masih sangat cantik," Alex memuji kecantikan Alisya.


Alisya yang merasa dipuji, mukanya memerah bak kepiting rebus. Heheee๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ.

__ADS_1


__ADS_2