
"Malam juga sayang," jawab Alisya.
Alex, langsung duduk deket Alisya.
Alisya langsung membalikkan piring buat Alex.
Mamanya Alex pun segera ingin meraih centong nasi.
"Biar aku saja Maa."
Mamanya Alex pun segera duduk kembali.
Alex tidak salah memilih calon istri dia sangat perhatian, batin mamanya Alex.
Alisya pun langsung kasih makanan kesukaan pria tampan disebelahnya,siapa lagi kalau bukan Alex. Makan malam pun selesai.
Keesokan pagi, Alex seperti biasa pagi-pagi sudah bangun ingin kekantor, karna sudah beberapa hari Alex tidak kekantor.
Disisi lain Alisya pun bangun awal karna ingin berangkat kekantor juga. Gadis itu pun keluar, ternyata barengan keluar sama Alex.
Tapp!
Tapp!
Tap!
Suara sepatu Alex.
"Sayanng, kamu mau kemana?" tanya Alex, yang melihat Alisya yang sudah rapi.
"Mau kekantor barengan kamu."
"No! no! no!" ucap Alex. sambil menggerak-gerakkan telunjuknya kekiri dan kekakan. "Mulai sekarang kamu tidak boleh kerja, kamu dirumah saja sama mama ya."
"Yasudah, Tapi, nanti siang aku ada janji sama temen-temen di kafe deket kantor kamu, aku boleh pergikan."
"Boleh sayang, nanti kamu diantar pak Anton."
"Iya sayang Makasih ya."
Alex mendekati Alisya.
"Iya Sayang," cuuppp, sebuah kecupan mendarat dikening Alisya. Mereka pun keruang makan ingin sarapan pagi.
Selesai sarapan pagi, Alex langsung berangkat dianterin sama Alisya.
"Pa, Lihat wajah mereka sangat bahagia, kita harus segera nentuin tanggal pernikahan mereka,"
"Iya Maa, Papa juga sangat bahagia melihat mereka seperti itu."
"Sayang, aku berangkat dulu ya. "Ingat kalau mau berangkat ntar kabarin ya!"
"Iya," Alisya mengangguk. Alisya pun langsung masuk kedalam.
"Sayang, ayo sini nonton sama Mama."
Alisya pun menghampirinya dan duduk disebelah mama.
Waahh, ternyata mama juga suka nonton flm India, dah sama ini batin Alisya .
"Lisy lihat itu sosuweet bangeeettt😍😍😍," ucap Mamanya Alex.
"Iya Ma, sosuweeettt."
Papa yang lewat depan mereka berkata," seru ini nonton, Papa kok tidak diajak nonton."
"Yaudah sini Pa."
Hari pun hampir siang, flm India pun sudah habis.
"Maa, Alisya ada janji ketemuan sama temen-temen di dekat kafe kantor Alex."
__ADS_1
"Yasudah siap-siaplah, nanti telat loo."
"Iya Ma," Alisya siap-siap dulu ya." Dia pun kekamar ingin siap-siap.
Pak Anton yang sudah nungguin dari tadi di depan rumah Alex.
"Ayo Pak!" ajak Alisya. Alisya langsung masuk dan dibukakan pintu sama pak Anton.
"Sudah sampai Nonn"
Alisya pun segera turun, langsung masuk kedalam kafe.
"Alisya," panggil temen-temen sambil melambaikan tangannya.
Alisya yang merasa dipanggil, langsung menghampiri.
"Duduk Lisy."
"Kamu pesan minum apa?"
"Aku lemon tea saja". Mereka pun berbincang-bincang sambil tertawa-tertawa.
"lihat Alisya yang sekarang,penampilannya sangat beda dengan Alisya yang kita kenal dulu, dia sekarang tambah cantik, seperti seorang Ratu."
"Iya, ni," jawab temennya yang lain sambil tertawa.
"Apaan sih kalian, Aku masih Alisya yang dulu kalian kenal."
Kebetulan Sadli ada pertemuan dengan temannya satu kafe dengan Alisya, mereka sudah ingin pulang.
"Aku pulang dulu ya," ucap temennya Sadli. Sadli yang ingin pulang tidak sengaja melihat kearah suara cewe-cewek tertawa. melihat ada Alisya disitu langsung menghampiri.
"apa kabar sayang?"
sudah lama tidak pernah ketemu.
Alisya tidak menjawab.
"Semua lancar Pak Alex. Tolong ditanda tangani berkasnya."
Alex pun menanda tangani berkasnya.
Lis," maafin aku ya, aku sangat mencintaimu," ucap Sadli sambil memegang tangan Alisya, tapi dia menepis tangan Sadli.
"Jangan ganggu Aku lagi ya!" Aku sudah tunangan sama Alex.
"Aku tidak peduli Lisy, mau kamu sudah nikah aku tidak peduli, aku sangat mencintaimu."
"Tapi... Aku sudah tidak mencintaimu."
orang-orang yang ada dikafe pun menoleh kearah suara.
"Kamu sudah meninggalkanku, disaat aku sangat membutuhkanmu, kamu malah meninggalkanku begitu saja tanpa mendengar penjelasanku terlebih dahulu."
"Iya Lisy, aku minta maaf."
"Kamu terlambat aku sudah tunangan sama Alex."
"Aku tidak terlambat Lisya, cinta tidak ada kata terlambat Lisy. Kamu ngomong seperti itu karna masih marah sama aku 'kan? aku akan menunggu Lisy sampai kamu memaafkanku."
"Terserah kamu, aku sudah tidak mencintaimu lagi, sekarang aku mencinta orang lain."
"Tidak Lisy, aku tidak percaya kamu semudah itu melupakanku, Kamu pasti bohongkan."
"Aku tidak bohong, Aku mencintai orang lain, itulah kenyataannya, dia orang yang selalu ada disaat aku butuhkan, orang yang sangat mencintaiku. Tidak sepertimu, memutuskan hubungan tanpa mendengarkan penjelasanku."
Seperti suara Alisya, tapi suaranya seperti sedang marah, bisik Alex. Alex pun menoleh kebelakang. Alex yang melihat Alisya sedang berdekatan dengan Sadli.
"Kurang a*ar itu cowok, tidak ada capek-capenya mengejar Alisya," batin Alex.
"Baiklah Pak cukup disini metingnya hari ini."
__ADS_1
Pak tonipun segera meninggalkan Alex.
Alex langsung menghampiri arah suara tadi, suara perkengkaran dengan mantan kekasih, siapa lagi kalau bukan Alisya dan Sadli.
Buugg!
Satu pukulan pun mendarat dimuka Sadli.
"Kurang a*ar kamu ya, berani-beraninya kamu deketin Alisya lagi!"
"Dulu kamu kemana? saat Alisya Tertabrak membutuhkanmu, kamu malah meninggalkannya."
Buug!
Aww! teman-teman Alisya berteriak. Satu pukulan lagi mendarat dimuka Sadli hingga dia tersungkur kelantai, sudut bibirnya pun mengeluarkan sedikit cairan merah.
Brrak!
Suara bangku yang terjatuh. Orang-orang dikafe pun riuh mereka langsung keluar. Sadli pun tidak tinggal diam langsung bangun.
"Itu siapa ya?" temen Alisya kebingungan. "itu kayaknya tunangan Alisya" kata salah satu temennya lagi.
"Ganteng ya, sepertinya kalau dilihat penampilan dia orang kaya."
"Kurang a*ar kamu ya!"
Bruug!
Satu pukulan mendarat kepipi Alex yang tampan, hingga sudut bibirnya mengeluarkan sedikit cairan merah.
"Sudah-sudah, hentikan, jangan berkelahi disini!" teriak Alisya. Mereka sangat sulit dipisahkan.
"Pak satpam!" panggil Alisya yang panik gimana cara memisahkan mereka.
"Pak, tolong Pak!"
Satpam pun menghampiri. "Ada apa ini?" Satpam memisahkan mereka.
"Jangan tarik-tarik!" teriak Sadli.
"Kamu hanya bikin ulah disini!" jawab satpam kesal. "
Cepet keluar dari sini!" sambil menarik narik badan Sadli.
"Aku bisa keluar sendiri!" kesel Sadli.
"Ayo Sayang kita pulang ya," ajak Alisya,sambil memeluk Alex biar tidak melanjutkan perkelahian.
"Kamu Sadli pergi dari sini! aku muak liat muka kamu," ucap Alisya yang sudah sangat kesal.
"Taaapii Lisy."
"Peerrrgggiii!" teriak Alisya marah.
Sadli pun langsung pergi dan berteriak, "Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja Alisya, aku sangat mencintaimu."
"Sayaang, bibir Kamu berdarah," Alisya mengambil tisu dan menghapus cairan yang keluar dari sudut dibibir Alex.
"Aku tidak apa-apa Sayaang".
"Ayo kita pulang," ajak Alex.
"Aku pulang dulu ya," kata Alisya ketemen temennya.
"Pakk, nanti Kevin yang akan membereskan semuanya."
"Maaf Pak atas kekacauan tadi,"
"Tidak ap-apa, Pak Alex," jawab yang punya kafe, dia sudah mengenal Alex karna kafenya dekat dengan perusahaannya.
Alex dan Alisya pun segera pulang.
__ADS_1