My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”

My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”
Impian Reza untuk keluarga


__ADS_3

Kisah ini bermula pada tahun 2014 yang dimana sang anak yang bernama Muhammad Reza baru saja lulus dari bangku Sekolah Menengah Pertamanya disini tampak keluarga ini seperti keluarga normal pada umum-nya, setelah di hari kelulusan nya Ia langsung pulang kerumah untuk menceritakan kepada keluarga-nya bahwa dia sudah lulus dan ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu ke tahap Sekolah Menengah Ke Atas atau disingkat dengan singkatan (SMA), disini baru lah kita sadar bahwa di dalam cerita ini sang Ibu dari Muhammad Reza sedang mengalami sakit yang begitu sangat memprihatinkan, sebelumnya nama ibu dari Reza adalah Ibu Darniati pekerjaan ibu Darniati hanyalah seorang ibu rumah tangga saja terkadang di sela-sela waktunya juga Ibu darniati berniaga atau berjualan kado kepada te-tangga dekat-nya untuk membantu perekonomian keluarga-nya tapi nasib pun berkata lain pada saat ini di saat kelulusan anaknya sang Ibu terbaring tak berdaya dan tak bisa memberikan support kepada sang anak, akan tetapi sang anak tidak berputus asa dan bersedih atas ke adaan yang sedang menimpanya saat ini dia yakin Allah pasti mempunyai rencana yang lebih baik lagi dari apapun yang sedang ia pikirkan pada saat itu, di lain sisi Sang Ayah pun ikut menguatkan sang Anak dan sebisanya memberikan dukungan penuh kepada sang anak agar tak berputus asa dan selalu optimis untuk mewujudkan impiannya kedepan, sebelum kita membahas lebih dalam lagi disini saya ingin memperkenalkan terlebih dahulu nama Ayah dari Sang Anak Reza yaitu Bapak Ramli yang terkadang bisa di panggil dengan sebutan Pak Moli oleh orang sekitar, pekerjaan dari Ayah adalah seorang Nelayan terkadang juga sang Ayah berganti profesi saat di malam hari menjadi tukang pijit keliling untuk memberikan nafkah kepada sang buah hati dan juga untuk keluarganya Sang Ayah tidak henti-hentinya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya dan juga untuk membahagiakan keluarganya meskipun dia harus bekerja ekstra tapi Sang Ayah tak pernah mengeluh sedikit pun tentang apa yang ia jalani Sang Ayah yakin di suatu saat nanti apapun yang ia kerjakan saat ini akan berbuah manis di kelak nantinya, bagaimana pun ini adalah kewajiban dari setiap ayah di dunia ini untuk menafkahi keluarga nya dan memberikan yang terbaik untuk keluarganya meskipun bagi orang lain mengangap hal yang di lakukan nya sangat kecil nilai nya tetapi bagi ia dan keluarga-nya itu adalah nilai yang sangat besar dan sangat besar manfaat nya, jadi Sang Ayah mengingatkan selalu kepada Anak-anaknya “jangan lupa untuk selalu bersyukur untuk setiap rezeki yang kita dapatkan dan untuk sekecil apapun rezeki yang kita miliki itulah hal yang harus kita selalu syukuri karena ada banyak orang diluar sana yang menginginkan di posisi kita sekarang walaupun kita miskin kita harus kaya hati dan selalu berprilaku jujur dan menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang-orang yang lebih muda dan biarlah orang berprilaku buruk kekita asalkan kita tidak melakukan hal yang lebih buruk yang ia lakukan untuk kita” begitulah pesan sang Ayah kepada Anak-anaknya.

__ADS_1


Hari-hari pun di jalani oleh keluarga ini dengan normal tanpa ada sedikit pun kekurangan yang mereka rasakan, namun pada sisi yang berbeda sang Ibu masih dengan sakit yang sama yang sedang di alaminya pada saat itu, sakit sang Ibu tak kunjung membaik Sang ayah dengan sabar selalu menguatkan sang ibu dalam menjalani pengobatan-nya di setiap hari, sang Anak yang bernama Reza selalu berdoa dan selalu tegar dalam menjalani kehidupan-nya ia tak pernah sedikit pun mengeluh atas musibah yang menimpa nya saat ini ia terus mendampingi Sang ibu untuk bisa sembuh dari sakit-nya, dilain sisi Sang ibu juga memiliki anak ke-dua yang usia nya masih berumur dua tahun, sang anak ini di asuh oleh sang nenek pada saat itu, sang nenek sangat senang atas kehadiran sang bayi tersebut walaupun ke adaan keluarga ini sangat memprihatinkan tetapi semangat dan rasa syukur terus mengalir dan tak henti-hentinya keluarga ini memohon kepada Sang Pencipta agar di bukakan jalan terbaik untuk kedepan agar ujian dan musibah yang sedang menimpa keluarga nya kedepan harinya dapat di gantikan dengan kebahagian yang jauh lebih baik lagi di suatu saat nanti, hari-hari pun mulai berganti tak terasa Reza sudah masuk ke sekolah barunya sekarang ia dapat melanjutkan sekolahnya lagi walaupun keadaan nya sangat memperihatinkan pada saat ini tetapi dia tidak pantang menyerah dia sangat bersemangat menjalani hari-harinya tanpa mengeluh sedikit pun, sosok Reza ini adalah sosok yang sangat tertutup tetapi ia adalah anak yang sangat periang dan suka membantu orang lain meskipun dia anak nya terkadang sangat keras kepala tetapi ia jarang merugikan orang lain apalagi untuk dirinya sendiri ia sebenar-nya adalah anak yang baik tetapi karna kondisi dan keadaan keluarga-nya yang membuat ia depresi sehingga sering bertindak di luar nalarnya oleh sebab itu Reza sangat tertutup untuk lingkungan-nya, ia mempunyai sahabat yang bernama Zulfikar,Mela, halimah dan sari, mereka sangat berteman baik terkadang di saat Reza susah mereka sering membantu-nya mereka saling mengisi satu sama lain-nya mereka selalu bercerita tentang masa depan nya nanti setelah kelulusan nya nanti, Reza menanyakan kepada Si Zulfikar “ suatu saat nanti jika kamu sudah lulus dari sekolah apa kamu memilih melanjutkan sekolah mu lagi atau tidak ?? Zulfikar pun menjawab “hmm.. aku masih pikir-pikir dulu jika nantinya aku sudah lulus terkadang aku ada niat untuk melanjutkan tetapi disisi lain aku juga ingin membantu keluarga ku” zulfikar pun tertunduk sambil menahan nafasnya karna baginya itu adalah pilihan yang berat untuk nya, mereka pun melupakan pertanyaan tersebut lalu mereka melanjutkan belajar-nya kembali, akan tetapi di hati Reza masih terselip sesuatu yang sangat berat baginya yaitu ia ingin melanjutkan studi nya lagi di saat sesudah masa kelulusan-nya nanti tetapi ia sadar keadaan-nya sekarang ini membuat ia bingung untuk memilih masa depan nya apa memilih kedua orang tua nya yang sekarang sedang berjuang untuk kesembuhan sang Ibu yang sedang mengalami sakit yang begitu menyayat hati untuk nya ia sadar harta yang terpenting di dunia ini adalah keluarga tetapi ia juga ingin menaikkan taraf keluarganya dan ingin menjadi orang yang sukses untuk dapat membahagiakan keluarga nya di masa depan nanti-nya disini ia mulai bingung dan terdiam atas apa yang ia pikirkan hati nya terasa berkecamuk hebat ia tidak bisa berdamai dengan perasaan nya air matanya pun sedikit demi sedikit membasahi kedua belah pipi-nya ia begitu sedih atas apa yang ia alami kemudian ia bertanya kepada Tuhan di dalam hati kecilnya berkata “Tuhan apakah salahku sampai aku mendapatkan penderitaan sampai detik ini belum cukup kah kamu memberikan nya?? Mengapa tuhan?? Mengapa??” Hati nya tak kuasa membayangkan takdir keluarga nya pada saat itu, sehingga ia tak bisa mengendalikan diri nya lagi sampai-sampai lupa mensyukuri kehidupan-nya pada saat itu, di sisi lain Sang Ayah tak henti-hentinya bekerja untuk keluarga-nya di atas teriknya matahari dia mengangkat sisa-sisa ikan dari hasil penjemuran ikan yang sudah di angkut oleh pemilik nyaring ikan tersebut yang nanti-nya ikan sisa tersebut akan di jual kembali oleh nya ke pasar untuk mendapat-kan ke untungan dan hasil dari keuntungan-nya itu akan diberikan untuk keluarga-nya nanti dan sisa nya akan di gunakan untuk berobat sang Ibu, sang Ayah terus berusaha kuat untuk membuat keluarga-nya bahagia meskipun di dalam hati kecil-nya sangat sedih ia berusaha meuntupi-nya agar keluarga nya tak merasa bersalah dan ikut sedih seperti diri-nya, cerita pun berpindah ke Sang Ibu, di sini Ibu dari Reza terlihat sangat sedih ia sangat merasa bersalah atas apa yang rasakan pada saat itu ia merasa hidup nya tidak ada guna-nya lagi di setiap hari-nya ia selalu menangis dan berputus asa atas apa yang ia alami tetapi Sang anak selalu menguatkan diri-nya untuk tetap tabah dan selalu sabar dalam menjalani kehidupan, Sang anak percaya suatu saat nanti kita pasti akan bahagia Allah sayang sama kita Bu” sehingga membuat hati sang Ibu tersentuh oleh ucapan-nya dan sang Ibu tak henti-henti nya mengucapkan kalimat istiqfar dengan cucuran air mata yang tak terbendung sehingga sang Ibu tertidur di atas tangisan-nya pada saat itu.

__ADS_1


Hari-hari pun berganti tak terasa sang Anak sudah mencapai ketitik dimana kelulusan nya di sekolah, Reza mencapai nilai terbaik di sekolahnya sehingga dia kembali berpikir untuk melanjutkan studinya lagi ke jenjang yang lebih tinggi akan tetapi ia sadar keterbatasan yang ia alami sekarang membuat dia tidak yakin atas hal tersebut, dia kembali mengubur dalam-dalam ke inginan-nya pada saat itu ia yakin mukjizat Allah itu pasti ada apalagi semua yang di niatkan kedepan semata-mata untuk keluarga-nya dan bukan untuk tujuan lain.

__ADS_1


Pada siang itu Reza begitu bersemangat membantu ayah nya memungut ikan yang berada di jaring milik penjala ikan, di situ Reza dan ayah nya bukan maksud ingin mencuri melain kan untuk mengambi sisa-sisa ikan yang di tingalkan pemiliknya karena ikan tersebut di jual oleh pemiliknya dan oleh karena itu di setiap pagi ya ayah nya Reza selalu menghampir tempat penjala ikan tersebut dengan harap ada sisa ikan yang masih tertingal di sela-sela jaring pemiliknya tersebut, Reza pun melanjutkan membantu ayah nya mengumpulkan semua sisa-sisa ikan yang sudah ayah nya letak kan di dalam sebuah tempat yang di bawa ayah nya dari rumahnya akhirnya mereka beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa penat nya tersebut, mereka saling bercanda dan bercerita pada saat itu, suasana nya pun terasa sangat penuh dengan kebahagian meskipun keluarga Reza berada di tengah keterbatasan tetapi semangat keluarga ini sangatlah luar biasa, setelah selesai beristirahat Reza dan ayah nya pun langsung berangkat kepasar untuk menjual hasil dari mengumpulkan sisa-sisa ikan yang mereka dapatkan di tempat pemilik jala ikan tadi, Reza dan ayahnya langsung menawarkan barang dangangnya sesampai nya mereka di pasar, dengan semangat Reza memasukkan ikan hasil kerja kerasnya tadi ke dalam sebuah kantong untuk di jual ke pada pelangannya tersebut, ayah nya pun tersenyum melihat kegigihan Reza hari ini, setelah daganganya habis terjual mereka pun pulang kerumah untuk menemui sang ibu yang sedang sakit, Reza memberitahukan kepada sang ibu hal terbaik yang ia lakukan hari ini, ibu sangat mendengar cerita Reza dimalam itu akhirnya Reza bersiap-siap untuk mandi, selepas ia mandi ia pun langsung ke mesjid untuk menunaikan ibadah shalat magrib bersama sang ayah, mereka berpamitan kepada sang ibu, Reza dan ayah nya pun langsung berangkat kemesjid pada saat itu, di dalam shalat nya Reza bermohon kepada Sang Maha pencipta ia memohon untuk kesembuhan ibunya dan juga menyelipkan doa semoga Tuhan mengabulkan ke inginan nya untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, di situ berdoa dengan sangat kushuk ia sembari memejamkan mata nya dan menadah kan tangan nya kelangit ia berharap pada saat itu Tuhan mendengarkan doa nya dan ia berharap doa nya bisa sampai dan menembus langit ketujuh agar dirinya bisa melihat ibu nya kembali sehat dan ia dapat meraih impian nya kedepan untuk melanjutkan impian nya bersekolah di perguruan tinggi, ia selalu menyelipkan impiannya di setiap doanya, dia berharap semoga ke inginannya suatu saat nanti bisa terkabul “aamiin” jawab Reza di dalam hatinya.

__ADS_1


**********

__ADS_1


__ADS_2