
Setelah beberapa bulan berlalu Reza pun sudah dinyatakan lulus dari perguruan tinggi nya tersebut namun hanya satu lagi saja yang masih merasakan kurang baginya, yaitu perayaan wisuda untuk nya hari itu pun hari yang sangat sakral untuk nya karena di hari itu iya akan benar-benar sah untuk menjadi seorang alumni di sebuah perguruan tinggi nya tersebut, pada hari itu Reza dengan memaki baju wisudanya dan topi toganya tampak sangat lah gagah, apalagi ia juga di kategorikan sebagai mahasiwa terbaik di perguruan tinggi nya tersebut sehinga mendapatkan prestasi Comloude dari kampusnya tersebut selama ia berpendidikan di perguruan tinggi nya tersebut ia dikenal sebagai sosok yang sopan, gigih dan sangat tekun dalam belajar apalagi ia selalu mendapatkan nilai terbaik di setiap semester tidak heran lagi bagi nya mendapatkan prestasi tersebut, akhirnya Reza pun sudah bersiap-siap untuk mengikuti acara wisudanya tersebut tapi ia tampak sedih pada hari itu di saat teman-teman nya yang lain di dampingi oleh kedua orang tua nya tetapi ia tidak ada satupun yang mendampinginya ia pun berusaha kuat dan tegar pada saat itu ia pun sempat melempar beberapa senyum kepada teman-temannya dan sesekali ia menengok kebawah untuk menghilangkan rasa sedih nya itu, tak terasa acara pun dimulai seperti biasa nya acara di mulai dengan pembukaan kata-kata sambutan dan setelah nya Lantunan ayat suci pun mulai dikumandangkan, akhirnya acara pun berganti kepada nasihat seorang Rektor dan beberapa orang yang sangat berpengaruh besar di perguruan tinggi tersebut dan pada akhirnya sampai lah di acara dimana pemangilan mahasiswa satu persatu oleh seorang pemandu acara tersebut untuk di semat kan piagam atau medali yang menjadi tanda bahwa mahasiswa tersebut sudah benar-benar lulus dari perguruan tinggi nya tersebut serta telah resmi menjadi alumni dari perguruan tinggi tersebut, pada saat itu Reza di pangil oleh pemandu acara tersebut dengan mahasiswa yang mencapai predikat “Comloude”terbaik di perguruan tinggi tersebut, sontak saja teman-teman dan orang-orang yang berada di situ memberikan tepuk tangan dan mengucapkan ucapan selamat kepada Reza di saat itu Reza pun merasa tak percaya bahwa iya bisa mencapai predikat terbaik tersebut, Reza pun langsung bergegas menuju pangung untuk menghampiri Rektor dan wakil Rektor dan beserta jajaran nya yang sedang mempersiapkan medali untuk disematkan kepada masing-masing siswa yang telah di nyatakan lulus tersebut, di saat itu Reza menerima piagam yang di sematkan di lehernya oleh seorang wakil Rektor diperguruan tinggi tersebut betapa senang dan haru nya Reza setelah menerima cindera mata dari kampus nya yang tercinta itu dan ia juga berkesempatan untuk mengucapkan beberapa patah kata dan ucapan terimakasihnya kepada semua Dosen dan kepada semua aparatur di perguruan tinggi tersebut yang telah memberikan ia kesempatan untuk berdiri di pangung tersebut dan ditengah-tengah ratusan ribu orang saat ini, ia menceritakan tentang perjuangan nya hinga sampai di titik pada saat sekarang ini, ia bercerita ia hanyalah seorang anak seorang nelayan hidupnya di penuhi dengan kesederhaan ia hidup disebuah kampung sangat teramat terpencil ia tingal bersama orang yang dia kasihi yaitu ibu ayah dan adik nya yang masih kecil pada saat itu ibu nya sedang mengalami sakit parah dan ayah nya adalah seorang nelayan, ia setiap hari mengurusi dan merawat ibu nya yang sedang sakit di tambah lagi dengan adiknya yang masih kecil ia harus benar-benar ekstra untuk mengerjakan itu disetiap harinya, disitu ayah juga sesekali membantu nya untuk menjaga dan merawat ibu nya karena ia sadar jika ayah nya terus menjaga ibu nya mereka tidak bisa makan karena selain ayah nya yang bekerja tidak ada lagi yang bisa menafkahi keluarga nya, hari demi hari ia lewati hingga tiba saat nya ia harus berpisah dengan keluarga nya untuk menimba ilmu di ujung pelita, meski sangat berat baginya meninggalkan keluarganya tapi ia harus melakukan nya untuk dapat mencapai impian nya bukan lain dan bukan juga semata-semata semua itu dilakukan agar keluarga nya bisa merasakan hal yang lebih layak dan lebih baik lagi dimasa depan nantinya, tak terasa setahun sudah ia meningalkan keluarganya ia berharap ibunya serta keluarganya selalu di dalam lindungan Sang Maha Pencipta, terkadang ia juga menerka-nerka bagaimana suasana lagitt di kampung nya apakah baik-baik saja, dan apakah sama hal nya dengan langit yang kutatap saat ini kuharap begitu, “kata hati kecil nya”, tak terasa sudah satu abad penuh ia jalani itu semua nya meski sangat berat untuk nya tapi ia tetap tabah dan kuat menjalani nya ia berharap suatu saat nanti ada hal yang lebih baik lagi yang sedang di Rencanakan oleh Sang Pencipta akhirnya ke panjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa agar dikuatkan hati ku untuk menerima semuanya dan semoga di lapangkan dada ku untuk menjalani nya, tak pernah luput untuk ku selalu mengingat perkataan Oma ia berkata “ jangan pernah berputus asa apapun yang terjadi kepadamu dan bagaimanapun keadaan mu kamu harus tetap berusaha dan berjuang suatu masa kamu akan mengapai segalannya” sungguh kata-kata yang sangat ambigu bukan ?, tetapi sekarang aku sudah membuktikannya bukan karena kita yang tidak mungkin tetapi karena kitalah yang belum yakin terus lag berusaha melakukan yang terbaik untuk dirimu meskipun orang lain berkata kamu sudah gagal di awal jadikanlah pacuan untuk dirimu agar kamu menjadi lebih hebat lagi kedepan dan buktikan kepada nya bahwa kamu hari ini bukan lah seperti kamu yang dulu lagi semoga kita semua bisa meraih impian bersama-sama” begitulah ucap Reza kepada para tamu yang berhadir diruangan tersebut dan beserta kepada para Rektor beserta jajarannya di saat itu suasana pun menjadi tangis dan haru semua orang meneteskan air matanya setelah mendengar sebuah kalimaat yang tak pernah mereka dengar sebelumnnya kemudian Reza pun menghapus air mata nya yang ikut jatuh dari kejauhan ia mencoba menutupinya dengan sapu tangannya ia pun kembali ke kursinya kembali setelah itu acara pun di tutup dengan iringan doa.
__ADS_1
Setelah acara itu berakhir Omanya tadi diam-diam menyusul Reza dari belakang untuk menghadiri acara perayaan wisudanya karena tadi pagi Oma nya sempat berbohong kepada Reza untuk tidak bisa menghadiri acara perayaan Wisuda nya karena ada ujian dadakan di tempat ia mengajar, namun hal yang di pikir kan Reza keliru bahwa Omanya tidak datang, Reza pun termenung di pojok mimbar tempat ia berdiri tadi, ia merasa sangat sedih atas keadaan nya pada saat itu ia melihat semua orang di situ di dampingi oleh kedua orang tuanya beserta dengan keluarga nya tapi Reza tidak ada satupun yang mendampinginya ia paham orang tua nya tidak bisa hadir karena sang ibu sedang sakit dikampung dan ayah nya pun tidak bisa juga menghadiri perayaan wisudanya tersebut akibat harus menjaga sang ibu di rumah apalagi ayah nya harus bekerja di setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya Reza pun hanya bisa murung dan bersedih di saat itu, dan pada akhirnya Oma nya pun tiba-tiba muncul di belakangnya sontak saja Reza sangat kaget atas kehadiran Oma nya yang tidak ia ketahui sebelumnya akhirnya Reza pun tersenyum kembali sambil memeluk sang Oma Reza pun mengajak Oma untuk berfoto bersama untuk kenang-kenangan nya nanti ketika ia sudah tidak lagi bersama Oma nya, akhirnya senja pun mulai menghampiri mereka pun pulang dan pada hari itu adalah dimana hari terakhir Reza menginjak kan kakinya di kampus tersebut dan ke esokan harinya Reza berpamitan pulang kampung kepada oma karena ia sadar sejauh apapun ia pergi tujuan akhirnya adalah rumah, ia pun amat berterimakasih kepada Oma yang telah bersedia menampungnya selama ini dan selalu memberikan semangat kepada dirinya selalu sehingga ia sampai pada posisi sekarang ini, Oma nya pun sangat sedih dihari dimana ia harus berpisah dengan Reza, Oma pun memeluk Reza dengan erat dan dengan dekapan yang sangat mendalam se olah-olah semua pikiran Oma tersalurkan ke dalam perasaan Reza, Reza pun merasakan apa yang Oma nya rasaan, sehingga pada saat itu suasana pun melebur menjadi hari yang menyedihkan untuk keduanya karena harus berpisah, Reza pun bersiap-siap untuk membereskan pakaian nya kedalam koper dan membersihkan kamar nya yang pernah dulu ia gunakan untuk melakukan hal-hal terbaik nya selama ia masih berstatus pelajar sekarang kamar ini hanyalah sebuah kenangan untuk nya, ia pun meneteskan air matanya untuk terakhir kalinya di kamar yang ia huni selama 3 tahun yang lalu dan saat nya ia berpamitan kepada Oma serta meminta restu agar suatu saat nanti ia bisa kembali lagi kerumah Omanya dengan tujuan yang lebih baik lagi.
__ADS_1
*********************
__ADS_1