
Dihari selanjutnya Reza pun mulai bersiap-siap kembali melanjutkan aktivitas nya, seperti biasa nya ia kembali bangun lebih awal untuk bersiap-siap membantu ayah nya bekerja kembali, pada pagi itu suasananya terlihat sangat lah mendung, angin pun tiba-tiba berhembus begitu kencang sampai-sampai atap di rumahnya pun ikut bergoyang, disitu ia sempat mengurungkan niat nya untuk ikut pergi dengan sang ayah bekerja tetapi hatinya tidak sanggup melihat ayah nya bekerja terlalu keras di pagi itu ia tau ayah nya sekarang tidak lah muda lagi terkadang ayah Reza sering merasa sakit di bagian pinggulnya karena ayah Reza usia nya sudah menginjak kepala tiga sudah pantas saja sekarang tenaganya sedikit mulai sedikit sudah berkurang, Reza pun mengurungkan niat nya untuk tidak bekerja di pagi itu dan ia pun bergegas mengikuti sang ayah dan langsung berangkat ketempat ayah nya nya bekerja, di dalam suasana hari yang sangat gelap ia bermohon kepada Sang Penciptanya agar di beri kelancaran untuk nya dan ayah nya dalam mencari Rezeki yang halal dan berkah, hati kecil nya pun mengucapkan “ Aamiin” setelah itu Reza kembali melanjutkan perjalanan nya bersama sang ayah, setelah beberap menit di perjalanan hujan pun turun dengan sangat lebat dan membasahi mereka berdua, Reza dan ayah nya pun mencari perlindungan ke sebuah gubuk yang tidak jauh dari tempat ia mengumpulkan ikan dari sisa-sisa pemilik jaring ikan di tempat ia bekerja tersebut, pada saat itu hujan pun turun begitu lebatnya di tambah dengan tiupan angin yang begitu kencang, hati sang ayah pada saat itu sangat lah gelisah karena ia takut dia tidak bisa mengumpulkan sisa-sisa ikan di jaring tersebut karena hujan yang tidak kunjung reda, ia langsung berdoa kepada Sang Maha Penciptanya agar hujan lebat tersebut dapat reda secepatnya agar ia dapat mengumpulkan sisa-sisa ikan di tempat yang setiap hari ia datangi, akhirnya hujan pun mereda setelah doanya terucap ke pada Sang Maha pencipta ia sangat bahagia di kala itu ia kembali mempunyai harapan baru di hari itu, ia pun bergegas mendekati ke sebuah tempat untuk mencari sisa-sisa ikan mungkin saja masih terselip di antara jaring-jaring hitam tersebut ia berharap ada ke ajaiban di hari itu, Reza pun ikut membantu mengumpulkan ikan sisa tersebut baju Reza pun basah kuyup pada saat itu tetapi ia tidak menghiraukan nya karena itu sudah menjadi kebiasaan nya di setiap hari untuk membantu ayah nya, ia senang melakukan itu karena ia sangat menyayangi ayah nya ia tau ayah nya selama ini sudah berjuang di setiap harinya untuk Reza, ayah nya tidak pernah mengeluh sekali pun dalam mencukupi nya lantas kenapa Reza harus mengeluh dan mengagap semua nya seolah-olah Sang Pencipta tidak adil kepadanya, justru dengan kekurangan dan keterbatasan keluarga nya saat inilah yang membuat dirinya kuat dan lebih bersemangat, karena baginya orang yang sukses itu tidak terlahir dengan apa yang dia miliki tetapi orang yang sukses itu terlahir dari serba ketiadaan dan sampai ketitik keberhasilannya nanti untuk mengadakan sesuatu yang belum pernah ia miliki, jadi sudah seharusnya Reza mensyukuri apapun yang ia miliki sekarang walaupun ditengah keterbatasan keluarganya ia yakin suatu saat nanti Sang Maha Pencipta mempunyai rencana baik untuk ia dan keluarganya kedepan.
Setelah mereka berhasil mengumpulkan hasil buruannya pada saat itu mereka pun langsung bergegas untuk berangkat kepasar agar hasil buruan nya tadi dapat di jual kepada masyarakat yang berada di pasar dengan harapan semua ikan hasil mereka kumpulkan tadi terjual habis dan mereka membawa pulang sedikit ke untungan dari kerja keras nya tadi di hari itu, malam pun tiba akhirnya ikan yang mereka jual habis terjual semua nya mereka sangat senang pada hari itu, mereka langsung bergegas untuk pulang, suasana petang saat itu sangat lah bersahabat, ditambah gemuruh ombak yang se akan memberikan pesan untuk nya masih ada hari esok lagi yang akan membawa mu melangkah lebih jauh dari pada hari ini dan semesta pun menjawab lewat kicauan burung yang terdengar berkicau-kicau ibaratkan mereka sedang sahut-menyahut atas keberhasilan Reza dan ayah nya pada hari itu, tidak terasa mereka pun tiba di rumahnya setelah ia berjuang keras di hari itu dengan rasa letih dan lelah nya akhirnya terbayarkan keberhasilannya.
__ADS_1
Pada malam itu entah apa yang dipikirkan nya sehingga tak sengaja ia memangil sang Ayah “Ayah boleh kah Reza membicarakan sesuatu hal kepada ayah ???” tanya Reza kepada ayah nya, sang ayah pun menjawab “ iya ada apa Reza ??” Jawab sang ayah kepada Reza, Reza pun bingung harus memulainya dari mana karena Reza tau sang Ayah sedang banyak pikiran akhir-akhir ini kemudian Reza mengurungkan niat nya untuk meminta izin kepada sang Ayah untuk melanjutkan studinya, Reza pun berkata kepada ayah nya “ tidak ada apa-apa kok ayah Reza hanya ingin tau kabar ayah saja hari ini” sambil menahan nafasnya dan merasa agak kecewa Reza masih tetap bisa tersenyum’ sang ayah pun berkata “ ayah baik-baik saja kok nak” imbuh sang ayah kepada Reza, disini Reza tampak sedih dan agak murung karna dia memikir kan bagaimana ia bisa mengangkat taraf keluarga-nya kedepan sedangkan dia saja tidak melanjutkan studi nya lagi ke jenjang yang lebih tinggi, dengan rasa sedih dan hati berkecamuk dia memutuskan beristirahat saja untuk bisa menenangkan pikiran nya di esok harinya lagi.
Di ke esokan hari nya Sang Ibu memangil Reza yang masih terlelap di kamar nya, “Reza…Reza….” Imbuh sang ibu kepada Reza, Reza pun terbangun, dalam keadaan panik Reza pun langsung menghampiri Ibunya “ ibu kenapa bu?? Apa ada yang sakit….???” Tanya Reza dengan keadaan panik, ibu pun berkata “ Reza anak ku ibu semalam sempat mendengar ke inginan kamu nak tapi ibu hanya bisa terdiam sambil menangis saja karna ibu tak kuasa melihat kesedihan mu nak” dengan perasaan sedih sang ibu memeluk Reza, “ibu tak perlu memikirkan itu ibu harus istirahat yang banyak ya bu” jawab Reza kepada ibunya, Sang ibu pun tau apa yang di ingin kan oleh Reza selama ini dan paham betul kenapa Reza sangat mengingin kan itu karna bagi Ibu apapun yang Reza ingin kan itu adalah yang terbaik untuk nya kelak nanti, walaupun sang Ibu sedang sakit tapi ibu terus memberikan semangat untuk Reza, “Nak jika kamu ingin melanjutkan studi mu, ibu izinkan nak” imbuh sang ibu dengan hati yang sedih meski pun sangat berat bagi sang ibu melepaskan Reza untuk melanjutkan studi nya keluar kota di dalam keterbatasan nya pada saat ini namun si ibu begitu kuat untuk meyakin kan Reza untuk melanjutkan studi nya tersebut, Reza pun menjawab “Tidak bu,, Reza tidak akan meningalkan ibu… karna ibu masih membutuhkan Reza” jawab Reza dengan air mata yang terus mengalir di pipinya, keadaan pun seakan hening tanpa sepatah kata pun pada saat itu yang terdengar hanyalah tangisan dan kesedihan saja pada saat itu.
__ADS_1
Sepulang ayah dari bekerja tanpa diketahui oleh Reza ayah diam-diam memberikan kejutan untuk nya, dimana ayah memberikan kesempatan untuk Reza berkuliah di perguruan tinggi negeri, ayah pun mencoba memangil Reza “Reza…. Reza….” Pangil sih ayah, “iya Ayah,,ada apa ayah??” Jawab Reza kepada Ayah nya, disini ayah Reza pun menjelaskan kepada Reza bahwa sang ayah memberikan kesempatan untuk Reza melanjutkan studinya di luar kota dan pada saat itu Reza tidak percaya dengan apa yang dia dengar, di lain sisi Reza juga ter ingat bagai mana nanti nasib sang Ibu ketika dia harus pergi jauh untuk melanjutkan studinya dia membayangkan nasib sang Ibu tidak ada yang mengurusinya nanti disini Reza pun kembali sedih dan engan menjawab satu patah kata pun, sang ayah pun hanya bisa terdiam melihat raut wajah Reza tiba-tiba berubah dengan seketika, akhirnya Reza memutuskan pergi ke kamarnya untuk menenangkan dirinya tak sampai disitu Reza pun mengambil foto keluarganya dia memandangi foto tersebut dengan tatapan kosong, hati Reza pun berkata “ seandainya keadaan nya tidak seperti ini aku sudah lebih awal memutuskan ke inginan ku tetapi mengapa keadaan ku begini ya Tuhan?? Mengapa tuhan??” Pada saat itu Reza menangis dengan sejadi jadinya pipinya terus di basahi dengan air matanya yang tak habis-habis, tiba-tiba di saat dia menangis tak sengaja sang ayah pun menoleh ke arah kamarn nya tersebut, diam-diam sang ayah mengintip keadaan Reza pada malam itu tak kuat hati sang ayah melihat anak nya sedang bersedih sang ayah pun menghampiri Reza sang ayah pun langsung memeluk Reza begitu kuat sehingga membuat air mata sang ayah pun tak terbendung dimalam itu suasana nya begitu menyayat perasaan.
Di ke esokan harinya Reza sudah mempunyai telad yang begitu kuat untuk meneruskan studinya di luar kota, walaupun di dalam keterbatasan nya dia berharap apapun yang ia lakukan pada saat itu adalah keputusan paling baik untuk nya dan untuk keluarga nya kedepan dan Reza pun meminta Restu kepada ibunya dan ayah nya pada saat itu di dalam keadaan sakit sang ibu masih memberikan semangat untuk Reza dan ayah nya juga memberikan pesan untuk nya, “dimana pun kamu berada jangan tingal kan shalat dan terus berbuat baik kepada orang yang paling penting kamu harus jujur” imbuh sang ayah kepada Reza dan pada lain sisi juga sang Ibu juga berpesan kepada Reza “jaga diri kamu baik-baik disana ya Nak,, ibu sangat merindukan kamu disini ibu tidak apa-apa disini jangan kwatirkan ibu ya nak insha Allah ibu pasti sembuh” imbuh sang ibu kepada Reza dengan perasaan yang sangat amat sedih tetapi ibu menguatkan dirinya agar terlihat baik-baik saja pada saat itu, “Insha Allah baik ibu dan bapak Reza akan berusaha menjadi yang terbaik untuk ibu dan bapak Reza janji akan memberikan yang terbaik untuk ibu dan bapak Reza sayang kalian” dengan perasaan sedih nya Reza langsung memeluk ayah dan ibunya di situ lah kesedihan mulai pecah dengan seketika ayah dan ibu Reza benar-benar tidak bisa menyembunyikan kesedihan nya mereka saling memeluk antara satu dengan yang lain nya dan suasana pada saat itu benar-benar sangat teramat sedih, sebelum Reza meminta pamit kepada kedua orang tua nya Reza tak lupa mencium kedua kaki ibunya, sang ibu benar-benar sangat sedih pada saat itu tetapi dia mencoba menyembunyikan nya lagi sang ibu pun tersenyum kepada Reza dengan melambaikan tangannya untuk kepergian Reza di sisi lain sang Ayah pun terus memberi nasihat dan motivasi kepada Reza agar menjadi anak yang baik di manapun dia berada, dan mobil pun berangkat.
__ADS_1
*****************