My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”

My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”
Akhirnya Reza bisa lulus dari perguruan tinggi nya


__ADS_3

Setelah beberapa bulan yang lalu Reza mengikuti sidang skripsinya ia pun bersiap-siap untuk merayakan yudisium untuk kelulusan nya nanti pada saat itu iya mencoba menelepon orang tua nya yang berada dikampung serta menanyakan kabar kedua orang tuanya dan Reza juga memberitahukan acara tentang perayaan kelulusan nya nanti kedua orang tua nya cukup senang mendengar kabarnya tersebut sehingga ayah nya pun berpesan “nak jika suatu saat kamu mengapai impian mu jangan lupa kami ya nak dan tetap menjadi seorang yang rendah hati” Reza pun menjawab dengan senyuman ke iklasan nya “ iya ayah Reza akan berjanji untuk mengingat pesan ayah ini samapai Reza mati nanti” ayah nya pun tersenyum mendengarkan jawab Reza, kemudian Reza dan ayah nya terus melanjutkan pembicaraan nya di via telepon.

__ADS_1


Ke esokan hari nya hari yang dimana hari yang Reza tunggu pun datang, Reza bersiap-siap untuk merayakan kelulusan nya bersama teman-teman nya, disitu Reza sangat bahagia, Reza pun memakai baju yang serba mengkilap pada saat itu reza mengunakan jazz berawrna hitam kembali ditambah dengan selempang nya yang membuat kesan dirinya pada saat itu benar-benar tidak percaya bahwa dia telah mencapai ketitik tersebut bukan mudah baginya untuk mencapai semua itu yang jelas Reza pada saat itu benar-benar sangat bersyukur atas kesempatan yang ia miliki tersebut, dan pada akhirnya acara pun dimulai dengan kata-kata sambutan dan lantunan baca an ayat suci Al-qur’an yang dibawakan oleh seorang Ustad,setelah itu sesi acara pun berpindah dengan pengisian pidato dan nasihat beserta juga ucapan terimakasi yang di sampaikan oleh salah seorang Rektor yang memegang kekuasaan dan mandat pada kampus tersebut ia pun mengucapkan rasa terimakasih kepada semua mahasiswa yang telah mencapai dan memberi kan kesan terbaik nya selama kami berada di dalam didikan dan aturan beliau” kemudian Rektor tersebut menyampaikan beberapa nasihat dan rasa terimakasih nya juga kepada semua Dosen yang telah mendidik mahasiswa nya dengan sangat baik, pada saat itu suasanainya benar-benar hikmat dan hening semua pandangan hanya tertuju kemimbar tempat Rektor tersebut berkhotbah, dan akhirnya acara pun ditutup dengan pembacaan doa oleh seorang Qori, setelah semuanya selesai baru lah sampai di detik-detik momentum yang tak pernah terlupakan bagi Reza yaitu sesi foto bersama teman-teman seperjuangan nya, disitu mereka saling bercanda saling menghibur antara satu dengan lainnya dan saling bertukar cerita semuanya terasa sangat indah bagi Reza dan pada akhirnya pun hari pun sudah semakin petang, senja pun mulai menyapa kembali kicauan burung pun terdengar sayup-sayup, seakan elang memberikan pertanda bahwa sudah saat nya Reza untuk kembali pulang, akhirnya Reza bersiap-siap untuk berangkat pulang kerumah Oma nya, se sampainya dirumah Reza heran karena ia merasakan tak seperti biasanya ia merasakan hal yang berbeda di rumah semua nya terasa sunyi pada petang itu Reza mengecek di berbagai sudut Rumah ia tak menemukan Oma nya lantas kemana Omanya pergi sudah sepetang ini Reza pun berpikir jika Oma nya belum pulang dari tempat ia mengajar, Reza pun mencoba masuk ke dalam Rumah dan betapa kaget nya Reza melihat Oma nya memberikan kejutan untuk pertama kalinya di kelulusan nya pada hari itu Reza pun di sambut hangat oleh Omanya tak sampai disitu Omanya memberikan kado spesial untuk Reza yaitu sebuah dasi berwarna merah yang bertuliskan nama nya di tengah nya Reza pun menanyakan tujuan Omanya memberikan dasi tersebut “Oma Reza mau bertanya maksud Oma memberikan dasi untuk Reza kenapa Oma” dengan rasa keherana dan penuh tanya, Omanya pun menjawab “ Suatu saat nanti jika kamu sudah mendapatkan pekerjaan dan sudah berhasil mengapai impian mu pakailah dasi itu ketika kamu bekerja karena Oma akan selalu ada untuk mendukung mu dan menyemangati mu disetiap saat Oma takut jika suatu saat Oma telah tiada hanya itu yang bisa Oma titipkan kepadamu, maafkan Oma ya nak”dengan rasa haru dan sedih Reza pun memeluk Oma dengan ucapan “Terimakasih banyak Oma atas segala yang Oma berikan kepada Reza selama ini Reza tak bisa membalaskan jasa Oma, Oma akan selalu ada di dalam hari Reza” dengan suara yang tertatih Reza pun menangis sekencang-kencangnya Reza pun memeluk Oma dengan kuat rasanya ia tidak ingin melepaskan dekapan nya lagi ia takut kehilangan Oma yang sudah sangat berarti untuk nya, Oma nya pun berkata “ laki-laki tidak boleh menangis ya laki-laki harus kuat bagaimana pun keadaan nya” Oma pun ikut menjatuhkan air matany disitu Oma mencoba menutupi kesedihan nya, dan akhirnya Reza dan Oma nya melanjutkan kembali perayaan kelulusan Reza.

__ADS_1


****************

__ADS_1


__ADS_2