My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”

My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”
Kabar duka untuk Reza


__ADS_3

Tiba-tiba smartphone Reza berbunyi, ia pun sontak terbangun dari tidurnya ia melihat jam berada dipukul 10 malam ia langsung mengangkat panggilan telpon nya tersebut dan berharap mendapatkan kabar dari kedua orang tua nya, nomer panggilan yang masuk tadi adalah nomer yang tidak di kenal Reza disitu bingung dan langsung mengangkat telpon nya, Reza pun bertanya “ mohon maaf ini dengan siapa” sontak saja Reza masih bingung dengan nomer panggilan yang masuk tersebut karena ia tidak mengenalin-nya dan tiba-tiba saja Reza mendengarkan sahutan dari sang penelepon, “Hallo,, apa benar ini dengan saudari Reza” lantas saja Reza langsung binggung dan menjawab pertanyaan dari sang penelepon tersebut “ iya benar, ada apa ya pak” jawab Reza kepada si penelepon tersebut, kemudian sang penelepon pun kembali menjawab “ mohon maaf pak ayah kamu mengalami kecelakaan tadi dan handpone nya sekarang sama saya” jawab si penelepon, sontak saja Reza langsung syok mendengar kabar tersebut, Reza dengan panik mencoba menanyakan keberadaan ayah nya sekarang “Apa,,??? Ayah saya sekarang kondisi nya bagaimana pak ayah saya sekarang berada di mana???” Dengan rasa panik nya itu dan rasa tak percaya nya pada saat itu Reza terdiam dan menangisi kejadian yang baru saja menimpa ayah nya, kemudian si penelepon pun menjawab “ayah kamu alhamdulillah selamat dan sekarang ayah kamu berada dirumah sakit” lantas saja Reza lega mendengar kan kabar dari si penelepon tersebut dengan air mata masih membasahi kedua belah pipinya,di dalam keadaan syok nya saat itu ia meminta telepon nya diberikan kepada Sang Ayah nya, kemudian si penelepon pun memberikan nya kepada sang ayah, dengan suara agak serak dan penuh dengan kesakitan ayah nya pun menjawab “hallo nak,, ayah tidak apa-apa kamu jangan kwatir ya ayah baik-baik saja” dengan perasaan sedih si ayah menutupi rasa sakit nya pada saat itu, Reza pun menjawab “ayah baik-baik saja kan, Reza sudah mencoba menghubungi ayah dari siang tadi tetapi tidak ada balasan apapun Reza sangat kwatir ayah” jawab Reza dengan perasaan sedih nya, disitu Reza menangis sekencang-kencang nya sehingga ayah nya pun ikut merasakan kesedihan yang di alami Reza mereka pun saling berbicara dan melepaskan kesedihannya pada waktu itu, Reza menceritakan kabar baik yang di dapatkan hari ini tadi sedangkan ayah nya menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya tadi siang mereka saling meminta maaf dan saling menguatkan satu sama lain nya, suasana nya ada saat itu penuh haru dan kesedihan, sehingga orang yang membantu ayah Reza tadi pun terbawa kesuasana sedih yang mereka rasakan pada saat itu akhirnya ayah nya pun sudah di bolehkan pulang oleh dokter karna luka yang di alami nya tidak begitu parah dan penyembuhan nya akan berangsur sembuh dengan cepat di beberapa hari kedepan akhirnya ayah Reza di antarkan pulang oleh bapak yang menolong nya tadi ke rumah nya, Perasaan Reza disitu perlahan-lahan mulai lega atas kebar yang baru saja ia dengarkan tadi, Reza sangat lah sayang kepada kedua orang tuanya apapun ia ingin lakukan untuk membahagiakan kedua orang tua nya apalagi sampai ia mendengarkan kabar bahwa ayah nya tadi mengalami kecelakaan betapa terpukul nya hati Reza mendengarkan kabar tersebut, memang dari tadi pagi Reza sudah merasakan perasaan nya tidak baik-baik saja entah apa yang terjadi kepada Reza di hari itu, Reza disitu hanya berharap apapun yang akan menimpanya nanti semoga Sang Pencipta salalu melindungi ia dan keluarga nya, setelah kejadian itu berlalu Reza bersiap-siap untuk menunaikan ibadahnya kepada Sang Pencipta di situ ia ingin meminta beberapa permohonan dan ucapan terimakasi kepada Sang Pencipta karena telah memberikan ia kesempatan untuk mendapatkan karunia dan keselamatan untuk ia dan untuk keluarga nya sehingga suasana hati nya kembali berdamai dan apapun yang terjadi kepadanya hari ini baginya adalah suatu Rencana terbaik Sang Pencipta untuk menguatkan hatinya lagi.

__ADS_1


Dan dilain sisi sang ayah nya pun pulang kerumah dengan suasana hati yang sedih ia melihat sang ibu masih dengan keadaan yang sama yaitu sang ibu masih terbaring tak berdaya dengan rasa sakit yang di derita nya pada saat itu sang ayah pun menghampiri sang ibu dengan lembut sapa nya memangil sang ibu dengan bertanya “bu,,, bu,,, bangun” panggil sang ayah kepada sang ibu, lalu sang ibu pun terbangun dari tidurnya dan melihat sang ayah yang terluka sontak saja sang ibu kaget dan bertanya, “ ayah kenapa” sang ibu pun merasa sedih melihat kondisi sang ayah pada saat itu, ibu pun mengusap bagian tangan sang ayah yang luka sang ayah pun kesakitan pada saat itu, “auww,,,” dengan wajahnya yang masih penuh rasa sakit tetapi sang ayah bersikap menutupinya dengan senyuman nya sang ayah kwatir membuat perasaan ibu jadi sedih kepada nya nanti, pada saat sang ibu pun meneteskan air matanya karena mendengar erangan kesakitan sang ayah, sang ibu merasa ia tidak berguna, tidak bisa menjadi istri yang bebakti kepada suaminya karena keadaan sakitnya yang tidak kunjung membaik ia berputus asa untuk menjalani hidup nya ia pun menangis dan sedih atas nasib yang menimpanya saat itu, akhirnya sang ayah mencoba menenangkan perasaan sang ibu dengan memberikan semangat dan motivasi terus untuk sang ibu agar kuat menghadapi ujian yang di alami oleh keluarganya tersebut serta memberikan harapan baru kepada sang ibu agar tak berputus asa atas apa yang telah di berikan oleh Sang Pencipta kepada keluarganya bagi sang ayah Sang Pencipta Itu memberikan ujian ini kepada keluarga nya karena itulah bentuk kasih sayang Sang Pencipta untuk keluarga nya, dan sang ayah pun menghapus air mata sang ibu pada saat itu, kemudian ayah langsung menyiapkan sarapan malam untuk sang ibu suasana pun kembali hangat, sang ayah juga pun melempar beberapa candaan dan kata-kata puitis untuk sang ibu pada saat itu ibu pun tersenyum mendengarkan nya, pada malam itu kesedihan keluarga tersebut berganti menjadi malam yang penuh dengan kehangatan, setelah sang ibu menyelesaikan sarapannya sang ayah pun merapikan dan membersihkan sang ibu agar sang ibu bisa beristirahat dengan tenang, setelah semuanya selesai sang ayah pun mengobati kembali lukanya tersebut dan kemudian malam pun di tutup dengan kebahagian.

__ADS_1


******************

__ADS_1


__ADS_2