My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”

My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”
Reja terus berusaha menjumpai Dosen nya


__ADS_3

Ke esokan paginya Reza kembali bersiap-siap untuk mengajukan bahan revisi yang telah di perbaikinya kemarin sebelum ia berangkat ke kampus ia tak lupa sarapan terlebih dahulu, Oma terus memberikan semangat untuk nya Oma nya yakin Reza pasti bisa melewati ujian ini Oma nya juga bercerita kepada Reza semasa dia masih muda dahulu ia juga berada di posisi Reza tapi ia terus berusaha mewujudkan apapun yang ia impikan dan Alhamdulillah sekarang kata Omanya ia sudah bisa menikmati hasil dari usaha nya tersebut dan tidak lupa juga bersyukur kepada Sang Penciptanya karena atas izin nya lah sekarang Oma bisa merasakan semuanya, Disini Oma nya adalah seorang Guru di sebuah sekolah Oma nya adalah orang yang baik setiap paginya Oma selalu menyiapkan barang dagangannya pagi-pagi sekali ia memasak mie dan nasi goreng iya membungkusnya di dalam kertas bungkusan nasi ia tak malu berjualan menurutnya apapun yang ia jalani sekarang adalah bentuk syukur atas karunia yang telah Sang Pencipta beri sesekali barang dagangan nya di berikan cuma-cuma saja kepada siswa nya karena ia sadar berbagi itu harus dengan nilai yang besar tetapi juga bisa dengan nilai yang sangat kecil sekali pun, “apapun yang sedang kamu kerjakan kamu harus iklas melakukannya dan kunci utama yang harus kamu ingat” kata Oma nya kepada Reza “kamu jangan pantang semangat ya tetap berusaha bagaimana pun keadaan nya” dengan melemparkan senyum kepada Reza, pada akhirnya Reza pun kembali semangat untuk memulai paginya di saat itu, Reza pun mengucapkap terimakasi kepada sang Oma yang telah menyemangati nya lagi dan membuat dia kembali semangat kembali, akhirnya selepas sarapan pagi itu Reza langsung berangkat ke kampusnya di tengah perjalanan motornya tiba-tiba mogok Reza pun kebingungan pada saat itu Reza sudah berusaha payah memperbaiki dan mengecek motornya tetapi sayang motornya masih saja tetap mogok akhirnya ia memutuskan mendorong motornya ke sebuah bengkel, jarak bengkel tersebut sangat lah jauh ia harus berusaha keras mendorong motornya itu sampai ke bengkel tersebut dengan susah payah nya Reza mendorong motor tersebut tanpa bantuan dari siapapun padahal teman nya banyak tetapi ia engan meminta bantuan kepada teman nya itu karena Reza takut merepotkan orang lain karena prinsip ini sudah lama melekat di didiri nya akhirnya ia pun sudah sampai ketengah persimpangan ia memutuskan beristirahat sejenak, di situ ia teringat dengan pesan Oma nya tadi untuk terus berusaha apapun keadaan nya ia kembali bangun dan melanjutkan perjalanannya, akhirnya ia pun sampai di bengkel tersebut, ia sangat lelah pada saat itu kemudian Reza memilih beristirahat di bengkel tersebut akhirnya ia pun tak sengaja ketiduran di tempat itu, ia pun tidak sadar bahwa ia harus menjumpai Dosen nya nanti siang, akhirnya motornya pun selesai di perbaiki montirnya pun membangun kan Reza, “ bang,,,bang,,, bangun bang motornya sudah siap” pangil si montir kepada Reza, Reza pun belum terbangun dari tidurnya akhirnya sang montir membiarkan Reza beristirahat di tempat tersebut, dan sang montir melanjutkan pekerjaan nya kembali, jam pun sudah menunjukkan pada pukul 12 siang, Reza pun terbangun di saat itu Reza baru teringat bahwa dia ada janji dengan Dosennya kemudian di langsung bergegas pergi dari bengkel tersebut Reza pun memberikan jasa perbaikan motor nya tadi ke pada montir tersebut akhirnya ia melaju kan motornya dengan sangat kencang pada saat itu, ia pun sampai ke kampus nya ia pun hampir saja terlambat lagi untuk kedua kalinya akan tetapi ia berhasil sampai tujuan dengan tepat waktu, ia menemui dosen nya ia langsung memberikan hasil revisi nya kepada sang Dosen tetapi Dosen nya menyuruh Reza untuk meletakkan hasil revisi nya di atas meja dan menyuruh Reza untuk menunggu diliuar terlebih dahulu karena sedang adanya tamu di ruangan Dosen tersebut akhirnya Reza kembali menunggu, ia pun mencoba mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran nya yang sangat kacau di hari itu sambil melihat-lihat orang di sekitarnya yang sama juga hal nya dengan dirinya mngajukan revisi skripsi juga, akhirnya Reza di pangil oleh sang Dosen tersebut, sang Dosen mengatakan setelah ia memeriksan hasil revisi Reza masih banyak bab yang harus di revisi ulang kembali dosen nya pun mengatakan kepada Reza “ semangat terus ya Reza” dengan melemparkan senyuman nya kearah Reza disitu Reza pun menjawab kembali “ terimakasih banyak ya bapak” dengan rasa letih yang ia alami padah hari itu ia terus berusaha semangat dan pantang menyerah, akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah kembali dan memperbaiki kembali hasil revisi nya tadi Reza sangat berusaha melakukan yang terbaik di malam itu ia menghabiskan waktunya disetiap hari nya untuk memperbaiki hasil revisinya kemarin terkadang ia juga menonton televisi di luar kesibukan nya ia juga membutuhkan hiburan karena ia telah banyak menghabiskan waktunya selama beberapa hari ini untuk memperbaiki hasil revisinya tersebut terkadang ia juga memasak kue dan mengisi kegiatan yang positif untuk membuat pikiran nya kembali baik-baik lagi sampai waktunya ia kembali mengerjakan hasil revisinya ia benar-benar bersemangat untuk melakukan hal itu baginya itu suatu keharusan untuk nya agar ia bisa mencapai impian nya kedepan ia yakin sesuatu yang ia kerjakan dan usahakan saat ini akan terbayarkan di kelak nantinya ia masih mengingat pesan Oma nya tadi “terus lah berusaha bagaimanapun keadaan nya tetap semangat” Reza pun tersenyum mengingat pesan itu kembali Reza pun melanjutkan nya lagi dan waktu pun sudah menujukkan kearah pukul jam 12 malam saat nya ia harus kembali beristirahat seperti biasanya sebelum ia tidur ia selalu mengucapkan kata-kata permohonan kepada Sang Pencipta agar di esok harinya ia diberikan kemudahan dalam melewati semua rintangannya akhirnya Reza pun kembali terlelap dan melupakan kejadian nya di hari itu.


****************


__ADS_2