
Senja pun mulai menutupi sebagian alam semesta, pada pada sore itu Reza pun bergegas untuk pulang, ditengah perjalanan Reza tak sengaja kembali bertemu dengan si pegemis tua yang kemarin sempat ia bantu, Reza kembali menanyakan kabarnya pada hari itu,”Bapak apa kabar-nya lagi hari ini”tanya Reza kepada sang pengemis tua tersebut, pengemis tua itu pun menjawab “Alhamdulillah bapak baik nak” jawab si pengemis tua itu,dengan melemparkan senyuman ke arah Reza, Reza pun menjawab “syukurlah semoga Allah selalu melindungi bapak” imbuhnya, pengemis tersebut kembali menjawab ucapan Reza “Aamiin terimakasi banyak ya nak atas doa yang telah kamu panjatkan untuk bapak semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu dimana pun kamu berada” sambil menatap ke arah Reza, Bapak itu meminta izin untuk melanjutkan perjalanan nya tetapi Reza menghentikan nya dan memberikan nya uang saku kembali untuk ia gunakan di perjalanan nya nanti, “ pak tunggu sebentar” pangil Reza, “ada apa nak” jawab sang pengemis tua tersebut, Reza kembali menjawab “Maaf ini pak ada rezeki sedikit untuk bapak mohon diterima ya pak” tutur Reza dengan tatapan yang penuh ke iklasan, “alhamdulillah terimakasi banyak ya nak atas kebaikan nya bapak semoga Allah mempermudah segala urusan kamu ya nak doa bapak untuk kamu sehat-sehat terus ya nak” jawab sang bapak kepada Reza dengan penuh haru dan bahagia “Insha Allah Aamiin terimakasi banyak ya pak atas doa nya semoga Rezeki yang saya berikan itu bermanfaat buat bapak walaupun hanya sedikit” tutur Reza kepada sang bapak “Insha Allah nak ini pun sudah sangat berarti untuk bapak sekali lagi terimakasi banyak ya nak semoga kamu mendapatkan lebih kedepan dari pada ini Aamiin” jawab bapak kepada Reza, “Aamiin” imbuh Reza, setelah itu Reza pun kembali melanjutkan perjalanan pulang nya dengan hati nya yang gembira, di sepanjang perjalanan Reza selalu berdoa semoga di ulangan susulan nya di esok hari berharap mendapatkan nilai terbaik.
__ADS_1
Reza pun sampai di rumah, ia pun mulai mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya, tak terasa malam pun sudah tiba ia kembali menunaikan ibadah nya dan tak lupa ia meminta permohonan kepada Sang Penciptanya, di dalam doa nya dia selalu memohon kepada Sang Pencipta untuk selalu di berikan hati yang iklas atas segala yang ia terima dan tak lupa juga ia juga menyelipkan doa untuk kedua orang tua nya ia berharap suatu saat nanti ia bisa membahagia kan kedua orang tuanya, ada banyak doa yang ia pinta pada malam itu kepada Sang Pencipta tapi hanya sebagian saja yang terdengar oleh oleh langit dan sebagian lagi ter ayun-ayun di udara perlahan-lahan suara itu mulai tersayup-sayup dan memudar, di akhir doa nya ia kembali meminta agar apapun hasil yang ia dapatkan di esok hari nya bisa membuat ia lebih bersyukur dania juga berharap kepada Sang Pencipta semoga ia mendapatkan hasil terbaik di ulangan susulan nya esok pagi “Aamiin” ucapnya di dalam hati.
__ADS_1
Pagi pun kembali menyapa, Reza pun mulai bersiap-siap untuk memulai hari nya, seperti biasanya Reza bersiap-siap untuk menyiapkan bekal nya hari ini dengan ke inginan nya bisa mendapatkan sesuatu yang ia harap kan pada saat itu, tak terasa waktu pun menunjuk kan ke pukul 8 pagi saat nya ia mulai berangkat ke kampus nya lagi dengan segala harap dan rasa kwatir yang ada di pikiran nya ia terus memberani kan diri untuk menantang dirinya melewati pagi yang sangat bersahabat untuk nya, Reza pun sampai di halaman kampus nya ia tak melihat seorang pun berada di perkarangan kampus nya tersebut, ia pun mulai mencoba untuk masuk ke dalam ruangan tak disangka di situ pun sudah ada Dosen yang menyambut kehadiran nya lantas Reza pun keheranan ia tak menduga Dosen nya datang lebih awal dari nya ia merasa ia sudah gagal di pagi itu karena kemarin ia sudah berjanji untuk datang lebih awal dari Dosen tersebut, dengan ke adaan panik dan merasa semua harinya telah berakhir di siang itu ia kembali menunduk kan kepalanya kebawah dengan berharap ada ke ajaiban untuk nya di siang itu, dan benar saja ke ajaiban pun tiba-tiba terjadi,Dosen nya tidak mewajibkan bagi nya lagi untuk mengikuti ulangan susulan nya lagi Karena Dosen nya sudah memeriksa lembar ulangan nya kemarin semua hasil dari jawaban nya benar semua dan tanpa sengaja Dosen nya mendengar lantunan doa yang ia panjatkan kepada Sang Pencipta ia pun semakin yakin melihat kegigihan dan kemauan Reza dalam mengapai impian nya kelak sehingga Dosen tersebut tersentuh hatinya untuk memberikan nila terbaik nya untuk Reza di kala siang itu suasana pun kembali melebur, Reza tidak percaya atas ia terima pada saat itu ia tak henti-henti nya mengucapkan terimakasi kepada Sang Dosen tersebut telah memberikan dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahan nya dan memberikan dia kado terbaik nya di siang itu, sungguh siang yang panjang baginya untuk mendapatkan sesuatu yang tak pernah terpikirkan untuk nya pada kala siang itu, Reza pun bergegas untuk pulang dan sesampainya di rumah ia melihat isi kalender yang menunjukkan bahwa hari itu adalah tangal merah, dengan rasa malu dan geli di hatinya ia sudah memecahkan misteri di kala pagi itu, karena rasa penasaran dan rasa ketakutan nya tadi terbayar kan di kala siang itu, karena di saat Reza datang ke kampus nya tadi ia melihat semua perkarangannya kosong dan tidak ada siapapun di saat itu dan yang kedua rasa ketakutannya tadi karena harus mengulang lagi ulangan susulan nya tadi terbayarkan oleh nilai terbaik nya, jadi bagi Reza setiap hari adalah misteri baginya ia harus bekerja ekstra lagi di esok pagi nya karena masih banyak lagi misteri di esok hari nya untuk di pecahkan oleh nya, dan akhir nya Reza pun memilih untuk membantu Oma nya di kala petang itu suasana pun kembali bewarna seperti hari biasanya lagi, sungguh terasa melelahkan bukan, “ya begitulah keadaaan nya”, ucap Reza di dalam hati nya.
__ADS_1