My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”

My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”
Reza mencoba berusaha yang terbaik untuk keluarganya


__ADS_3

Pada malam itu Reza sedang merevisi skripsinya, Tiba-tiba ia di datangi oleh Omanya untuk menyuruhnya sarapan, akan tetapi Reza menolak ajakan Omanya tersebut dan memilih melanjutkan revisi skripsi nya dengan tujuan iya ingin segera lulus dari kampus nya sekarang dan bisa melamar pekerjaan nantinya di posisi yang lebih baik tujuan nya bukan lain untuk membuat keluarganya bahagia, di sini Reza sangat berusaha keras merevisi setiap bab yang di tandai oleh dosen pembimbingnya, ia tak berputus asa ia terus memperbaikinya satu persatu terkadang di saat ia mengantuk ia mencoba mencari kesibukan lain agar dia terus bisa melanjutkan tugas nya tersebut ia mencoba membuat kopi agar matanya tetap kuat untuk merevisi tiap bab skripsi nya, terkadang ia juga bermain game agar dirinya tidak jenuh, hal itu ia lakukan terus berulang-ulang dan waktu pun menunjukkan pukul 4 pagi tetapi ia masih melanjutkan revisinya tersebut dan hingga pada akhirnya azan subuh pun berkumandang,“Allahuakbar,,,,Allahuakbar”

__ADS_1


Reza langsung bersiap-siap untuk menunaikan shalat subuh nya ia segera meningalkan semua nya dan berfokus ke ibadahnya, di dalam shalat nya iya memejamkan mata dan meminta kepada Sang Pencipta agar dimudahkan jalan nya menuju kebahagian dan kesuksesan dengan hatinya yang penuh ke iklasan dan kedamaian ia menundukkan kepalanya, dan akhirnya ia pun selesai menjalankan ibadahnya di subuh itu, Reza pun memilih untuk beristirahat sejenak sebelum ia melanjutkan pekerjaan nya di pagi nanti, ia segera merapikan mejanya dan mengecek setiap bab yang telah ia kerjakan dari semalam setelah ia memeriksan hasil revisi nya ia pun langsung merebah dirinya ke kasur empuk miliknya disitu lah tempat terbaik untuk menghilang kan kepenatannya selama ini, baginya tempat terbaik nya adalah kamar kecil yang sudah ia tempati semenjak 3 tahun terakhir lamanya baginya hanya tempat ini yang membuat nya tenang, akhirnya Ia pun tertidur di dalam tidurnya pun ia masih memikirkan apa saja yang harus ia lakukan setelah terjaga nanti, kemudian di sisi lain sang Ayah sudah bangun lebih awal sang ayah bersiap-siap menyiapkan sarapan untuk sang ibu karena pada aaat itu sang ibu masih dalam keadaan sakit sang ayah lah yang setia menemani sang ibu karena Reza berada diluar kota tempat ayah dan ibu nya berada, tapi ayah nya tidak pernah mengeluh sekalipun atas keadaan yang sedang menimpanya ia selalu bersyukur di setiap harinya atas apa yang ia miliki pada saat ini baginya bagaimana pun keadaan yang ia hadapi ia harus terus bersyukur kepada Sang Pencipta ia yakin suatu saat nanti kisah sedih yang di alaminya saat ini akan di gantikan dengan berjuta kebahagian kedepan nya nanti, akhirnya sang ayah sudah selesai menyajikan sarapan untuk sang ibu setelah itu sang ayah langsung pergi bekerja, pada saat itu tanpa di sadari sang ayah, sang ibu sudah terbangun lebih awal tetapi sang ibu pura-pura saja masih tertidur karena sang ibu takut sang ayah sedih melihat dirinya nanti dan membuat dia tidak semangat lagi bekerja dan oleh karena itu sang ibu memilih berpura-pura tertidur untuk mencegah hal itu terjadi sang ibu melihat jelas bagaimana sang ayah sangat menyayangi sang ibu dia melakukan pekerjaan yang sama di setiap hari nya dengan iklas hati ibu sangat tersentuh dan ibu pun menangis membayangkan semuanya itu, “ seandai nya saja saya bisa sembuh saya tidak akan membiarkan suami saya bekerja terlalu keras untuk saya,,,” sambil menahan tangis nya sang ibu kembali melanjutkan kata-katanya tadi dengan tertatih-tatih “ya tuhan cabut saja nyawa saya saya tidak sangup melihat suami saya dan keluarga saya tersiksa karena saya” ibu pun menangis dengan sekencang-kencangnya, pipinya pun di lumuri oleh air mata yang tak terbendung tangisannya sangat membuat hati nya benar-benar tersayat-sayat pada saat itu, semua yang ada di dekat nya menjadi basah semuanya dan akhirnya sang ibu berdoa agar semua yang ia alami saat ini bisa di terima nya dengan iklas dan sabar.

__ADS_1


****************

__ADS_1


__ADS_2