
Ke esokan pagi nya Reza kembali menghubungi Ayah nya di kampung dan menanyakan kabar ibunya yang sedang sakit, disitu Reza sangat sedih karna ia baru saja mendapat kan kabar baik di beberapa bulan yang lalu tentang kesembuhan ibu nya tetapi sekarang Reza malah mendapatkan kabar buruk kembali, Reza sangat syok pada saat itu dia tidak bisa berkata apapun kepada ibunya sambil mengusap-usap dadanya Reza pun berkata “Ibu jangan lupa jaga kesehatan nya ya semoga ibu cepat sembuh” dengan nada yang tertatih-tatih ia pun menangis sejadi-jadi nya pada saat itu, tak seorang pun yang tau apa yang dirasakan oleh Reza pada saat itu, ibu nya pun tersedu-sedu di dalam pembicaraan telepon tersebut entah apa yang di rasakan nya pada saat itu yang jelas ibu Reza sangat tampak teramat sedih atas ucapan Reza pada saat itu, dan sang Ayah mencoba menenangkan perasaan ibu nya Reza tersebut dan pada akhirnya telepon nya pun dimatikan oleh sang ayah.
__ADS_1
Pada malam itu hati Reza sangat lah hancur ia memutuskan untuk pergi mencari ketenangan di luar sembari menenangkan hatinya yang sedang berkecamuk hebat pada saat itu, ia pun pergi entah kemana di malam itu tanpa arah dan tujuan yang jelas, di dalam hatinya hanya terucap kata penyesalan kepada sang ibu saja, “ibu maafkan Reza, maafkan Reza bu,, Reza sudah melangar janji Reza yang pernah Reza buat untuk ibu,” dengan air mata nya yang memenuhi di kedua belah pipinya mata nya pun memerah pada malam itu, ia teringat janji yang pernah ia pernah ucapkan kepada ibunya dahulu untuk tidak pernah melupakan ibadah dan selalu mempunyai rasa syukur atas apa yang telah ia dapatkan saat itu, akan tetapi Reza menyianyiakan kesempatan tersebut dan telah melangar janji nya kepada sang ibu, tentunya ia merasa ibu sudah lah sangat kecewa kepada nya sehingga ibu jatuh sakit lagi sekarang karena ulah nya, ia tidak tau mendapatkan kabar dari siapa sebelumnya tetapi ia yakin ini adalah teguran dari Sang Maha Pencipta untuknya agar kedepan harinya ia tidak mengulang kembali kesalahan nya di esok harinya lagi, ditengah perjalanan ia tiba-tiba menghentikan laju motornya disitu ia duduk dan sembari menyesali perbuatan nya, tiba-tiba handpone nya pun berdering tetapi ia tidak menghiraukan nya ia masih di dalam suasana sedih nya pada waktu itu, hingga telepon nya berdering ke dua puluh empat kali ia pun tersadar waktu sudah menunjukkan ke arah jam 2 malam tentu saja ia panik dan mengkwatirkan sang Oma dirumah yang pasti sedang mengkwatirkan dirinya pada saat itu, setelah itu ia mengecek panggilan yang baru saja masuk ke telepon nya tadi yang tidak ia angkat ternyata itu adalah panggilan telepon dari Omanya sontak saja ia menelepon balik Oma nya dan meminta maaf atas kejadian pada malam itu, Oma nya pun memaafkan dan menyambut hangat telepon dari Reza dan Oma nya juga menjelaskan tentang apa yang terjadi di hari sebelumnya bahwa pada saat itu Oma nya melihat sebulan terakhir sikap Reza sangat berubah dan tidak seperti biasanya pada saat itu Reza sering melakukan ke biasaan buruknya dan sehingga ia pun tidak menyempatkan lagi untuk melunasi kewajiban nya kepada Sang Maha Pencipta ia sudah di lalaikan oleh dunia ia sudah lupa akan tujuan nya berada disini bahkan ia tidak memikirkan nasib keluarga nya yang berada di kampung pada saat itu, Omanya tidak tahan lagi melihat tingkah dan perilaku Reza diluar ambang kewajaran nya dan dengan terpaksa Omanya menelepon ibunya pada saat itu dan sontak saja ibunya syok mendengarkan peristiwa yang di alami Reza pada saat itu sehingga ia pun pingsan dan menangis sejadi-jadi nya karena ibunya tidak mempercayai kelakuan Reza sekarang sudah sangat berubah, pada saat itu pun sudah seeing membohongi kedua orang tuanya di setiap harinya Reza selalu meminta uang kepada ayah nya dengan alasan untuk mengerjakan tugas kuliah nya dan hal-hal untuk ia bisa menjutkan praktek nya di kampusnya, tetapi kenyataan nya uang tersebut di gunakan nya untuk bersenang-senang bersama teman nya di setiap hari, di sana ayah nya mati-mati an mencari nafkah untuk dirinya sampai-sampai ayah nya jatuh sakit pada hari itu tetapi ayah nya memaksakan bekerja untuk memenuhi permintaan sang anak tapi sayang anaknya tidak memikirkan nasib keluarganya apalagi nasib ayah nya yang sudah rela membantung tulang agar impian anaknya tercapai dikelak nantinya, di situlah Reza menangis sejadi-jadi nya dan pada malam itu Reza benar-benar menyesali atas segala perbuatannya akhirnya ia kembali untuk pulang kerumah nya, sesampai nya ia di rumah ia langsung meminta maaf kepada Oma nya atas sikap dan kelakuan nya membuat Oma nya sangat kecewa kepada nya dan akhirnya Oma nya pun merangkul dirinya sembari berkata “ tidak ada yang tidak Oma maafkan untuk cucu Oma yang berani menyesali perbuatan nya dan tidak ada yang terlambat sebelum kita mencoba nya semoga dengan kejadian hari ini kamu bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi ya” jawab sang Oma dengan senyuman sedih ya kepada Reza, Reza tidak bisa berkata apapun dimalam itu, Reza hanya bisa menangis meratapi penyesalan nya di malam itu, dan akhirnya di malam itu Reza memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan meratapi kesalahan yang telah diperbuat nya.
__ADS_1
Di ke esokan pagi nya di jam empat subuh Reza terbangun, pada saat itu Reza tersadar bahwa ia sudah lama tidak pernah lagi melakukan ibadah dan sering lupa atas apa yang dia janjikan dahulu kepada kedua orang tua nya, Reza lebih memilih melakukan sesuatu hal yang tidak ada faedah nya bersama teman-teman nya dibandingkan nasihat kedua orang tua nya sampai-sampai ia pun melupakan orang tuanya beserta Sang Pencipta, sekarang dia baru merasakan sesuatu yang tak pernah ia harapkan yaitu mendapatkan celaka dari semua perbuatan-nya kemarin sekarang ia tersadar bahwa nikmat yang harus di syukuri sebenar nya adalah kesempatan ia untuk melakukan hal yang lebih baik lagi dari sebelum-nya dan selalu mengingat pesan kedua orang tua nya dahulu agar taat dan selalu bersyukur atas nikmat yang dia dapatkan pada saat itu, Reza pun langsung mengambil air wudhu dan setelah itu ia pun mengumandangkan Takbir “ Allahu’akbar” hatinya kembali bergetar, air matanya terus mengalir, matanya pada saat itu benar-benar sangat memerah, tubuhnya serasa sangat lemah dan tak berdaya, bacaan shalatnya terdengar sayup-sayup, di dalam hati nya terus terucap kata “maaf” untuk segala kesalahan yang telah ia lakukan kemarin sehingga nikmat yang telah Sang Pencipta titip kan ke pada ia Sang Pencipta tarik kembali, dengan nafas yang terhela-hela Reza pun terus melanjutkan shalat nya tersebut, tak terasa rakaat shalat nya pun sudah sampai di penutup yang terakhir yaitu “salam” setelah ia shalat dengan nafas nya yang masih tertatih-tatih Reza langsung menyelipkan doanya kepada Sang Pencipta di situlah air matanya terus berderai ia meminta Kepada Sang Pencipta agar segala nasih buruk nya saat ini dapat di gantikan dengan kebahagian yang lebih baik lagi di esok hari nya dan tak lupa ia juga mendoakan kedua orang tua nya beserta adik-adiknya di kampung agar diberikan kesehatan serta selalu di lindungi oleh Sang Maha Pencipta, disitu Reza mulai tidak kuat menahan kesedihan nya dan Reza pun membaca Al-Qur’an untuk menyejukkan hatinya yang sedang ditimpa kesusahan dan kesedihan pada saat itu.
__ADS_1
***************
__ADS_1