My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”

My Destiny Is Written In A Novel “Reza Sang Pengejar Impian”
Reza khilaf atas kesempatan yang ia miliki dan berharap ada ke ajaiban kembali


__ADS_3

Ke esokan hari nya Reza pun sampai ketempat tujuan nya yaitu di Perguruan Tingginya tersebut namun kedatangannya itu sangat begitu awal untuk nya sehingga ia harus mencari tempat berteduh dulu sembari menunggu pendaftaran nya nanti, Reza pun mencoba menelepon saudaranya, Suara ponsel pun berbunyi “ tut….tuttttt…tutttt” “iya halo Reza apa sudah sampai nak??” Imbuh reza, Reza pun menjawab “ Reza baru saja sampai oma!!” Jawab oma “ baik sebentar lagi oma akan menjemput Reza ya dan tunggu disitu ya” pembicaraan pun selesai Reza pada saat itu masih bingung dan kagum dengan impian yang ia ingin kan dahulu dan sekarang sudah menjadi kenyataan, Reza sangat berterimakasi kepada Sang Pencipta telah mendengarkan doanya selama ini ia berjanji di dalam hatinya ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepadanya dan Reza pun berjanji akan melakukan yang terbaik untuk keluarga nya di kampung seperti janji nya dahulu iya akan berusaha menaikkan taraf keluarganya ke jenjang yang lebih baik lagi agar dapat membahagiakan kedua orang tua nya serta adik nya di masa depan nanti nya, walaupun di pergi dengan keterbatasan tapi ia yakin ia akan pulang dengan membawa berjuta harapan baru untuk keluarga nya kelak nanti nya.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Oma pun datang untuk menjemput Reza, Oma pun turun dari mobilnya dan berkata “ Reza mari masuk ke mobil Oma kita pulang saja dulu nanti setelah beres-beres kita balik lagi kesini ya” denga perasaan gembira Reza pun menjawab “ baik Oma”mereka pun bercengkrama banyak hal yang diceritakan Reza kepada Omanya, mereka pun tersenyum bahagia di hari itu sunguh sangat melelah kan untuk Reza tapi rasa lelah yang ia rasakan tersebut dengan seketika saja hilang dengan seketika karena Reza sangat bahagia di hari pertamanya untuk mengapai harapan nya di sebuah kota tersebut yang belum pernah ia rasakan sebelum nya ia akan mengabadikan semua kenangan tersebut di dalam ingatan nya bagi nya semua itu tidak lah mudah untuk mencapai sebuah keberhasilan ia harus mempunyai tekad yang kuat dan mempunyai tujuan yang hebat barulah ia dapat mencapai semua itu nantinya, “kata hati Reza pada saat itu”.

__ADS_1


Reza pun menuju kerumah Oma pada saat itu. Setelah 20 menit berada diperjalan Reza pun sampai dirumah Oma, sesampai nya disana Reza langsung menurunkan barang-barang nya untuk di masuk kan kedalam kamar, setelah semua beres Reza langsung bergegas mandi dan menyiapkan peralatan untuk mengikuti pendaftaran nya nanti di Perguruan Tinggi nya tersebut, setelah semua nya selesai Reza dan Oma kembali berangkat ke Perguruan Tinggi tersebut, di situ Reza mengitukit pendaftaran nya dengan lancar dan tanpa hambatan sedikit pun, setelah mengikuti pendaftaran di ke esokan harinya baru lah Reza mendapatkan informasi tentang ujian penyeleksian mahasiswa baru, dan disitu Reza langsung mendaftarkan dirinya kembali dan tak butuh waktu lama Reza pun sudah terdaftar untuk mengikuti tes nya tersebut, di ke esokan pagi nya Reza kembali mengikuti tes penyeleksian tersebut dan pada akhirnya Reza diterima di perguruan Tinggi tersebut.


Hari pertama Reza berkuliah di Perguruan Tinggi tersebut dia sambut hangat oleh mahasiswa baru di tempat ia menimba ilmu tersebut,suasananya mulai membuat Reza terbiasa berada di lingkungan tersebut dan selepas mata pelajaran berakhir Reza juga menyempatkan menelepon Orang tua nya yang berada dikampung untuk menanyakan kabar Ibu beserta Ayah nya dan tak lupa juga menanyakan kabar adik kecilnya yang baru berusia dua tahun, hari-hari yang di jalani Reza saat itu begitu cepat sehingga tak disadari Reza sudah menginjak ke semester empat

__ADS_1


Pada saat itu Reza kembali donw dan berputus asa terhadap dirinya sendiri ia kembali menyesal atas apapun yang telah ia kerjakan kemarin ia sadar apapun yang telah ditarik tidak akan dapat dikembalikan lagi seperti awal, disitu lah Reza mulai tersadarkan oleh tasbih-tasbih yang berkumandang di telinganya dan pesan-pesan kebaikan yang telah di sampaikan oleh kedua orang tua nya agar dapat menghargai kesempatan dan tidak menyia-nyiakan nya.


Di saat itu Reza kembali mengenang perjuangan nya dimasa-masa sukitnya dahulu ketika ia mempunyai harapan untuk melanjutkan studinya kenjenjang yang lebih tinggi tetapi karena keterbatasan yang di alamo oleh keluarga nya ia harus mengubur dalam-dalam ke inginan nya tersebut di mana di setiap hari nya ia membanting tulang membantu ayah nya bekerja, dulu ia tidak pernah mengenal lelah sedikit pun semata-mata ia lakukan semua itu hanya untuk membahagiakan keluarga nya, ia pernah di hina dan di kucilkan oleh teman-teman nya dahulu tetapi ia tetap sabar dan tidak membalaskan nya sedikit pun ia hanya membalasnya dengan senyuman saja, banyak orang tidak percaya atas mimpi yang ia impikan itu sehingga banyak orang menertawakan nya karena ia hanyalah seorang anak nelayan bagi semua orang mimpinya tidak lah akan bisa tercapai karena untuk masuk keperguruan tinggi di luar kota sangat lah mahal biayanya apalagi ibunya sekarang sedang mengalami sakit yang tak kunjung sembuh disitu mental nya mulai di uji oleh berbagai terpaan cobaan untuk ia lewati dan hadapi sendiri, di saat itu Reza yakin semua impian itu alan terwujud apabila adanya dorongan yang kuat dari dirinya sendiri disetiap harinya ia terus berusaha dan berdoa kepada Sang Maha Pencipta agar semua ke inginan nya dapat dikabulkan oleh Tuhan yang Maha Esa semog hari-harinya bisa berjalan lebih baik lagi dari hari sebelumnya, di saat itu mentalnya mulai tumbuh dengan kuat dan semangat nya mulai membara-bara, ia semakin yakin untuk esok harinya ia pasti bisa mencapai impian nya tersebut apalagi ayah nya selalu mendukungnya bukan tidak mungkin baginya untuk mencapai segalanya nanti kedepan, dan pada akhirnya ia mempunyai kesempatan tersebut dan pada hari itu segala doa nya yang telah di hempaskan oleh nya kelangit dahulu sekarang sudah menembus batas awan yang tak terhingga, pada hari itu ia sangat senang dan sanga bahagia, baginya hari itu seperti mimpi sehingga ia mencoba mencubit bagian pipinya berkali-kali sampai ia merasakan bahwa semua ya itu bukan lag hanya hayalan semata tetapi pada hari itu ia di berikan kesempat oleh Sang Maha Penciptanya untuk melampui segala batas ke inginan nya, pada hari itu keluarganya sangat merasakan bahagia dan tangis haru bahagianya untuk Reza, bagi keluarganya kebahagian Reza adalah nomer satu baginya apalagi ia adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga mereka dan sudah sepantasnya ia mendapatkan itu,”ucap sang ayah di dalam hatinya” mungkin baginya beban yang ia pikul kedepan akan bertambah berat ayah nya berharap semoga kedepan anak nya tidak merasakan hal yang sama seperti ia rasakan saat ini, tentu nya pada hari itu ayah nya harus merelakan Reza untuk pergi jauh dari sisinya dan keluarganya ayah nya di saat itu harus terbiasa tanpa adanya sosok Reza lagi di rumah nya karena ayah Reza selalu pergi bersama dan menghabiskan waktu bersama-sama denga Reza dalam bekerja, dan pada hari itu adalah hari yang sangat suli bagi ayah nya melepaskan Reza apalagi ibunya pada saat itu sedang sakit keras dan pada hari biasanya ketika ibu merasa sedih dan membutuhkan bantuan apapun itu ada Reza yang mencoba menenangkan nya dan membantu apapun yang di butuhkan oleh ibunya, Reza dan ibunya sering menghbiskan cerita di sepanjang malam Reza selalu mencoba menguatkan ibunya di setiap harinya dan selalu membuat ibunya tersenyum di setiap paginya sebelum ia berangkat untuk bekerja membantu ayah nya, pada hari itu adalah hari yang sangat berat untuknya dan orang tuanya tetapi orang tuanya harus mencoba kuat dan tegar mengiklaskan Reza untuk menimba ilmu di daerah seberang karena itu juga impian yang sudah di tanamkan oelh Reza sejak ia berusia 17 tahun yang lalu ia bercita-cita melanjutkan studinya setelah ia lulus dari bangku sekolah nya nanti dengan tekat dan ke inginan yang kuat dari Reza ayah nya pun berusaha mewujudkan ke inginan nya itu, dan sudah masa nya saat ini ia harus merelakan Reza jauh dari sisinya dan pada akhirnya Reza pun berhasil mewujudkan impian nya, dan dahulu ibunya sempat berpesan kepadan nya untuk selalu bersyukur atas apa yang kamu dapatkan saat itu dan saat itu juga ibu nya menangis untuk berpisah dari nya, pada saat itu Reza pun menangis membayangkan semua masa yang pernah ia lewati kemarin ia sadar tidak mudah baginya untuk mencapai semua hal yang ia rasakan saat itu sekarang ia paham betul tujuan ia berjuang sekarang untuk mewujudkan mimpi dan keluarganya keluarganya, sehingga di malam itu ia mencoba berjanji kepada dirinya sendiri agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama seperti kemarin, pada saat itu pintu hatinya mulai terbuka kembali untuk membuka lembaran baru di hari esok, dengan harapan suatu saat nanti ia bisa membahagiakan keluarganya dengan kerja keras yang di lakukan nya saat ini, disitulah Reza tersadar untuk berbuat lebih baik lagi untuk dirinya Tuhan selalu memberkati impiannya dan ke inginan nya kedepan nanti.

__ADS_1


******************


__ADS_2