
Β
***HAPPY READING***
Β
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Β
Β
Sudah seminggu sejak insiden perpustakaan, Lena masih tetap setia mengunjungi perpustakaan. Kecintaannya dengan buku seolah membuatnya lupa akan pertemuannya dengan pria waktu itu. Walau Lena lama menetap di rumah sakit, Alcander atau Ivanna suka membawakan buku-buku untuk Lena. Sampai sekarang Lena masih suka dengan buku-buku.
"Hari ini aku akan memilih yang mana ya?" batin Lena sambil memilih buku yang akan ia pinjam. "Ugh, kamu tinggi sekali" Lena berjinjit ingin mengambil buku yang terdapat di rak paling atas.
"Apa kamu mau mengambil buku ini?" ucap pria yang berada di belakang Lena mengambil buku incaran Lena.
"Ohh, terima kasih sudah..." ucap Lena terpotong terkejut setelah melihat Andriel yang mengambil bukunya.
Bayangan Lena yang selama ini ia alami muncul begitu saja setelah melihat wajah Andriel. Ya benar saja sejak awal Lena pindah ke apartemennya dan sedang berjalan-jalan malam hari itu Andriellah yang menatap tajam Lena, saat di kantin dan kembali lagi di dekat apartementnya Lena.
"Apakah kamu tidak ingin menerima buku ini?" ucap Andriel membuyarkan lamunan Lena
"Ohh, terima kasih" ucap Lena sambil menerima buku tersebut dan pergi meninggalkan Andriel
"Kenapa aku harus bertemu dengannya?? Akukan jadi ingat kejadian minggu kemarin tepat disana juga kejadiannya!" batin Lena kesal sambil pergi setelah meminjam buku tersebut
Lena pun telah sampai di kelasnya dan disana Ana dan Darra telah berada disana.
"Kenapa kamu Len? Kaya abis di kejar setan aja." ucap Darra binggung melihat Lena seperti telah lari maraton
"Aku memang bertemu hantu Ra" jawab Lena di sertai plototan dari Ana dan Darra
"Beneran ada setan siang bolong gini Len?" seru Ana yang ketakutan
__ADS_1
"Ya hantunya lebih serem dari hantu aslinya Na" jawab Lena lagi dan membuat kedua temannya ini binggung
"Memangnya siapa yang kamu maksud Len? Ada hantu yang lebih serem dari hantu asli?" tanya Darra butuh penjelasan
"Andriel Ra" ucap Lena sontak membuat keduanya shock
"Kenapa bisa kamu ketemu dia Len?" tanya Ana
"Ya tanpa sengaja aku bertemunya di perpus dan dia menolongku mengambil buku ini" Lena memperlihatkan buku yang Lena pinjam di perpus
"Dia gak ngapa-ngapain kamu kan Len?" tanya Darra
"Engga sih Ra. Dia cuma nolongin aku ambil buku aja dan habis itu aku pergi meninggalkannya" jelas Lena
"Besok kalau kamu ke perpustakaan lagi kami akan menemanimu ya Len" jelas Ana dan di setujui Darra
Tanpa terasa jam istirahat telah berakhir setelah obrolan mereka bertiga. Sang guru pun telah memasuki kelas dan pelajaran pun di mulai.
ββββββββββββββββββββββββββββ
Lena yang telah sampai di apartmennya langsung berganti pakaian dan makan siang. Setelah itu ia melanjutkannya dengan mengerjakan tugas yang harus ia kumpul esok hari.
"Hei.. Apa kamu sendirian?" tanya pria itu dan membuat Lena terkejut
"I.. I.. iya.." balas Lena terbata-bata
"Apa kamu takut sama aku?" tanya lagi pria itu
"Um.." Lena tidak bisa menjawabnya
"Maaf, kita belum berkenalan. Kenalin nama aku Andriel Bizaele. Pangil aku sesuka kamu aja" Lena pun membalas salaman dari Andriel
"Nama aku Hellena Jovelyn" jawab Lena singkat
"Kamu tinggal diapartemen sini Lyn?" tanya Andriel dan membuat Lena kaget karena Andriel memanggilnya dengan Lyn
__ADS_1
"Ohh.. Iya.." Lena masih dalam mode menjaga jarak
"Kamu takut sama aku Lyn?" Andriel merasa Lena menjaga jarak dengannya
"Ohh.. Itu.."
"Kamu pasti tau tentang aku di sekolahan ya?"
"Aku sebenarnya kurang tahu tentang kamu di sekolahan, tapi.."
"Tapi kamu takutkan sama aku?" potong Andriel
"Maaf. Aku tanpa sengaja melihatmu di perpus dengan seorang perempuan dan disana kamu sangat galak dengannya" jelas Lena
"Karena aku seram menurutmu? Itu kamu melihatku dalam mode kesal dengan perempuan itu Lyn" jelas Andriel
"Apakah kamu tidak mencintai wanita itu Biz?" tanya Lena dan pertama kali Lena memanggil nama Andriel walaupun dengan kata Biz
"Ohh, aku tidak mencintainya. Dia yang selalu menggangguku" jelas Andriel
"Aku kira kau mencintainya. Kenapa kamu tidak menerima dia dan belajar mencintainya?"
"Aku tak mau mencintai seseorang yang tidak bisa aku cintai. Bagiku cinta itu cukup cuma satu dan selamanya"
"Ternyata kamu setia ya? Kalau aku yang mendapatkan cinta seperti itu pastilah aku akan sangat bahagia" Lena menatap langit penuh bintang
"Kamu pasti akan mendapatkan cinta seperti itu Lyn"
"Aku harap begitu Biz. Karena aku sadar bahwa umurku pasti tidak akan lama"
"Apakah kamu mau berteman denganku Lyn?" tanya Andriel
"Kenapa tidak? Aku senang jika memiliki banyak teman"
"Baiklah. Bila kamu butuh teman curhat atau bantuan lainnya aku ada untukmu"
__ADS_1
"Terima kasih Biz" senyum Lena kepada Andriel
Malam itu Lena dan Andriel banyak bercerita tentang diri mereka masing-masing dan Lena telah mengetahui alasan kenapa Andriel banyak di sekolah. Dan Andriel pun juga mengantar Lena kembali ke apartemen karena besok mereka akan sekolah.