
Setelah memakirkan mobilnya, Andriel dan Lena pun menuju pintu masuk taman bunga yang dituju Andriel.
"Oiya Biz.. Sekarang kita lagi dimana?" tanya Lena
"Ayo langsung masuk aja. Biar kamu langsung tau kamu ini lagi dimana" Andriel menarik tangan Lena masuk.
Lena hanya bisa mengikuti Andriel, pandangan bingung Lena berubah menjadi gembira seketika. Pandangannya penuh dengan bunga - bunga yang ada disana.
"Wahhh.. Biz kamu mengajakku ketaman bunga?? Terima kasih banget ya Biz" seru Lena bahagia dan tanpa menunggu lama Lena langsung berkeliling menikmati cantiknya bunga - bunga disana.
"Gimana? Kamu suka?" Lena menganggukan kepalanya antusias
"Iya suka banget!" Lena pun menghampiri hampir semua jenis bunga disana.
Andriel mengeluarkan Hp nya untuk memotret Lena yang terlihat cantik bersama dengan bunga - bunga disana. Dengan tanpa sepengetahuan Lena, Andriel mengambil banyak photonya. Lumayan banyak photo Lena di Hp miliknya.
"Lyn!" teriak Biz setelah melihat Lena tanpa sengaja menabrak seseorang. Andriel membantu Lena berdiri. "Kamu gak apa - apa kan Lyn?" tanya Andriel khawatir.
"Aku gak apa - apa kok Biz" Lena pun melihat seseorang yang telah tanpa sengaja ia tabrak. Saat mata Lena bertemu dengan orang tersebut, Lena sempat berfikir sejenak, dimana ia pernah bertemu dengan orang ini?
"Kamu gak apakan? Apa ada yang terluka?" tanya pria itu.
"Aku tak apa. Maaf tanpa sengaja menabrak kamu"
"Syukurlah kalau begitu. Saya permisi" pria itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Lyn?" panggil Andriel membuat Lena bangun dari lamunannya.
"Apa mau kita pulang aja? Aku takut kamu kelelahan" Lena tersenyum melihat wajah Andriel yang sangat khawatir dengannya.
__ADS_1
"Sudah aku bilang Biz, aku itu gak apa - apa. Kamu mau aku jawab berapa kali lagi biar kamu percaya?" ucap Lena kesal yang dibuat - buat.
"Yah aku hanya.."
"Tenang aja Biz. Kalau aku merasa gak enak, nanti aku akan langsung bilang ke kamu. Jadi temani aku bersenang - senang dulu hari ini, okeh?" ucap Lena memegang tangan Biz membuat pemilikinya tenang.
"Baiklah. Ingat kalau kamu mulai lelah langsung bilang ke aku!" tegas Biz dan dijawab anggukkan Lena.
Mereka pun mengelilingi lagi taman disana dan tak lupa Andriel memberikan bibit bunga kepada Lena. Andriel tak memberi tahu Lena itu bibit bunga apa, biar jadi kejutan jika sudah mekar nanti.
****
Andriel menepati janjinya untuk membawa pulang Lena tepat waktu. Ia juga tahu diri dan juga tak mau sampai Lena kambuh lagi. Ia masih nyaman bersama gadis itu, gadis yang tak melihat latar belakang diriny sebagai badboy disekolah.
"Terima kasih untuk hari ini ya Biz. Aku sangat senang hari ini" ucap Lena kepada Andriel yang sudah di depan pintu rumah Lena
"Sama-sama princess. Kamu istirahat ya. Aku pamit pulang"
Lena yang baru akan mau masuk kedalam rumah, di kejutkan oleh ayah dan kakaknya yang menunggu di depan pintu.
"Sayang kamu sudah pulang?" ucap Ivana memberi jalan putrinya untuk masuk kedalam rumah.
"Iya ma. Biz gak izinin Lena lama-lama di luar" keluh Lena yang masih kurang puas berjalan-jalan.
"Biz begitu karena mau kamu tidak lelah sayang. Lagian maksud Biz sama kamu kan baik" jelas Ivana membelai rambut Lena sayang.
"Harusnya kamu sampai satu jam yang lalu Lena" ucap Alcander
"Ini saja masih jam 3 sore pa. Kenapa aku harus pulang satu jam lebih awal?" tanya Lena setelah memeriksa waktu di jam tangannya.
__ADS_1
"Karena kamu butuh istirahat dek. Memangnya kamu gak kangen sama kakak yang ganteng ini?" tambah Jason
"Anak sama bapak sama saja" ucap Ivana
"Sama apa ma?" tanya Lena
"Sama-sama cemburu" ucap Ivana.
"Cemburu sama siapa ma? Yang jelas atuh, Lena kan gak ngerti" keluh Lena lagi.
"Ayo dek kita main UNO setelah kamu mandi" ajak Jason mengalihkan Lena.
"Ayok kak. Lena mandi yah" Lena pergi meninggalkan Ivana, Jason dan Alcander
"Untung aja anakmu itu polos. Kalau engga mama udah jujur sama Lena"
"Untung aja Jason ada alasan buat ngalihin perhatiannya Lena"
"Jadi ini salah papa gitu?" keluh Alcander
"Ya mama gak salahin papa kok" Ivana meninggalkan ayah dan anaknya.
"Papa sih pake bilang pulang kurang cepet satu jam" protes Jason
"Yakan bener. Kamu juga tadi setuju-setuju aja papa bilang gitu" protes Alcander pada Jason
"Tadinya pa. Kan sebelum mama ledekin papa juga"
"Punya anak sama istri gak ngedukung banget sih. Padahal sama-sama gak relakan princess di ambil Price" keluh Alcander yang masih kesal dengan anak dan istrinya.
__ADS_1
"Untung masih sayang sama keluarga" batin Alcander