
Happy Reading 🌸
Ujian kenaikan kelas pun sudah di lewati Lena dengan tenang. Ya, ujian kali ini tidak membuat Lena terlalu banyak belajar. Lena beruntung Tuhan memberikannya otak yang cerdas dan dapat tanggap dengan cepat.
Darra dan Anna yang akhirnya bisa bernafas lega setelah menjalani ujian kenaikan kelas dengan penuh perjuangan. Lena membantu mereka dalam belajar, maka mereke berdua suka menginap di apartemen Lena.
"Akhirnya aku dapat mencium aroma-aroma liburan!!" seru Darra senang
"Liburan yukk" ajak Anna
"Nanti aku tanyain dulu ya sama papa mama" jawab Lena dan dibalas anggukan oleh keduanya
"Eh,, kita ke cafe yang baru itu yuk" ajak Anna
"Cafe yang themanya flower gitu?" seru Darra
"Iya. Kemarin aku liat di IG fotonya. Keren banget dan Lena pasti suka" ajak Anna
"Selama kalian tidak membuatku kelelahan, aku akan ikut" jelas Lena
"Finally Lena!! Akhirnya kamu ikut juga kita pergi.." peluk Anna senang dan mereka langsung pergi ke Cafe itu dengan menggunakan mobil Darra
Mereka bertiga pun telah sampai di Cafe Flowery. Cafe yang di dekorasi sesuai dengan namanya yaitu bunga. Dari bunga yang di ketahui namanya hingga bunga yang tidak di ketahui namnya pun lengkap disana. Mata Lena tertuju pada bunga tulip putih yang ada di sebelahnya, di tempat ia duduk bersama Darra dan Anna
"Kamu suka dengan bunga itu Lena?" Darra yang tanpa sengaja melihat mata senang Lena kepada bunga Tulip putih itu
"Ya, aku suka melihatnya. Mungkin ini menjadi bunga favoritku sekarang" seru Lena bahagia
"Nanti kamu ulang tahun bisa dong kadonya benih bunga Tulip" ledek Anna
"Benarkah? Aku akan dengan senang hati menerimanya" jawab Lena polos dan matanya berbinar
Mendengar jawaban dari Lena, Anna terkejut. Yang awalnya hanya meledeknya malah menjadi janji yang harus Anna tepati. Lena terlalu polos dan rendah hati. Tidak pernah memberi tahu apa yang ia pikirkan kepada Darra dan Anna. Sekalinya di ketahui malah hal yang sederhana yang diinginkan Lena
Walaupun bagi Anna hanya terdengar sebuah candaan, tetapi melihat Lena bahagia membayangkan mendapatkan benih bunga Tulip. Anna akan menepati janjinya nanti memberi benih bunga untuk Lena manis.
Mereka sangat betah berada di cafe itu. Lena saja masih memperhatikan bunga - bunga yang cantik menghiasi cafe. Tanpa sadar oleh mereka bertiga, ada seseorang dari kejauhan memperhatikan mereka. Lebih tepatnya memperhatikan Lena.
"Hei, kau sedang melihat siapa?" tanya perempuan yang duduk disebelah seseorang yang menatap Lena dan ikutan melihat yang ia lihat
"Lo jauh - jauh dari gue" kesal karena perempuan itu duduk sangat dekat
"Yaelah sama kakak sendiri gitu lo" kesal perempuan itu
__ADS_1
"Hellow Manuella Phoebe! Ya emang lo kakak gue, tapi kita cuma beda 10 menit itu aja" kesalnya lagi
"Hellow juga Brian Peter! Kita kembar dan gue yang keluar duluan! Dan lo harus sopan sama gue!" kesal Ella
Ya, pria yang menatap Lena yang juga berada di cafe itu adalah Brian Peter yang bersama kembarannya Manuella Phoebe. Cafe itu ternyata juga milik orang tua mereka dan disana mereka hanya mengecek saja
"Eh! Gak bosen lo liatin tuh cewek? Cantik. Lo mau gue ajak kenalan gak sama dia?" tanya Ella
"Apaan sih? Gue suka aja liatin dia" jawab Brian tanpa melihat Ella
"Serius gue! Mau gak?" tanya Ella semangat 45
"Yakin lo?" tanya Brian tidak yakin
"Yakin, soalnya gue liat tuh cewek suka sama bunga - bunga kita disini" jelas Ella dan dijawab anggukan Brian. " Jadi gue mau lo kasih dia bunga Tulip pink yang ada dirumah kaca sebelah" suruh Ella
"Kok kasih bunga Tulip pink? Biasanyakan Mawar merah?" tanya Brian
"Ish, ikutin aja kata gue sebelum dia sama temennya pulang" kesal Ella dan langsung saja Brian pergi kerumah kaca sebelah dan mengambil Tulip pink
Brian yang telah kembali sambil membawa pot kecil bunga Tulip berwarna pink. Ella yang sudah melihat Brian kembali langsung saja ia menyuruh Brian menunggi di kasir dan memintanya menjadi kasir dengan membawa Tulip itu bersamanya.
"Lena, sekarang waktunya kamu pulang" ucap Anna yang sudah melihat jam di tangannya
"Mas, kami mau membayar" ucap Anna
"Meja nomor berapa?" tanya Brian yang sedang menjadi kasir atas suruhan Ella
"Oh itu meja nomor 9" ucap Lena
Setelah transaksi pembayaran selesai, Lena Anna dan Darra yang akan mau meninggalkan kasir, di panggil kembali oleh sang mas kasir
"Tunggu, ini sebagai tanda terima kasih sudah datang kemari" ucap Brian sambil memberikan pot kecil bunga Tulip pink
"Ini buat kami?" tanya Lena
"Iya" jawab singkat Brian
"Terima kasih" Lena menerima pot kecil bunga Tulip itu dengan senang. Mereka bertiga pun langsung meninggalkan cafe itu dan kembali ke apartemen Lena
"Gimana? Dia senangkan?" tanya Ella kepada Brian yang kembali duduk bersamanya
"Dari mana lo tau dia suka sama Tulip" tanya Brian penasaran
__ADS_1
"Yah gue tau aja" ucap Ella dan dibalas makian dari Brian
Lena yang sudah berada di apartemennya bersama dengan Darra dan Anna yang hari ini akan menginap bersamanya. Mereka pun bergantian membersihkan diri dan sekarang sedang berada di ruang Tv.
"Len, kamu suka banget liatin bunga Tulip pink itu?" tanya Darra
"Benihnya gak berlaku lagi nih?" ledek Anna
"Enak aja. Kamu harus tetep memberikan benihnya, dan ini beda tau" kesal Lena tetap memandang Tulip pink itu
"Kan kamu udah dapet Tulip langsung gede Lena" jelas Anna
"Yah berbeda Anna, kan aku juga mau mencoba menumbuhkan benih bunga itu sendiri" jelas Lena kepada Anna
"Baiklah, tapi kamu janji yah kalau sudah berbunga berikan kepadaku satu bunga yang kamu tumbuhkan" ucap Anna
"Jika kamu memberikanku benih yang banyak, nanti aku akan memberikanmu juga banyak Anna. Dan kamu juga Darra" jelas Lena panjang lebar
"Baiklah, tunggu aku membelikannya ya" ucap Anna yang juga melihat Tulip pink
"Eh kok ada surat sih?" ucap Anna setelah memperhatikan pot bunga itu
"Mana? Mana?" seru Darra antusias
*Semoga kamu menyukai bunga ini
Karena aku tahu kamu suka bunga ini
Rawat baik - baik ya
Semoga kita bisa bertemu lagi
B.P 🌷*
"Wah kayanya mas - mas yang tadi perhatiin kamu deh Len" ucap Darra antusias
"Iya Len. Masa dia bisa tau kamu suka bunga ini kalau dia gak perhatiin kamu tadi di cafe?" seru Anna antusias juga
"Tapi mas - mas tadi ganteng banget kok. Engga kaya penjaga kasir kebanyakan" tambah Darra
"Jangan - jangan dia pemilik cafe itu lagi? Kan secara bunga ini gak di pajang di cafe tadi" jelas Anna
"Iya juga sih ya? Gimana Lena? Dia jadi pengagum rahasia nih jadinya" tambah Darra
__ADS_1
"Aku gak tau yang kalian omongin apaan, yang jelas aku berterima kasih aja dia udah kasih aku bunga ini dan untuk hal yang lain, yah kita liat saja nanti" jelas Lena yang langsung meninggalkan mereka berdua