
Menjelang malam Lena mengajak Darra dan Anna untuk berjalan - jalan sekitar apartemen Lena. Karena Anna dan Darra menginap di apartemen Lena, maka Lena pun tidak kembali pulang kerumah orang tuanya.
"Ternyata pemandangan malam disini sangat indah ya Len?" seru Darra melihat lampu kota dari sekitaran taman
"Iya, aku baru tau bisa seindah ini kalau malam. Kamu sering ya tiap malam jalan - jalan seperti ini?" tanya Anna
"Ya, aku sering dan itu juga tidak bisa lama-lama. Biz juga tiap malam menemanikun juga disini" ucap Lena yang membuat Anna dan Darra kaget
"Andriel?" seru Anna dan di angguki Lena
"Sedekat apa kamu dengan Andriel, Len?" Darra tahu kalau Andriel tidak akan mendekati Lena kalau tak ada alasannya
"Ya lumayan dekat sih, karena kami salah berbagi cerita masing-masing. Dan sebagai informasi buat kalian berdua, Biz gak kaya gosip-gosip yang beredar kok" seru Lena
"Tapi Len, Andriel yang kami kenal gak seperti yang kamu kenal Lena" jelas Darra
"Memangnya yang kalian kenal dengan yang Lena kenal apa bedanya?" tanya Andriel yang sudah berada dibelakang mereka bertiga.
Anna dan Darra sontak berdiri dan melihat Andriel seperti melihat hantu. Bagaimana tidak orang yang dibicarakan muncul tiba-tiba.
"Biz, kalau kamu datang jangan mengagetkan dong! Kamu tahu kan kalau jantungku masih belum sehat!" kesal Lena sambil menenangkan jantungnya yang berdetak karena Andriel
"Maaf Lena" ucap Andriel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
"Sejak kapan lo nguping pembicaraan kita?!" seru Anna kepada Andriel
"Sejak kalian menjelekan gue kepada Lena" jawab datar Andriel
"Lena sekarang sama kita berdua, jadi lo gak usah disini mengganggu girls time kita aja" sinis Darra
"Lena juga temen gue dan gue gak mau pergi dari sini" jawab Andriel yang kemudian duduk disebelah Lena
"Sudah jangan berantem kalian. Biz, kamu ada apa mencariku?" tanya Lena dan Anna Darra duduk disebelah Lena yang lain
"Aku kira hari ini kamu berada dirumah orang tuamu. Pas aku melihatmu disini jadi aku menghampirimu" jawab lembut Andriel kepada Lena
"Ya Lena sama kita berdua kali! Engga sendirian juga!" kesal Anna tapi tak di tanggapi oleh Andriel
"Bes.."
"Besok Lena sama gue dan Darra mau pergi! Jadi lo gak bisa ajak Lena pergi!" potong Anna kesal
"Anna jangan galak gitu dong" tenang Lena kepada Anna. "Besok aku, Anna dan Darra akan pergi ke mall dan kalau kamu mau ajak aku pergi 3 hari lagi kamu kerumahku dan izin kepada mama, okeh"
"Okeh, tiga hari lagi aku akan kerumahmu Lyn. Aku pergi dulu, kedua macan disampingmu itu seperti mau memakanku jika aku disini lebih lama lagi" ucap Andriel sambil menunjuk Anna dan Darra yang mukanya sudah tak enak dilihat
"Baiklah Biz. Nanti kabari aku lagi ya" Andriel mengangguk dan pergi meninggalkan mereka bertiga
__ADS_1
"Kalian ini gimana sih? Aku kan jadi gak enak dengan Biz kalau sikap kalian kepadanya seperti ini" kesal Lena
"Bagi kami Andriel tetaplah Andriel yang dingin dan tidak berkeprikemanusiaaan" jawab Anna
"Ya Anna benar Lena. Andriel yang kamu lihat sangatlah berbeda jika kami yang melihatnya" sambung Darra
"Asal kalian tahu, aku pernah melihat Biz sedang bertengkar dengan seorang perempuan saat aku kabur meninggalkan kalian" jelas Lena membuat keduanya melotot
"Yang bener Len?" seru Anna
"Iya, saat itu aku takut dengannya karena Biz membentak cewek itu dan ucapannya membuatku merinding. Tapi karena Biz sudah menjelaskannya, aku tidak melihat dirinya seperti kalian lihat" jelas Lena lagi
"Baiklah Lena. Asal Andriel tidak menyakitimu kami tidak akan mempersalahkannya" ucap Darra
"TAPI kalau dia menyakitimu, kami tidak akan segan memberi Andriel kedamaian" tambah Anna yang membuat Lena tersenyum
"Kenapa nih anak jadi senyam senyum gini?" Anna bingung
"Aku senang bisa punya sahabat kaya kalian" ucap Lena langsung memberi pelukan kepada dua sahabatnya ini
"Apa sih yang engga buat kamu Len? Kami yang beruntung punya sahabat kaya kamu" ucap Darra yang membalas pelukan Lena dan tak terkecuali Anna
Setelah acara peluk memeluk selesai, mereka pun kembali pulang ke apartemen yang di karenakan udara malam semangin dingin dan demi kesehatan Lena yang mulai membaik.
__ADS_1