My Heart To You

My Heart To You
Part 18 Polisi dan Pencuri


__ADS_3

Hari dimana Andriel datang kerumah Lena sesuai janjinya. Sebelumnya Andriel sudah menghubungi Lena jika ia akan kerumahnya untuk meminta izin mengajak Lena pergi.


~1 hari sebelumnya~


Lena yang sedang bersantai diruang keluarga bersama Alcander, Ivana dan Jason. Hp Lena berbunyi menampilkan messages dari Andriel dan Lena pun membaca dan juga membalas pesan tersebut.


From : Biz


Lyn, besok aku akan kerumah kamu.


Lena~


Baiklah.


Jam berapa kamu akan kemari?


Supaya aku dapat bersiap-siap.


From : Biz


Kira-kira jam 10 aku akan sampai dirumahmu.


Titip pesan juga kepada papa dan mama kamu juga okeh?


Lena~


Baik Biz


Aku akan memberitahu papa dan mamaku


From : Biz


Baik kalau begitu


See you tommorow Lena


Lena~


See you Biz


Melihat Lena yang seru dengan Hpnya, Ivana pun menanyakan kepada putri tersayangnya itu siapa yang sedang mengirimkan pesan singkat.


"Siapa itu sayang?" tanya Ivana tak lepas dari perhatian dari Alcander dan Jason.


"Ini Biz ma. Besok dia mau kesini minta izin mama sama papa buat ajak Lena pergi besok" jelas Lena setelah chatnya dengan Andriel berakhir


"Biz itu siapa Lena?" tanya Ivana lagi

__ADS_1


"Dia Andriel Bizaele ma. Temen Lena yang sama kaya Anna dan Darra"


"Temen kamu ada yang cowo Len?" potong Jason sebelum Ivana melanjutkan pertanyaan yang lain.


"Biz kan cowo kak. Lena juga pasti punya temen cowo juga kak"


"Besok dia mau kesini kan Len?" tanya Alcander


"Iya pa" jawab Lena disertai dengan anggukan.


"Papa engga mau interogasi Andriel itukan?" bisik Ivana kepada Alcander


"Engga kok ma. Memangnya papa ngapain interogasi dia? Emangnya papa polisi dan dia pencuri?"


"Kan dia mau mencuri putri papa" ucap Ivana dengan kekehan karena Alcander menampilkan muka cemberut.


Lena melihat mamanya sedang tertawa dan papanya cemberut membuatnya penasaran.


"Papa kenapa mukanya cemberut? Mama juga kenapa ketawa?" tanya Lena binggung tapi lain dengan Jason yang sudah tahu alasan papa mamanya seperti itu.


"Papa lagi diledekin mama, soalnya ada pencuri yang mau nyuri harta berharganya papa"


"Hartanya papa mau dicuri? Emangnya apa yang mau dicuri kak?" Lena penasaran


"Kalau kamu udah lebih gede lagi pasti kamu ngerti kok" ucap Jason sambil mengelus kepala Lena dengan lembut. Lena masih binggung dan penasaran dengan ucapan kakaknya ini. Besok ia akan menanyakan hal ini kepada Andriel, semoga aja Andriel bisa menjawab pertanyaannya ini.


"Maaf ya nak Andriel menunggu lama" ucap lembut Ivana datang bersama Alcander


"Gak apa - apa kok tante. Aku kan cuma mau cari omm dan tante buat minta izin" ucap Andriel tenang


"Memangnya Andriel mau ajak Lena kemana kalau boleh tante tahu?"


"Andriel mau ajak Lena ke taman bunga tante"


"Cuma ketaman bunga aja?" tanya Alcander tidak percaya


"Iya omm. Saya gak berani ajak Lena ketempat lain. Saya gak mau Lena terlalu lelah nantinya"


"Andriel tahu tentang sakitnya Lena?"


"Iya tante. Saya tahu dari Lenanya sendiri"


Jika Andriel tahu tentang Lena, kenapa ia masih tetap mendekati Lena? Jika pria lain diluar sana pasti langsung meninggalkan Lena dan tak akan mendekatinya. Apakah Andriel benar - benar menyukai Lena? Jason pun keluar dari kamar Lena dan menuju keruang tamu.


"Lo yang mau ajak Lena pergi?" ucap langsung Jason kepada Andriel


"Iya kak. Saya Andriel teman Lena disekolah" Andriel berkenalan dengan Jason.

__ADS_1


"Gue Jason. Kakak Lena"


"Saya izin sama kakak mau ajak Lena pergi ketaman bunga"


"Boleh. Tapi jangan sampai Lena terlalu capek dan pulang jangan sampai malam - malam oke?"


"Oke kak"


Lena pun sudah berada diruang tamu bersama dengan yang lainnya yang tengah membahas dirinya.


"Baiklah Andriel. Omm izinin kamu ajak Lena pergi. Jangan lupa pesan dari Jason"


"Baik omm, tante, kak. Saya pamit pergi. Yuk Lyn" pamit Andriel dan langsung mengajak Lena pergi.


"Pa, ma, kak Jason, Lena pergi ya" izin Lena menciumi Alcander, Ivana dan Jason bergantian


"Hati - hati di jalan ya Lena" ucap Ivana


"Iya ma" teriak Lena langsung menaiki mobil yang di


bawa Andriel.


"Biz, tadi papa, mama dan kak Jason gak galak kan?" tanya Lena


"Engga kok. Buktinya mereka izinin aku ajak kamu jalan" ucap Andriel yang tengah membawa mereka ke taman bunga.


"Biz, aku mau nanya dong"


"Mau nanya apa?"


"Kemarin setelah aku bilang kalau kamu mau datang minta izin ajak aku keluar. Papa, mama dan kak Jason nanya - nanyain gitu terus aku liat papa dan mama bisik - bisik gitu. Aku denger papa bilang emangnya papa polisi dan dia pencuri. Terus muka papa jadi cemberut dan mama ketawa seneng banget. Aku nanya dong sama kak Jason, kata kak kalau harta berharga papa mau dicuri. Aku nanya sama kak Jason, malah dibilang tunggu aku gede. Kan aku jadi kesel" jelas panjang lebar Lena.


"Jadi kamu mau tau harta berharganya papa kamu itu apa?"


"Iya Biz. Apa kamu tahu jawabannya?" tanya Lena memelas dengan trik andalannya


"Aku tahu kok. Aku jadi ngerti kenapa papa dan kakak kamu bersikap seperti itu. Mereka menuduhku seperti sudah mencuri harta berharga mereka" ucap Andriel membuat Lena tambah binggung.


"Biz... Jangan buat aku tambah binggung dong!!" kesal Lena


"Nanti saatnya kamu akan tahu kok maksud mereka apa. Sekarang kita senang - senang okeh?" ajak Andriel supaya Lena melupakan pertanyaan yang masih ada dipikirannya.


"Okeh. Kita mau kemana?"


"Nanti kamu juga tahu kok. Yang aku tahu pasti kamu senang setelah sampai disana"


"Lama - lama aku harus les main tebak - tebakan" kesal Lena dan terdengar kekehan Andriel.

__ADS_1


__ADS_2