
Setelah jam pelajaran selesai, Lena telah membereskan buku-bukunya dan akan pergi pulang dengan jemputan telah di depan gerbang sekolah.
"Len, kamu pulang sama siapa?" tanya Darra
"Aku dijemput sopir mama Ra. Mama larang aku untuk pulang sendir, takut aku kenapa-napa tar di jalanan" jelas Lena keluar dari kelas menuju gerbang.
"Padahal baru ajak kamu ke mall Len" ajak Darra
"Iya sih, kalau aku jadi mama kamu juga pasti aku akan kaya gitu. Anak tercantik, manis dan tegar kek kamu nanti di culik orang gimana" ucap Ana yang sudah seperti ibu-ibu
"Udah mama Ana, Lena kan bukan anak kecil lagi. Nanti kalau aku udah mendingan dan mama udah izinin aku pergi, aku pasti akan ikut kalian kok." ucap Lena sambil memeluk Ana seperti memeluk mamanya
"Ana mah mulai lagi jadi mama possesif Lena" ledek Darra "Gak apa apa kok Len, yang penting kamu sehat dulu okeh?"
"Gak apa-apa kalo anaknya kaya Lena" Ana membalas pelukan Lena seperti memeluk anaknya, "Kamu harus banyak istirahat dan jangan telat malam dan juga kamu jangan lupa minum obat"
__ADS_1
"Iya Na Ra, kalian memang yang terbaik" ucap Lena terharu
"Ya udah tuh mobil jemputan kamu udah datang Len. Sampai rumah kamu jangan capek-capek ya" jelas Darra tak mau Lena sakit
"Okeh. Aku balik duluan ya. Bye Ra. Bye Na" sambil melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobil. Lena yang telah jauh tak terlihat lagi, tinggal Ana dan Darra.
"Ra, tadi pas istirahat loe ngerasa gak sih kalau si Andriel Bizaele ngeliatin Lena kaya mau dimakan gitu?" tanya Ana
"Iya, sama gue juga. Gue kira cuman gue aja yang merhatiin ternyata loe juga Na? Jangan sampe Lena manis kita kenapa-napa sama si Andriel Bizaele!" kesal Darra
"Kalau Lena kenal sama dia bisa gawat Na" Darra khawatir
"Iya itu gue tau betul kalau dah berurusan sama Andriel" ucap Anna "Ya udah deh, gue balik duluan ya Ra. Loe juga balik jangan ngelayapan"
"Iya mama Anaku yang cantik" ledek Darra karena keibuan Ana keluar lagi. Mereka berdua pun berpisah dan pulang kerumah masing-masing.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Lena yang sudah sampai di apartemennya, langsung berganti pakaian dan membereskan tugas-tugas sekolahnya. Lena harus menyusul pelajaran yang tertinggal setelah ia masuk sekolah. Lena lumayan cepat tanggap dalam pelajarannya, mungkin nanti ia akan mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya.
Tepat pukul 18.00 saatnya Lena untuk makan malam. Lena sudah terbiasa makan malam kurang dari jam 6 sore. Lena dengan cekatan memasak makanannya yang tidak membutuhkan waktu lama.
Seperti kemarin, Lena pergi ke taman dekat apartemennya setelah selesai dengan makan malam dan sudah minum obatnya. Lena dengan pakaian hangatnya turun untuk berjalan jalan sebentar.
"Cuaca hari ini sangat cerah, jadi bisa liat bintang dilangit deh" ucap Lena yang duduk di bangku taman disana
Walau sudah menjelang malam, taman disana tidaklah sepi. Banyak anak-anak muda dan beberapa pasangan berada disana. Di lapangan basket pun juga ada yang bermain basket disana. Lena melihat seseorang yang dari siang menatap tajam dirinya juga berada di sana.
"Kenapa dia melihat seperti ingin memakanku? Apa salahku? Bertemu saja atau berkenalan juga belum" batin Lena kesal.
Lena tidak ingin mempermasalahkan hal yang tidak terlalu penting. Sekarang Lena hanya ingin merasakan udara malam yang jarang ia temui. Tapi tetap tidak terlalu lama atau ia akan di marahi mamanya jika ketauan keluar malam.
__ADS_1