
Tanpa terasa Lena sudah mau ujian kenaikan kelas, yah hampir 1 tahun sudah Lena bersekolah dan sudah lama juga nyeri di dada Lena tidak kambuh. Lena bersyukur jika jantungnya ini sehat dan seakan mendukung keinginan Lena sampai lulus nanti.
Lena yang sudah hafal tata letak di sekolahnya, Darra dan Anna tetap saya menemani Lena kemana pun dia pergi. Lena tahu bahwa mereka sangat khawatir dengan kedekatannya dengan Andriel, tapi hanya sebatas temanan aja kok gak lebih.
Tepatnya hari ini setelah kelas ibu Ryana, Lena berhasil pergi sendiri ke perpus. Jika saja Anna dan Darra tidak lupa mengerjakan tugas dari pak Tristan dimana sebagai guru killer ke 4. Lena sudah mendapatkan buku yang ingin dia baca jam istirahat dan duduk di dekat jendela dengan pemandangan lapangan sekolah.
"Hei, Lyn" sapa seseorang yang sudah duduk di sebelahnya
"Hai Biz" balas Lena dengan senyuman manisnya
"Kemana kedua dayangmu?" tanya Andriel yang dari ia tahu Lena tidak akan jauh dari Anna dan Darra
"Mereka sibuk mengerjakan tugas pak Tristan" ucap Lena sambil kembali membaca bukunya
"Wow, akhirnya sang putri bebas dari dayang-dayangnya" ledek Andriel
__ADS_1
"Mereka perlalu protektif kepadaku. Itu karena kamu juga Biz" kesal Lena
"Aku? Ada apa denganku? Aku tidak akan menjadi serigala dan membohongi gadis kerudung merah untuk memakannya"
"Bukannya di mata anak - anak sekolah ini kamu adalah WareWolf Biz" ledek Lena
"Ya sesukamu Lyn, aku bukan Bad Wolf" Andriel berpura-pura marah
"Biz, aku hanya bercanda, maafkan aku dan lagi pula itu adalah kenyataan bukan?" ucap Lena sambil memandang Andriel
"Yah itu juga pasti kamu tahu Lyn. Alasannya kenapa aku bersikap seperti itu?" Andriel menatap wajah manis Lena
"Karena aku tahu kamu berbeda Lyn" jawab Andriel membuat Lena bingung
"Karena aku nyaman bersamamu Lyn dan aku hanya ingin bersamamu walau aku tak tahu kapan waktumu berakhir" batin Andriel
__ADS_1
"Maksudmu apa Biz?" tanya polos Lena
"Lupakan Lyn lagi pula anak kecil gak usah tahu" Andriel mengacak rambut Lena
"Ishh Biz. Rambutku berantakan!" kesal Lena dan membereskan rambutnya
"Aku suka melihatmu seperti ini Lyn. Jika aku bisa menyembuhkanmu dengan menukarnya dengan jantungku, aku pasti akan melakukannya" batin Andriel
"Nanti sabtu aku boleh kerumahmu Lyn?" tanya Andriel
"Sabtu? Boleh saja Biz, tapi aku dirumah orang tuaku. Kamu may ngapain?" ucap Lena
"Berikan alamatmu, nanti aku akan kesana. Aku akan beri tahu nanti saat disana" jelas Andriel
"Baiklah, akan aku kirim alamat orang tuaku. Kamu membuatku penasaran Biz." bunyi bel masuk pun berbunyi. "Sekarang aku ingin kembali kekelas dan aku takut jika RaNa akan murka kepadaku" jelas panjang Lena
__ADS_1
"Okeh, aku akan mengantarmu sampai depan kelas" ucap Andriel dan sebelum itu mereka meminjam buku yang belum selesai mereka baca
Sesampainya di kelas, Lena mendapat ceramahan panjang dari RaNa. Yah tak apalah jika ia masih bisa mendapatkan kesendiriannya yang tidak bertahan lama. Memiliki Anna dan Darra disisinya membuat Lena bahagia. Sahabat yang membuat hidupnya lebih bahagia melupakan sakitnya. Semoga sakitnya Lena tidak kambuh sampai selesai kuliah.