
Tak lama setelah Lena membereskan barang barangnya yang berada dirumah. Lena langsung berangkat menuju apartemennya dengan di antarkan sopirnya dan membawa serta bibi untuk membantunya membereskan barang yang telah Lena packing dari rumah.
Tepat pukul 3 sore, Lena telah selesai membereskan barang bawaannya di apartemen barunya. Bibinya juga sudah kembali kerumah utama setelah membantu Lena membereskan apartemennya. Dan karena Lena tidak boleh terlalu lelah, maka dari itu ibunya sudah meminta asisten rumah tangganya untuk datang secara berkala ke apatemen Lena untuk dibereskan.
Lena bisa masak sedikit karena Lena tau kalau ia tidak belajar memasak makanannya ia tidak akan diperbolehkan tinggal sendiri. Rumah sakit yang dulu ia tinggali ada terdapat ruangan special untuknya tinggal maka dari sanalah Lena belajar masak makanan sehat untuk dirinya dengan di bantu dokter gizi.
Setelah Lena mengisi perutnya dan sudah meminum obat-obatnya, Lena pergi untuk jalan-jalan sebentar di luar apartemennya. Dekat apartemen Lena terdapat taman untuk bersantai atau berolahraga ringan. Lena dengan pakaian hangatnya berjalan santai menghirup udara luar setelah bebas dari rumah sakit.
__ADS_1
Dekat taman tersebut ada lapangan basket dimana ada sekelompok remaja yang kiranya hampir seumuran dengan Lena bermain disana. Lena membayangkan dirinya bisa memainkan olahraga basket itu. Lena pastinya tidak akan diizinkan untuk melakukan olahraga berat karena akan memicu jantung Lena untuk kambuh.
Lena yang asyik menikmati udara malam dan sambil melihat para remaja bermain basket tanpa sengaja Lena menyadari seseorang yang sedang memperhatikannya. Lena menatap sepasang bola mata cokelat dari seorang remaja yang juga sedang bermain basket.
"Ada apa dengan cowok itu? Kenapa dia menatapku seperti itu?" batin Lena sambil memperhatikan kembali pakaian yang ia kenakan. "Apakah ada yang salah dengan cara berpakaianku atau wajah ku kembali memucat?" panik Lena karena tatapan itu tak ada habisnya menatapnya.
"Dari pada tatapannya membuatku semakin takut, lebih baik aku kembali pulang saja. Dan lagi pula semakin malam udaranya tidak bagus untukku. Kalau ketauan mama, papa dan kak Jason pasti aku akan di ceramahi 3 hari 3 malam" batin Lena takut akan ceramah yang di berikan keluarganya
__ADS_1
Lena yang sudah berada di kamar apartemennya pun kembali menyusun keperluan sekolahnya besok. Ya besok adalah hari pertamanya masuk sekolah setelah 16 tahun berada di rumah sakit.
"Besok aku tidak boleh sampai bangun terlambat dan harus sampai di sekolah tepat waktu" semangat Lena akan hari esok yang menantinya.
Membayangkan Lena akhirnya bersekolah, memiliki teman sekelas yang nanti bisa jadi sahabatnya, melakukan segala aktifitas yang sejak dulu yang ia idam idamkan. Lena juga sampai memiliki list apa yang nanti ia ingin lakukan jika sudah keluar dari rumah sakit.
Impian Lena akhirnya terwujud sedikit demi sedikit. Apakah doa yang selama ini yang ia panjatkan akan di kabulkan oleh Tuhan? Semoga saja iya, kebahagian Lena adalah kebahagiaan orang tua dan kakaknya. Doakan selalu Lena selalu sehat dan dapat sembuh total.
__ADS_1