My Heart To You

My Heart To You
Part 5 Adriana Dan Darra


__ADS_3

Bel istirahar pertama pun berbunyi. Banyak siswa yang meninggalkan kelas untuk pergi kekantin, toilet, perpusatakaan, ruang guru dan sebagainya. Lena yang baru berkenalan dengan Ana dan Darra pun pergi menemani Lena berkeliling sekolah. Hampir seluruh penjuru sekolah telah Ana dan Darra beri tahu Lena.


"Apakah kamu mulai mengingat letak sekolah ini Lena??" tanya Ana yang telah berada di kantin bersama Lena dan Darra


"Aku masih bingung dan mungkin bisa jadi aku akan tersesat disini" ucap Lena sambil meminum air mineral


"Kamu akan terbiasa kok, aku aja butuh 3 bulan untuk hafal. Jadi untuk sekarang-sekarang kamu jangan jauh dari kita okeh Lena?" ucap Darra yang tak mau Lena kenapa-kenapa karena Lena sudah menceritakan alasannya baru masuk sekolah sekarang ini.


"Okeh" jawab Lena di sertai dengan anggukannya.


Lena yang tampak sedang memperhatikan sekeliling kantin, tanpa sengaja matanya berpapasan dengan mata seorang pria yang semalam ia lihat di dekat apartemennya. Mata yang memperhatikan Lena dengan tajam membuat Lena meriding dan lalu berpura-pura tidak melihatnya.


"Kayanya kamu akan jarang kekantin deh Len" ucap Ana yang ternyata juga satu kelas dengan Lena


"Emangnya kenapa Na?" tanya Darra bingung


"Ya kan Lena harus makan makanan sehat Dar, kalo engga kambuh lagi dong si Lena" ucap Ana disertai anggukan dari Darra


"Kalau temenin kalian juga bisa kok aku kesini dan juga nanti aku akan bawa bekal dan makan bersama kalian" terang Lena kepada Ana dan Darra


"Iya juga sih bisa tetep bareng kita juga" ucap Ana di tambahi dengan tatapan kesal Darra. "Apa?? Aku kan tidak berfikir sampai sana Dar!" kesal Ana

__ADS_1


"Makanya kamu tidak pernah mendapat nilai bagus saat pelajaran teori" ledek Darra dan Lena hanya terkikik melihat teman barunya berdebat


"Sudah-sudah nanti keburu jam istirahatnya abis" ucap Lena melerai perdebatan Darra dan Ana


Jam istirahat pertama pun berbunyi menandakan para siswa untuk kembali kekelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajarannya. Lena, Ana dan Darra pun kembali kekelasnya.


Lena yang memperhatikan pelajarannya dengan serius, mungkin Lena tidak pernah datang kesekolah, tapi Lena di berikan Home Schooling dari papanya. Lena tak mau pendidikannya tidak dapat diteruskan hanya karena penyakitnya. Maka selama TK sampai SMP, Lena belajar dari Home Schooling.


Akhirnya jam istirahat kedua pun berbunyi. Lena harus makan siang tepat waktu dan meminum obatnya yang sudah ia bawa didalam tasnya. Lena harus tetap mengonsumsi obatnya secara tepat waktu juga.


"Lena, ayuk kita makan siang biar kamu juga bisa minum obatnya juga" ajak Ana dan disertai anggukan oleh Darra


Sampai di kantin Lena, Ana dan Darra mencari tempat duduk yang muat untuk mereka dudukin. Darra menemukan tempat duduk kosong dan mengajak Lena dan Ana duduk disana.


"Len, aku dan Darra beli makan dulu ya. Kamu duduk manis disini dan gak usah nungguin kita makannya, kamu makan duluan aja ok" suruh Ana seperti mama kedua bagi Lena


"Iya mama Ana" ucap Lena membuat Darra terkikik menyebut Ana dengan sebutan mama.


Setelah Darra dan Ana meninggalkannya, Lena langsing memakan makanan buatannya sebelum ia berangkat sekolah. Makanan yang di buat Lena benar-benar sehat dan berisikan banyak sayuran. Tak butuh waktu lama Darra dan Ana sudah kembali dengan membawa makanan dan minuman yang telah mereka pesan.


"Maaf Len, kita lama ya?" ucap Ana khawatir Lena merasa kelamaan menunggu mereka membeli makanan

__ADS_1


"Engga kok mama" ledek Lena masih memanggil Ana dengan mama


"Ana, Lena juga tau kita beli makanan tuh ngantri dan butuh waktu. Masih aja gak enakan ama Lena" ucap Darra sambil mulai memakan bakso yang ia pesan.


"Ya udah Na, makan sana tar keburu dingin makanan kamu" ucap Lena menyuruh Ana yang belum memakan makanannya


"Iya iya, yaudah aku makan dulu" kesal Ana sambil memasukan suapan pertamanya


Sambil makan mereka juga ngobrol membicarakan banyak hal. Lena yang merasakan ada yang menatapnya seperti tadi istirahat pertama. Lena mencari siapa yang menatapnya sehingga merasa tidak enak.


"Len, kenapa?" ucap Darra yang melihat Lena celingak-celinguk sambil mencari seseorang


"Eh, enggak kok. Gak kenapa-napa" ucap Lena sambil mengambil obatnya


"Len, obat kamu banyak amat?" keluh Ana yang melihat hampir 5 macam obat yang harus Lena minum


"Ya gimana lagi Na, kan aku belum sembuh total jadi bergantung deh sama permen ini" sambil menunjukan obat yang akan di minum


"Permen pahit itu mah" ledek Darra


"Permen hidup ini Dar" keluh Lena dan di akhiri ketawa ke tiganya

__ADS_1


__ADS_2