My Heart To You

My Heart To You
Part 7 Ingin Menghindar


__ADS_3

Seperti sebelumnya Lena sudah sampai di gerbang sekolahnya lebih pagi, karena Lena tidak mau kesasar untuk pergi kekelasnya. Hari ke dua Lena sekolah dan ia memasuki sekolahnya sambil menghafal letak ruangan-ruangannya. Butuh 10 menit Lena untuk menemukan kelasnya.


"Ada apa dengan dirimu? Seperti lari maraton saja kamu Len?" tanya Darra yang bingung melihat Lena kelelahan


"Aku mencari kelas ini selama 10 menit Ra. Makanya aku berputar-putar di sekolah ini" ucap Lena yang masih mencari udara sebanyak-banyaknya


"Kenapa kamu gak telp aku? Aku bisa menjemputmu Len. Atau kamu bisa menunggu Ana sampai di gerbang sekolah dan bareng dia" jelas Darra


"Aku tidak berfikir sampai sana Ra" ucap Lena lalu meminum air mineral yang telah di siapkan dari rumah


"Pagi Ra Len" seru Ana yang baru datang membuat Lena sontak agak terkejut


"Hei Ana, kamu tau Lena sakit jantung, kenapa kamu mengagetkan dia?" kesal Darra


"Maaf Lena maaf" panik Ana


"Gak apa apa kok Na. Hanya kaget sebentar kok, ini udah gak deg deg an lagi" Lena menenangkan Ana dan Darra


"Besok-besok aku tidak akan mengulanginya lagi, aku janji" sambil mengancungkan tangan dengan membentuk tanda V


"Iya gak apa apa Ana" senyum Lena menenangkan Ana masih panik


Tak lama bel tanda masuk kelas pun berbunyi. Hari ini di mulai dengan pelajaran pak Zerry sebagai guru killer dan pelit nilai.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bel istirahat pertama telah berbunyi dan Lena sudah berada di perpustakaan, tentu saja di antar oleh Ana dan Darra. Karena Ana yang belum sarapan mengajak Lena dan Darra kekantin, tapi karena Lena ingin ke perpustakaan maka Darra yang menemani Ana makan di kantin.


"Perpustakaan disini sangat lengkap" batin Lena yang suka dengan buku " Aku akan sering datang kemari"


Lena yang asyik tengah memilih-milih buku tanpa sengaja ia mendengar suara ribut-ribut di salah satu bilik ruangan membaca.


"Sudah berapa kali gue ingetin kalo gue cuma main-main doang sama lu!" seru pria yang sering Lena temui dan menatap dirinya


"Aku cinta sama kamu Dri.. Hiks.. Hikss.. Pleasee kasih aku kesempatan buat buktiin aku bisa jadi yang terbaik buat kamu Dri" ucap wanita itu yang sedang memohon kepada pria itu


"Gak usah bulshit.. Omong kosong dengan cinta elo.. Lagi pula gue gak cinta ama loe dan jangan harap gue mau liat muka loe lagi" ketus pria itu langsung meninggalkan wanita yang masih menangis


Setelah merasa aman, Lena pun langsung cepat-cepat meninggalkan perpustakaan menuju kelas. Karena kebodohan Lena yang lupa menelpon Darra dan Ana, Lena pun tersesat di taman belakang sekolah.


"Lena bodoh. Kenapa tidak minta di jemput Darra dan Ana sih! Kan jadi tersesat lagi sekarang!" batin Lena kesal dengan dirinya


Selagi Lena menghubungin Darra dan Ana. Ada seseorang yang menatap Lena yang tak jauh dari Lena.


"Apakah kamu tersesat?" suara pria yang lembut bertanya kepada Lena


Lena langsung melihat sesosok pria yang selama ini terus menatap dirinya dari jauh. Dan sekarang sedang berbicara kepadanya.

__ADS_1


"Ya aku tersesat" jujur Lena


"Kemana kedua temanmu yang selalu nempel kaya perangko itu? Kenapa meninggalkan kamu sendirian?" tanya pria itu


"Mereka sedang kekantin dan aku tidak ikut kesana" jelas Lena


"Apa mau aku mengantarmu kekelas?" ajak pria tersebut


"Tidak usah. Ana dan Darra sedang menuju kemari. Aku bisa kembali kekelas bersama mereka" jelas Lena yang ingin menghindari pria yang ada di hadapannya


"LENA!!" seru Ana dan Darra yang shock melihat Andriel Bizaele bersama dengan Lena


"Kenapa kamu tidak menghubungi kami lebih cepat?" panik Ana


"Besok-besok telpon kami sampai kamu hafal lingkungan sekolah ok?" jelas Darra


"Iya iya aku janji" ucap Lena karena bingung dengan sikap panik Ana dan Darra "Kalau begitu aku permisi. Dan terima kasih atas tawaran kamu tadi" ucap Lena dan langsung mengajak Ana dan Darra pergi dari sana.


"Kenapa kamu bisa bersama dengan dia Len?" tanya Darra penasaran


"Saat aku sedang menghubungi kalian tanpa sengaja bertemu dengannya" jelas Lena


"Kamu jangan bertemu dengannya lagi ya! Dia itu gak baik dan jangan berhubungan dengannya juga ok?" tegas Ana

__ADS_1


"Iya Na. Aku juga gak mau berurusan dengannya juga. Dia membuatku takut" jelas Lena yang memang takut karena masih mengigat insiden pria itu di perpustakaan.


__ADS_2