
Pagi ini Lena bangun dikasur empuknya dan sambil berpikir siapakah yang telah menggendongnya kekamar? Apakah sang ayah? Mungkin bisa saja ayahnya yang menggendongnya, tapi tebakan Lena salah setelah ia selesai mandi dan turun untuk sarapan.
Tepat Lena melangkahkan kakinya di anak tangga terakhir, mata Lena tertuju pada satu sosok pria yang telah ia rindukan. Kakaknya Jason akhirnya pulang dari Belanda. Lena yang senang langsung berlari memeluk Jason. Melihat Lena berlari, Alcander, Ivana dan Jason langsung panik akan jantung Lena yang bisa kapan saja kambuh.
"Kak Jason!! Lena kangen!" peluk Lena erat kepada Jason. Bukannya ucapan manis yang diterima Lena, malahan ceramah khawatir keluarganya
"Lena sayang, kenapa kamu berlari seperti itu nak?" ucap Ivana khawatir
"Bagaimana nanti jantung kamu kambuh lagi sayang? Kamu mau balik lagi kerumah sakit?" tambah Alcander
"Kamu mentang - mentang udah boleh keluar dari rumah sakit, bisa seenaknya sendiri nih?" ledek Jason
Lena memasang wajah memelas dan puppy eyenya untuk menenangkan keluarganya.
"Maafin Lena Ma, Pa, kak Jason. Lena kan senang liat kak Jason udah pulang" wajah memelas Lena memang yang paling tidak bisa ditolak. Jurus yang Lena keluarkan jika ada yang khawatir atau tak menuruti kemauannya.
"Mama gak mau kamu sakit lagi nak. Kamu jangan lari - lari kaya gitu lagi oke?" jelas Ivana
__ADS_1
"Papa juga gak mau liat kamu kesakitan lagi sayang. Papa mau kamu jaga diri kamu baik - baik oke?" tambah Alcander
"Iya pa, iya ma, Lena janji" peluk cium Lena kepada Alcander dan Ivana
"Kak Jason, mana oleh - oleh buat Lena?" ucap Lena dengan kedua tangannya meminta ditambah dengan senyumnya yang manis.
"Inget oleh - oleh aja kamu. Kalau kakak gak bawain gimana?"
"Cukup kakak temenin Lena dan gak jauh dari Lena udah cukup kok kak" mendengar ucapan Lena yang sederhana membuat Jason langsung memeluk adik tersayangnya ini.
"Kakak sudah selesai kuliahnya. Kakak tinggal tunggu wisudah aja. Jadi kakak akan temenin adik tersayang kakak dan gak akan ninggalin kamu lagi" Lena sangat senang, akhirnya sang kakak bisa menemaninya dan tidak akan jauh lagi darinya.
"Kemarin kamu kemana?" tanya sang kakak yang kemarin tepat pulang dari Belanda, tak menemukan adiknya dirumah dan semalam baru tahu ia pergi dengan temannya yang baru. Melihat Lena yang tertidur lelap, Jason tak mau membangunkannya pun menggendongnya sampai kekamar.
"Kemarin Lena pergi dengan Anna dan Darra, teman baru Lena disekolah baru. Lena pergi ke mall dan pulangnya ke pantai kak, terus.."
"Kamu kepantai Lena??" potong Jason yang terkejut Lena pergi kepantai. Lena kesana apa kabar dengan jantungnya? Jika Lena kambuh disana bagaimana? Angin pantai tidak bagus bagi tubuh Lena yang lemah.
__ADS_1
"Ishh kakak!! Lena belum selesai cerita! Lagi ya Lena kepantai juga main air di pinggir pantai dan juga Anna dan Darra jagain Lena dengan baik kok" jelas Lena karena tahu kakaknya khawatir.
"Maaf sayang. Kakakkan gak mau kamu kenapa - napa" Jason mengelus kepala Lena lembut
"Okeh, Lena lanjutin cerita tapi jangan di potong lagi ya?" ucap Lena diangguki oleh Jason. Lena pun melanjutkan ceritanya dan didengar baik oleh Alcander, Ivana dan Jason.
Alcander dan Ivana tenang putrinya dapat menjaga dirinya dengan baik saat dirinya sedang pergi bersama Anna dan Darra. Karena mereka tahu kalau kedua sahabat anaknya ini dapat menjaga Lena dengan baik. Dan juga bersyukur Lena dapat berteman, sekolah, keluar jalan - jalan dengan sahabatnya seperti anak normal lainnya.
Jason pun juga tenang bahwa Lena mendapatkan teman yang bisa menjaga adiknya dengan baik. Dapat mempunyai teman seperti Anna dan Darra, membuat adiknya lebih bahagia membuat Jason lebih tenang. Tapi memikirkan jika Lena memiliki seseorang yang ia cintai nanti membuat Jason berpikir ulang. Bisakah ia merelakan adiknya kepada pria yang akan dicintai oleh Lena? Jika pria itu menyakiti perasaan Lena, maka ia akan membuat perhitungan dengan pria itu. Jason termasuk kakak yang posesif jika menyangkut adiknya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Hai~
__ADS_1
Ryn cuma mau bilang
#StayHealty