my only love (dacha)

my only love (dacha)
mov 01


__ADS_3


*****************


Dipagi yang cerah, matahari belum menampakkan diri sepenuhnya.dengan mimpi yang indah charin bangun dan bersiap untuk memulai kegiatannya, seperti biasa.


Setelah bersiap diri, charin berjalan menuju dapur untuk membantu ibunya memasak, ia hanya tinggal berdua bersama ibunya( Riri ), ayahnya meninggal ketika charin berusia 10 tahun.


***


Sekarang Charin berusia 23 tahun. Memiliki sifat ceria, suka bicara, dan sering menggosip, mungkin itu kebiasaanya.


***************


"Charin, tolong bawa piring ini ke meja makan" ibunya berbicara dengan nada menyuruh.


charin pun menaruh piring itu dengan hati-hati di atas meja makan, setelah menaruh piring piring yang diatasnya terdapat berbagai macam jenis lauk yang dimasak oleh ibunya. charin menarik kursi dan duduk diatasnya, disusul dengan ibunya untuk makan bersama.


Obrolan di meja makan terasa hangat, waktu berlalu tiba saatnya charin untuk berangkat bekerja, ia bekerja di perusahaan besar bernama LI GROUP.


Perusahaan itu cukup jauh dari rumahnya setiap hari ia menaiki bus untuk bekerja.


Sesampainya di kantor charin berjalan kearah lift dengan santai dan menekan tombol yang ada didalamnya.


Ting..... Suara lift berbunyi.


Charin pun perjalan menuju bangku tempat ia kerja, sambil menghela nafas karena charin merasa pekerjaan yang berat akan segera dimulai.


" Selamat pagi charin !!!!!! " Nana berbicara dengan sangat keras ke Charin yang sedang menghadap ke komputer nya. Dengan ekspresi senang Nana berjalan menuju charin dan langsung memeluknya.


***

__ADS_1


Nana adalah teman sekaligus sahabat terbaik charin. Usianya terpaut 4 tahun lebih tua dari charin, jabatan di kantor adalah seorang wakil direktur group A.


*************


" Ahhh kak Nana, kenapa nih kelihatan ceria banget, mimpi lagi kesurga? " Tanya charin dengar tersenyum lebar.


" Ihhhhhhhh kok tau sihhhhhh, charin memang yang terbaik " jawab nana dengan kegirangan, tapi jawaban itu hanya candaan biasa. Meraka sangat cocok satu sama lain. Sampai kapanpun mereka akan bersama.


Saat asik mengobrol charin merasahan hawa dingin, yah..... pak direktur sedang berjalan keruangan nya dengan ekspresi kaku terpampang nyata.


Seketika nana menyapa " selamat pagi pak direktur " dengan senyum dan menundukkan sedikit badanya.


" Eh, kak kenapa hawanya berubah ya ketika pak direktur lewat?? " Charin bertanya dengan polosnya.


"Ada ada saja, udah biasa kali" Nana menjawab sambil berjalan menuju kursinya.


Semua memulai pekerjaannya masing masing, ruang kerja sengatlah hening tak ada suara lain kecuali suara ketikan keyboard para karyawan.


Bruk... Suara pintu tertutup


" Charin dicariin pak direktur tuh " Nana bicara dengan bisik bisik ke arah Charin.


" Ada apa kak? " Tanya charin.


" Disuruh bawa berkas isi rapat, udah kamu kerjain kan?. Nana menjawab pertanyaan charin dan juga bertanya.


" Berkas isi rapat?. Emangnya ada di aku yah?" Charin bertanya tanya.


" Dua hari lalu aku udah berikan berkasnya ke kamu loh yaaa, jadi jangan salahkan aku jika kamu dimarahi..." ucap Nana dengan sedikit mengejek dan berjalan menuju kursinya kembali.


Charin mengingat mengingat lagi, setelah teringat berkasnya sudah ia kerjakan tetapi lupa ia bawa.

__ADS_1


" Matilah aku... Pasti aku diomelin lagi nih " didalam hati charin berbicara.


Tanpa berpikir panjang, charin berjalan ke ruang direktur dengan pikiran tidak tenang, sambil membayangkan ekspresi marah pak direktur yang menyeramkan, sampai ia kaget karena kepalanya terbentur pintu ruang direktur yang sangat keras hingga menciptakan suara yang keras pula.


Pelan pelan charin membuka pintu itu dan menyapa pak direktur dengan tersenyum padahal hatinya bergejolak dengan perasaan kacau" selamat pagi pak".


" Sekarang siang hari " jawab pak direktur ( Dashel ) dengan ketus dan ekspresi yang sudah dibayangkan oleh charin


***


Dashel seorang cucu tunggal serta pewaris Li group. Memiliki wajah tampan semua orang pasti tergila gila olehnya dan tubuh tinggi yaitu 188 cm.


Tetapi siapa sangka paras yang tampan itu sangat menyeramkan ketika ia marah. Ia jarang tersenyum bahkan orang orang tidak tahu bagaimana parasnya saat tersenyum.


**************


" Oh, maaf pak saya salah. Selamat siang pak" jawab charin dan membenarkan perkataanya yang salah.


" Dimana berkas yang saya inginkan? " Ucap Dashel dengan wajah ketus


Dengan menundukkan badanya Charin menjawab " maaf pak, saya lupa membawa berkasnya. T- tapi saya sudah bereskan berkasnya kok pak, cuma lupa bawa saja. T- tapi saya bisa ambil berkasnya sekarang juga kok." Charin berbicara tanpa henti sampai ia lupa untuk mengambil nafas.


" Sudah berapa kali saya bilang jangan lupakan berkas yang penting! " Dashel marah dan langsung mengerut kan alisnya.


" Maaf pak" charin berbicara dengan nada pasrah.


Tapi hari ini beda dengan hari-hari sebelumnya dimana ia akan dimarahi dengan kata kata menyinggung.


Ada setan apa yang memengaruhi Dashel karena ia cuma mengatakan " besok jangan lupa dibawa" dengan nada yang menurut charin itu nada yang sangat santai.


" I-iya pak " charin menjawab dengan hati yang terkejut akan sifat pak direktur yang berbeda dari biasanya.

__ADS_1


" Yaudah pergi sana" ucap Dashel menyuruh charin pergi.


TBC🦋


__ADS_2