my only love (dacha)

my only love (dacha)
18


__ADS_3

Setiap bab up kalo udah tembus 25 view, kalo belum 25 view gak Bakal up bab baru.


Jangan lupa vote!!



******


Setelah beberapa menit berpelukan, akhirnya Dashel melepas pelukan itu. Hatinya terasa senang ketika ia dekat dengan istrinya, bahkan bisa dibilang sangat dekat.


"Gak jadi berangkat?" Tanya Dashel kepada sang istri dengan senyuman yang terpampang  jelas pada wajahnya. "Sekarang udah mau jam 11. Kamu udah telat"lanjutnya.


"Eh..... Yaudah aku berangkat dulu" setelah mengucapkan kalimat itu charin langsung bergegas mengambil tas dan pergi dari kamar, tapi sebelum pergi tangannya ditahan oleh Dashel dan otomatis charin langsung berhenti.


"Mau kemana?" Tanya Dashel.


"Pergi" jawab singkat charin.


"Gak salim?" Tanya Dashel kembali.


"Hehe... Lupa" ucap charin dan langsung mengambil tangan Dashel lalu mencium punggung tangan suaminya.


"Yaudah ayok" ajak Dashel.


"Eh.. kemana"


"Nganterin sampai depan mansion.." ucap Dashel " kan gak boleh nganterin kamu sampai ke temen kamu kan? Lanjut Dashel.


"Iyh sih.. yaudah"


__________________🕊️


"Disini neng?" Ucap bapak taxi. Ya... Charin ke markas menggunakan taxi yang ia pesan online, jadi ia tidak perlu repot untuk mencari taxi lagi dipinggir jalan.


"Iyh pak" ucap charin


"Terimakasih ya pak. Uangnya udah ada kan di aplikasi?" Tanya charin.


"Udah neng" jawab pak taxi.


Charin keluar dari taxi dan langsung masuk ke dalam. Jujur 10 tahun lalu ia sering ke markas ini tetapi ia sudah jang kesini karena ibunya sempat sakit dan dia harus merawat Riri. Mulai dari situlah ia tidak pernah ke markas dan bertemu dengan anggota avondzon.


Markas geng avondzon ini seperti rumah, rumah itu bisa dibilang besar walau tidak sebesar mansion yang ia tinggali sekarang, tapi markas ini jika dibandingkan dengan rumahnya bersama riri, jauh lebih besar markas ini bisa dibilang 2 kali lipatnya.


Kalau gak salah ingat markas ini terdiri dari 6 kamar untuk anggota avondzon. Anggota avondzon itu adalah orang yang diajak oleh Alex dari jalanan yang hidup sebatang kara. Jadi, kebanyakan anggota avondzon bisa dibilang orang yang kurang mampu dulunya, bahkan mereka tidak mempunyai rumah.


Ada juga anggota dari orang yang berkecukupan atau teman Dashel dulu. Seperti,Aksa dan beberapa orang lainya.


Menurut anggota avondzon, Alex adalah seorang penolong bagi mereka. Setelah menjadi anggota avondzon mereka hidup berkecukupan, mereka juga bisa mendapat tempat tinggal di markas ini dan juga mendapat pekerjaan dari alex walau hanya menjadi bodyguard, tapi itu sudah lebih dari cukup bagi mereka.


Ketika charin ingin masuk kedalam ada satu anggota avondzon yang keluar dari markas, kalau tidak salah namanya Arga. Selain Aksa, Arga ini dulunya juga sangat akrab dengan charin.


Kelakuannya yang kocak dan random itu bisa membuat charin menyukai Arga. ( Menyukai dalam artian teman, bukan mencintai ya...)


"Yewww lu siapa??" Tanya Arga dengan ekspresi yang kocak (nama ekspresi nya apa sih??. Ya pokoknya ekspresi kaget tapi kayak boti. ARGA GAK BOTI YAA cuma, emang gitu orangnya)


"Yeewww yawwww yewww lu" ucap charin berjalan ke arah pintu masuk, saat ingin masuk pintu itu dihalangi oleh Arga.


"Minggir" ucap charin langsung mendorong tubuh Arga, Arga yang belum menyiapkan dirinya itu pun sedikit terdorong ke belakang.


"Lah main masuk aje ni anak" ucap Arga Lulu masuk kembali ke dalam mengikuti charin.

__ADS_1


Didalam charin disuguhkan oleh pemandangan yang 10 tahun lalu ia lihat setiap ia ke markas, pemandangan dimana anggota avondzon duduk berkumpul di ruang tamu, ada yang duduk di atas kursi, ada yang duduk di atas karpet, bahkan ada yang tiduran di lantai, Mereka juga ada yang bermain gitar, ada yang bermain game.


"OIIIIIIIII, nih ada cewe. liat, dia main masuk aja, lancang bet sumpah" ucap Arga sedikit berteriak.


Semua anggota yang tadinya sibuk dengan kegiatannya masing masing, kini mereka menatap ke arah yang sama yaitu charin. Mereka diam melihat charin dari atas sampai bawah.


Sampai ada seseorang yang masuk kedalam markas, dia adalah Aksa.


"Ngapa?" Tanya Aksa ketiak ia melihat semua anggota yang sedikit aneh dari biasanya. Ia mendekat dan melihat ada seseorang perempuan dengan jilbab yang ada di dirinya, Aksa langsung mengetahui siapa pemilik badan itu.


"Ini charin ege" ucap Aksa.


"Lah charin siapa blok" tanya Arga dengan nada sedikit sarkas.


"Yeee lu mah" ucap Aksa dengan tangan yang mengarah ke kepala Arga untuk menjendulkan kepala Arga.


"Anjir sakit ege" ucap Arga kesal.


"Yaudah Rin duduk" ajak aksa. Charin pun mengikuti Aksa untuk duduk di ruang tamu bersama anggota yang lain begitupun dengan Arga.


"Jelasin ke kita, ini siapa?!" Tanya Arga dengan nada sewot seperti seorang perempuan yang meminta penjelasan kepada pacarnya yang ketahuan selingkuh.


"Ohhhhh jangan-jangan ini pacar lu ya.. disini itu gak boleh bawa sembarang cewe. Kalo lu ketahuan sama Alex bisa dikeluarin lu" ucap Arga panjang lebar.


"Bukan ege.. ini charin. Ingatan lu itu rada rada Yee." Ucap aksa, sementara semua anggota dan charin hanya mendengarkan mereka berbicara


"Lah siapa ege?" Tanya Arga kembali.


"Ini charin orang yang sepuluh tahun lalu kita tolongin!" Jawab Aksa.


"Sepuluh tahun mannnnna...... Oh yang bocil mau diculik preman itu??" Ucap Arga lalu beralih menatap charin.


"Ngomong dong..." Ucap Arga " tapi beda banget dah perasaan" lanjutnya sembari menatap charin.


"Lah itu sepuluh tahun lalu ege pasti beda lah" bukan Aksa yang berbicara, melainkan charin.


Tiba tiba handphone dari salah satu mereka berbunyi. Yaaa itu handphone Aksa. Bisa dibilang Aksa itu tangan kanan dari Alex, setiap ada acara pasti Alex meminta bantuan dari Aksa.


Aksa mengeluarkan handphonenya dari saku celana yang ia pakai. Saat melihat siapa yang meneleponnya, ia melihat nama 'alex ketua'. Benar saja yang meneleponnya adalah bos dari gengnya.


"Assalamualaikum" ucap Alex di sembarang sana.


"Waalaikumsalam, kenapa?" Tanya Aksa.


"Gue gak bisa Dateng nanti. Lu cari ustadz lain aja"


"Emang kenapa gak bisa?"


"Gue ada urusan sama orang tua gue"


"Yaudah"


"Mmmmmh. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Tut.... Percakapan mereka pun terputus ketika Alex mematikan secara sepihak telpon itu.


"Kenapa?" Tanya Arga.


"Bos gak bisa Dateng" jawab Aksa.

__ADS_1


"Tuh bos ngapa dah udah lebih dari sebulan gak ngumpul atau kesini. Sok sibuk banget" ucap Arga.


"Heh. Bos ada keperluan sama orang tuanya" jelas Aksa.


Setelah percakapan itu mereka berbincang bincang seperti biasa, ada yang ngelawak, ada yang atraksi, dan masih banyak lagi.


"Eh ini lihat..." Ucap Arga lalu mengarahkan ponselnya kearah yang lain untuk dilihat oleh mereka " ohhh gelay gak sih kek botyyyy" lanjutnya.


"Yeeeee lu jangan ikut ikut" ucap galang. Galang adalah anggota avondzon yang paling besar badannya, dia memiliki otot yang besar, Kekuatannya pun tak bisa diragukan lagi.


Setiap mereka menemukan ada gadis yang diganggu oleh preman, pasti preman itu langsung kabur jika melihat Galang.


Semua tertawa akan tingkah Arga yang menirukan gaya orang yang ada di layar handphonenya. Merek semua lebih keras kertawanya ketika Galang memukul lengan Arga hingga Arga merintih kesakitan.


Charin pun juga itu tertawa, hingga ada telpon masuk di handphonenya. Charin menjauh dari mereka karena mereka masih terus tertawa. Charin takut jika yang meneleponnya tau ada suara laki laki sebanyak itu.... Yah yang meneleponnya adalah Dashel.


"....................."


"Kok bisa?"


".................."


"Yaudah aku pulang"


"...................."


"Iyah waalaikumsalam"


Tut.


Charin langsung berlari ke arah mereka dan mengambil tas nya yang ada di meja.


"Gue pulang dulu ya" ucap charin terburu.


"Lah gak ikut kajian"


"Gak dulu" jawab charin " assalamualaikum" lanjtnya.


"Waalaikumsalam. Mau dianterin?" Tanya Aksa.


"Gak usah" jawab charin.


TBC ❤️



_________________🕊️


Jangan lupa follow.


Tik tok


(Spoiler bab baru bakal ada di Tik tok)



YouTube



Syukron ❤️

__ADS_1


__ADS_2