
Hari berganti begitu cepat. Sekarang adalah hari Sabtu dan besok sudah hari Minggu saja.
Tidak tahu kenapa akhir-akhir ini charin merasa ada yang aneh dengan kelakuan sang suami. Sejak pulang dari mall sifat Dashel sangat manja.
Kemana charin pergi pasti Dashel akan pergi ke sana juga. Contohnya sekarang, charin sedang menonton kartun spons di ruang keluarga, saat sedang fokus tiba tiba ada Dashel yang berjalan dari arah ruang kerja menuju ruang keluarga.
Dashel langsung mendudukkan badanya di samping charin, tubuh mereka sangat dekat kurang dari 3cm pasti lengan mereka sudah saling bersentuhan. Tangan Dashel pun tak tinggal diam.
Ia meraih tangan charin dan menaruhnya diatas pahanya dan memainkan jari jari kecil dan imut milik charin, tak lupa juga mengelus punggung tangan itu.
Charin yang merasa geli, langsung menarik tanganya dengan kasar. "Geli pak"
"Gak papa, sini tangannya" ucap deshel dengan mengarahkan tanganya untuk ke tangan charin.
Belum sempat tangan Dashel menyentuh tangan charin, charin langsung beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Dashel yang masih terduduk.
"Kemana Rin?!" Tanya Dashel dan tidak ada jawaban dari charin.
Dashel juga beranjak berjalan mengikuti charin dari belakang. Oh..... Ternyata charin berjalan ke dapur.
"Ngapain sih pak ngikutin aja!" Ucap charin.
"Gak papa kan kamu istri ku"
"Yeeeee......."
"Rin? Kekamar yuk" ajak Dashel.
"Gak. Enak nonton!"
"Ayolah Rin......." Ucap Dashel nada yang sedikit alay menurut charin.
"Ngapain ke kamar?"
"Udah malam, tidur........"ucap Dashel menjeda ucapannya "sambil pelukan" lanjutnya.
"Hus.. ngawur" ucap charin dengan tangan yang sedikit memukul lengan Dashel.
"Loh gak papa Rin kan udah halal"
"Gak mau"
"Terus maunya apa?? Dicium..? Yaudah sini cium" ucap Dashel dengan bibir yang dimaju-majukan. Charin sedikit gemas melihat mulut Dashel rasanya ingin sekali ia tampar mulut itu.
__ADS_1
"Gak usah macem macem.. awas aja ya.."
"Gak mau macem-macem maunya satu macem aja"
"Gak!!"
"Yaudah peluk dulu..." Ucap Dashel lalu membuka tanganya lebar lebar dan mendekatkan dirinya ke arah charin, ehhhh itu seperti monster yang mau menangkap mangsanya.
"Ihhhhhh hahahahah" charin ketawa sambil berlari ke arah kamar dan diikuti Dashel dari belakang. Ihhhhhh gemas sekali Dashel melihat tingkah istrinya yang sangat lucu, rasanya ingin sekali ia terkam dan memakannya hidup-hidup.
_________________🕊️
Keesokan harinya yaitu hari minggu. Seperti biasa hati Minggu pasti Dashel berada di ruang keluarga dan menonton kartun favoritnya. Sedangkan charin, ia berjalan dari dapur ke ruang keluarg
sambil membawa beberapa Snack yang ada ditangannya.
Charin menaruh Snack-Snack itu diatas meja yang berada di depan sofa. Bukannya duduk di sofa, Charin malah mendudukkan dirinya di atas lantai yang terdapat karpet berwarna abu-abu.
"Rin duduk diatas aja" ucap Dashel sambil menepuk sofa kosong disampingnya.
"Enak dibawah" ucap charin. Karena Dashel melihat charin yang duduk dibawa dan tidak mau duduk di atas sofa, akhirnya ia pun mengikuti charin untuk duduk di bawah.
"Ngapain ikut ikut?" Tanya charin.
Pikiran charin kembali ke waktu pertama kali ia bekerja di kantor.
flashback
Saat ini adalah hari Senin,dimana hari pertama charin bekerja. Jujur membutuhkan berjuang untuk bisa bekerja disini. Tidak bisa sembarang orang diterima bekerja disini, saat masa interview ada 300 karyawan yang datang dan... Yang kepilih cuma 15 orang. 50% saja tidak ada
Bayangkan bagaimana susahnya untuk mendapat kerja. Ia sangat bersyukur walau charin hanya keterima sebagai karyawan biasa.
POV CHARIN
Hari ini aku berangkat naik bus. Bus hari ini sangat benih dengan penumpang hingga aku tidak mendapatkan tempat duduk, terpaksa aku harus berdiri.
untung hari ini aku memakai pakaian yang sopan jadi tidak terlalu risih untuk berdiri. jujur sebenarnya....aku tidak punya baju terbuka karena ibuku melarangnya, aku juga tidak suka dengan baju yang kekurangan bahan
Setelah turun dari bus aku langsung berjalan menuju Lin group yang jaraknya dekat dengan halte bus, cukup bejalan 250 meter saja. Aku sudah terbiasa berjalan dengan jarak yang jauh.
Aku sudah sampai didepan perusahaan terbesar. Gugup sekali rasanya, aku tidak percaya akan menjadi salah satu dari 15 orang terpilih.
Aku berjalan memasuki pintu utama. Tercengang??? Tentunya. Pertama kali aku masuk hawa dingin menyentuh diriku, disana banyak orang yang berpakaian minim, tentu wajahnya sangat cantik dan mulus ditambah lagi dengan riasan yang menambah kecantikannya.
__ADS_1
Sedangkan aku???? Hanya memakai rok panjang coklat tua dan blouse coklat muda aku juga membawa tas hitam ku. Aku juga tidak banyak berdandan, aku paling cuma memakai bedak bayi dan lip balm.
Aku berjalan ke arah resepsionis dan dia memberi aku sebuah id card dan aku langsung memakainya di leherku. Resepsionis itu juga mengarahkan aku menuju lantai dimana tempat aku bekerja.
Ting... Suara lift berbunyi dan pintu lift terbuka. Aku keluar mengikuti resepsionis itu sampai berhenti di salah satu meja kerja yang kosong.
"Ini meja kerjanya" ucap resepsionis itu dengan senyuman dan berjalan pergi meninggalkan aku yang belum terduduk di kursi.
Aku memandangi keliling yang terdapat kursi-kursi. Ada yang masih kosong dan ada yang sudah ada orang yang bekerja. Salah satunya ada seorang wanita, di menoleh kearahku lalu memberi senyuman kepadaku, aku pun membalas senyuman itu.
"Anak baru?" Tanyanya.
"Iya kak" jawabku.
Dia berjalan kearahku dan menyodorkan tangan, aku pun menerimanya dengan senang hati.
"Kenalin gue Nana" yaa dia adalah nana.
"Aku charin kak"
"Salam kenal ya"
Setelah saling melepas tangan ada seseorang yang berjalan dibelakang ku. Tiba tiba Nana kenyapa orang itu, aku pun kembalikan badanku kebelakang untuk melihat siapa orang itu.
"Pagi pak" ucap Nana dan orang itu tidak merespon sama sekali. Disitu aku langsung membatin di hatiku. 'sombong banget sih. Iyh tau mukanya ganteng, tapi ya gak gitu juga kali. Minimal senyum kek lah ini liat aja kagak' batinku panjang lebar.
Aku melihat orang itu masuk ke dalam ruangan CEO. Wahhh gawat!!! Apakah dia CEO perusahaan ini??? Karena aku mempunyai banyak pertanyaan alu pun langsung melontarkan pertanyaan itu kenana.
"Dia siapa kak?" Tanyaku.
"Oh dia pak Dashel, CEO disini"
"Lah dia??"
"Makanya harus sopan sama CEO"
"Tapi dia disapa aja gak liat"
"Wajarlah pemimpin gituloh"
Flashback and
TBC ❤️
__ADS_1