my only love (dacha)

my only love (dacha)
mov 04


__ADS_3


*************


"saya tidak tahu" tiga kata itu yang mampu keluar dari mulut charin.


"Apa yang kau ragukan??"


"Ti-tidak ada" charin hanya berbohong "tapi.. anda menerima perjodohan itu??" Lanjutnya.


"Tentu"


"Kenapa diterima! Tolak saja!! Aku ngerti kalo anda tidak suka perjodohan ini" ucapan itu tidak mampu ditahan lagi selain terkejut charin juga reflek mengucapkan itu.


"Memang saya tidak setuju tapi mau gimana lagi selain menerima"


"Ck. Kan bisa cari alesan, gimana kalo anda ngomong saja kalau sudah memiliki pacar"


"Saya tidak suka berbohong"


"Ck"


"Anda punya pacar?"


Mendengar pertanyaan itu charin membelalakkan matanya, entah kenapa pertanyaan itu membuat ia terkejut.


"Ti-tidak lah"


"Oh"


Beberapa menit berlalu entah kenapa suasananya sangat sunyi. Tidak ada obrolan yang mereka lontarkan.


"Terimalah" ucap Dashel dengan nada dingin dan tegasnya, seketika charin mendongak kearah Dashel.


"Hah?" Beonya.


"Terimalah perjodohan ini"


"Gak ah"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Nanti gk bahagia,disiksa lagi"


"Siapa yang menyiksa anda"


"Tuh" charin mendongak kearah Dashel. Dashel yang bingung pun hanya bisa mengerutkan alisnya pertanda ia bingung.


"Gak jadi" ketus charin. (Dashel gk peka)


*************🕊️


Sesampainya mobil Dashel didepan rumah yang sangat besar bisa dibilang rumah itu mirip dengan mansion. ( Dashel gk ngerti alamatnya charin ༎ຶ‿༎ຶ). Kenapa Dashel gk tanya charin??? Karena charin tidur. (〒﹏〒)


Ia tidak mau membangunkan charin karena charin tidur dengan sangat lelap. Mungkin charin lelah karena pekerjaan kantor.


5 menit menunggu charin tidak kunjung bangun, 10 menit berlalu tapi tetap saja charin tak kunjung bangun.


Jam sudah menunjukkan pukul 20.35


Dashel memutuskan untuk keluar dari mobil dan menggendong charin ala bridal style. Disana juga terdapat bodyguard yang menjaga dan beberapa pembantu.


Dashel langsung membawa charin ke kamar tamu lantai bawah. Kamar di rumah itu sebanyak 5 kamar. 3 di lantai bawah dan 2 diatas termasuk dengan kamar utamanya.


Sesampainya di salah satu kamar lantai bawah ia menidurkan charin dengan sangat hati hati takut membangunkan charin.


Kamar yang sangat besar dan sangat mewah dengan perabotan yang tentunya sangat mahal. Tak mau ambil pusing dengan urusannya bersama charin ia langsung berjalan menuju kamar mandi.


15 menit berlalu. Ia keluar dengan handuk yang melingkar di pinggangnya menampilkan perut kotak kotaknya. Setelah berganti baju dengan baju rumahan yaitu kaos putih dan celana pendek selutut ia langsung menuju ruang kerjanya yang ada di lantai bawah.


Ada beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan saat itu juga. Sekian lama matanya menghadap layar laptop ia merasa haus dan memutuskan untuk mengambil air didapur, ia tidak mungkin menyuruh pembantu untuk mengambilkannya air mengingat jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, sedangkan para pembantu sudah ke rumah yang ada dibelakang mansionya.


Memang di belakang mansionnya sudah ada rumah yang disiapkan untuk para pekerja tidur.


Disisi lain charin yang sudah beberapa jam itu tertidur pun menggeliat kan tubuhnya, ia merasa sangat haus dan lapar.


Ketika membuka matanya ia disuguhkan ruangan yang belum pernah ia lihat. Ia pikir ini masih mimpi karena ruangan itu 2 kali lipat dari kamarnya dan tentunya sangat bagus dari pada kamarnya yang sederhana.


Untuk memastikan dirinya ia mencubit pipinya sendiri dan itu terasa sakit.


"Beneran ni??. Ini dimana??. Kamar gue gak kayak gini dah" monolognya.


Ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu, alangkah terkejutnya karena ia melihat isi rumah yang sangat mewah.

__ADS_1


Ia berjalan dan memperhatikan sekitar dengan rasa kagum. Saat ia meneliti penglihatannya tertuju pada dapur.


Dapur yang luas dan berlapis marmer, tentu sangat bagus. Dan didapur itu ia melihat seseorang laki laki yang sedang meneguk air putih.


Ia menghampiri orang itu. Charin merasa familiar terhadap orang itu. Danya itu Dashel.


"Pak" tanya charin memastikan.


Dashel merasa ada yang memanggil pun menghadap ke sumber suara. Ternyata itu charin.


"Mmmmmh"


"Pak ini dimana??"


"Di rumah saya" dashel menjawab dengan jujur. Memang benar ini rumah Dashel yang ia bangun dengan jeri paya ia sendiri.


"Beneran ini rumah bapak??"


"Mmmh" jawab Dashel sembari berjalan keruang kerjanya dan diikuti charin dari belakang.


"Ngapain?" Dashel bingung dengan tingkah charin yang seperti ketakutan dibelangkanya.


"Pak, saya laper" jawab charin dengan wajah memelasnya. Dashel yang mendengar ucapan charin pun mendongakkan wajahnya kearah charin. Melihat wajah charin yang menampilkan wajah memelas itupun merasa kasihan.


"Mau makan apa??"


"Terserah bapak deh yang penting saya makan. Dah laper banget pak..... Hehe" ucap charin sembari menampilkan gigi putih yang ia miliki.


" Yang jelas! Kamu kamu makan apa?!" Tegas Dashel pasalya ia tidak suka jika seorang wanita bilang kata ' terserah'. itu sangat membuat dashel jengkel.


"Gak papa nih saya request ke bapak??"


"Mmmmmh"


"Oh ok. Jadi saya mau nasi goreng pak"


" Hanya itu?"


"Mmmh bakso boleh pak, soto juga boleh, mmhh sama apa lagi ya..... Oh ayam geprek pak sama sosis goreng juga gak papa, mmmmm apa lagi yahh.... Udah pak itu aja" finalnya


"Dikasih hati mintanya jantung" sindir dashel. Pasalnya charin meminta makanan yang sangat banyak. Mengingat ini sudah tengah malam, tidak mungkin ia memasak itu semua, jika harus beli tidak mungkin ada yang jualan di tengah malam begini.

__ADS_1


Charin yang mendengar sindiran dashel hanya bisa cengar cengir dan menampilkan giginya itu.


♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥♥╣[-_-]╠♥


__ADS_2